Selasa, April 16, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

KONTRASTIMES.COM- JAKARTA | Tokoh umat Islam dunia dan tokoh sentral warga NU Habib Muhammad Lutfi bin Yahya menyatakan diri mundur dari Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2022-2027.

Habib Muhammad Lutfi bin Yahya yang juga sebagai Rais Aam di Jam’iyyah Ahlith Thariqah aI-Muktabarah an-Nahdliyah (JATMAN), tidak menyebutkan alasan kenapa Beliau mundur dari Mustasyar PBNU

Dari pesan berantai yang diterima Kontras Times (16/01/2022), habib Muhammad lutfi bin Ali bin Yahya, menulis pernyataan pengunduran dirinya , sebagai berikut :

Assalamu ‘alaikum Wr Wb.

Dengan hormat tolong sampaikan kepada rois syuriyah bahwa saya habib Muhammad lutfi bin Ali bin Yahya mengundurkan diri dari jabatan musytasyar NU 2022-2027.

Seandainya sebelumnya ada pemberitahuan pun saya tetap mengundurkan diri. Muhammad Lutfi bin Yahya

Terima kasih dan mohon maaf.
Wassalamu ‘alaikum Wr Wb.

Pekalongan,Sabtu 15 Januari 2022.
Hormat kami

Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin Yahya.

Dari informasi yang beredar, alasan mundurnya Habib Muhammad Lutfi bin Yahya disebabkan ingin fokus di Jam’iyyah Ahlith Thariqah aI-Muktabarah an-Nahdliyah (JATMAN).

Akan tetapi banyak pihak yang meragukan alasan tersebut, dikarenakan JATMAN juga bagian dari NU

Tentang JATMAN

Organisasi JATMAN didirikan pada Juli 1979 M bertepatan dengan Rajab 1399 H. Secara harfiah, Jam’iyyah Ahlith Thariqah aI-Muktabarah an-Nahdliyah berarti perkumpulan para pengamal tarekat muktabarah NU.

Cikal bakal organisasi JATMAN dibentuk di Jombang dengan nama Tarekat Nahdlatul Ulama yang diprakarsai oleh KH Muhammad Baidlowi, pemimpin NU di Jombang.

Pendirian Tarekat Nahdlatul Ulama ditandatangani Muhammad Baidlowi, Najib Wahab, dan Khatib. Organisasi ini kemudian dibawa ke Muktamar ke-26 NU di Semarang pada 1979.

Di dalam Muktamar, para sesepuh tarekat seperti KH Muslih Abdul Rahman, KH Turaichan Adjuri, KH Adlan Ali mengajukan usul pada sidang pleno Syuriyah PBNU agar jam’iyah tarekat tetap satu langkah dan satu posisi dengan Ahlussunnah wal Jama’ah. Kemudian, lahirlah Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah melalui Surat Keputusan PBNU nomor 137/Syur.PB/V/1980.

Baca Juga:   Wapres Kyai H Ma’ruf Amin Minta Pelajar Muhammadiyah Perkokoh Komitmen Kebangsaan

Kebenaran Mundurnya Habib Muhammad Luthfi bin Yahya

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.