Rabu, Juni 29, 2022

Apel Kebangsaan ’22, Moeldoko: Anak Muda Tidak Boleh Meragukan Pancasila

Kontras TIMES.COM | Kabupaten Blitar – Apel Kebangsaan Satu Indonesia dengan tema ‘Merawat Warisan Luhur Pancasila di Bumi Laya Ika Trantra Adi Raja’ di Alun-alun Kanigoro, Kabupaten Blitar, berjalan Damai, kondusif dan aman, pada Jumat 10 Juni 2022

Apel Kebangsaan yang digagas Gerakan Pemuda Ansor bersama Organisasi Kepemudaan ini dihadiri ribuan Anggota Organisasi Kepemudaan dan Organisasi dari berbagai Suku, agama di Seluruh Kabupaten Blitar.

Apel kebangsaan selain di hadiri Organisasi Kepemudaan Se – Kabupaten Blitar, juga di Hadiri Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, Ketua DPD PDIP Kusnadi, Bupati Blitar, Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Forkompinda, dan lainnya.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menekankan bahwa anak muda tidak boleh ragu dengan ideologi bangsa Pancasila.

“Kita mulai di porak- porandakan dengan berbagai keyakinan. Diadu kanan kiri, namun anak-anak muda jangan risau karena kalian punya keyakinan dan ideologi yang teguh. Kita jangan ragu dengan ideologi kita,” jelas Moeldoko.

Moeldoko juga menggaris bawahi bahwa tidak ada bangsa yang besar tanpa ideologi yang kuat. “Anak muda di sini tidak akan ragu dengan ideologi yang dimiliki. Kalau ada yang menganggu ideologi Pancasila, mari sama-sama kita lawan,” terangnya.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Blitar, Hermawan atau yang akrab di panggil Kondo memimpin Upacara Apel Akbar Kebangsaan Satu Indonesia sampaikan bahwa tujuan Gerakan Pemuda Ansor mengandeng semua OKP di Kabupaten Blitar ini yang berbeda warna, berbeda atribut sebenarnya untuk menegaskan semua sama, yaitu Merah Putih.

“Selain itu kita juga membuat kesepakatan bersama bahwa Pemuda dan pemudi di Kabupaten Blitar akan menjadi contoh bahwa kita bisa bersatu. Semoga ini bisa di jadikan contoh bagi para pemuda dan pemudi di Nusantara untuk bersatu,” imbuh Kondo.

Kondo juga menegaskan, Apel Kebangsaan satu Indonesia tidak ada tendensi politik sama sekali, karena tema awal acara adalah Kebangsaan.

Baca Juga:   Tinjau Vaksinasi Serentak 10 Titik di NTB, Kapolri Harap Target Pemerintah Segera Terwujud

“Masalah isu politik tidak kita bahas dan kita angkat, tujuannya murni Persatuan dan Kebangsaan.” tungkasnya.

Kondo juga berharap acara tersebut ajang pertama dan pintu pembuka. “InsyaAllah nanti kita bisa menggelar di tingkat Provinsi dan juga tingkat Nasional.” Ujarnya.

Baca Juga:   Kapolri Serahkan 10 Iso Tank Untuk Antisipasi Ketersediaan Oksigen Indonesia

Perlu di ketahui sebagai Pemuda NU, ia sampaikan dengan tegas sudah menyepakati untuk tidak membahas minoritas. Kondo ungkapkan bahwa siapa yang sepakat dengan Pancasila, siapa yang sepakat dengan UUD Negara Republik Indonesia itu adalah semua saudara.

Maka pada kesempatan Acara Kebangsaan Satu Indonesia tersebut, peserta bermacam-macam agama, ada Hindu, Budha, Islam, Kristen dan ada dari Kebudayaan.

“Perlu di ketahui banyak pemuka agama dari berbagai agama tidak kami undang, tetapi karena panggilan jiwa, panggilan hati mereka datang dan berkumpul di Alun-alun pendopo Kanigoro ini dalan rangka Apel Akbar Kebangsaan Satu Indonesia,” pungkas Hermawan.

(Din/Red)

Related Articles

- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.