Selasa, Mei 28, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Purwakarta– Ribuan masssa relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Purwakarta, Jawa Barat secara kompak antusias mengikuti gelar Apel Besar Destana di Alun Alun taman Pasanggrahan Pemda Purwakarta, Senin (26/6/2023).

Dalam apel besar tersebut pemimpin upacara Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika secara langsung mengecek kesiagaan ribuan peserta relawan yang terdiri dari desa di Purwakarta .

“Dengan indikator-indikator yang mengarah kepada fenomena El NIno yang akan terjadi mulai Juni-Juli ini, maka kita akan menghadapi resiko bencana alam seperti kebakaran hutan dan lahan,” kata Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika saat Apel Besar Desa Tangguh Bencana (Destana) Antisipasi Bencana Alam Dan Karhutla di Alun-alun Kian Santang, Pesanggrahan Padjajaran, Senin, (26/6/ 2023)

Menurut dia, wilayah di Kabupaten Purwakarta yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan berjumlah 165 desa.

“Data dari BPBD menyebutkan dalam dua tahun terakhir, sejak tahun 2022 hingga Juni 2023 ini, telah terjadi 26 kali kejadian karhutla,” ujar Anne.

Untuk Kabupaten Purwakarta, total jumlah relawan Destana dan Redkar mencapai 2.196 relawan. Mereka tersebar di 183 desa dan 9 kelurahan di 17 kecamatan seluruh Purwakarta.

Para relawan itu siap dikerahkan menghadapi potensi bencana bersama para petugas dari Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan petugas jajaran BPBD.

Kata Anne, pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta, selalu menecermati perkembangan cuaca melalui BMKG.

“Ini sebagai upaya pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan harus terus menerus dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan yakni bencana alam kekeringan, kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

Bupati menambahkan apel besar itu digelar sebagai bentuk kesiapsiagaan dan kewaspadaan pemerintah dan para pemangku kepentingan (stakeholder) untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat terhadap bencana yang ditimbulkan dari fenomena alam El Nino.

“Negara kita secara geografis berada di garis khatulistiwa, dan memiliki dua musim. Yakni kemarau dan hujan, saat musim penghujan apa bila curah hujan tinggi memicu terjadinya bencana banjir, puting beliung, dan tanah longsor. Saat musim kemarau terjadi bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan. Itu menjadi ancaman yang beresiko besar,” tukas dia.

Baca Juga:   Bupati Ipuk Pantau Evakuasi Korban Banjir Kalibaru dan Siapkan Dapur Umum sampai Hunian Sementara Warga
Baca Juga:   Prof. Ngainun Na'im, M.H Mensuplai Tips Kepenulisan Pada Ngabubu-read PMII Tulungagung

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menginstruksikan petugas pemadam kebakaran untuk bersiaga penuh mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akibat musim kemarau berkepanjangan dampak dari fenomena alam El Nino.

Antisipasi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan dari Bupati Purwakarta tersebut sekaligus menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo yang meminta semua daerah bisa mencegah dan menekan kasus kebakaran hutan dan lahan.

Menindaklanjuti instruksi Bupati Purwakarta itu, DPKP menyiagakan sebagian besar personil dan semua peralatan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

“Menindaklanjuti instruksi Ibu Bupati, kita sudah memerintahkan semua personil untuk bersiaga penuh. Semua peralatan pendukung bagi operasi pemadaman kebakaran sudah kita siapkan,” kata Kepala DPKP, Juddy Herdiana.

DPKP juga sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi untuk meminimalisir dampak buruk dari kemarau yang parah dampak El Nino, termasuk potensi terjadinya kebakaran hutan.

“Kita terus memonitor ketat kawasan hutan yang ada diseluruh Purwakarta. Monitoring kita lakukan melalui tiga Pos Damkar yang berlokasi di Cikopo, Plered dan Pos Damkar Wanayasa,” kata Juddy.

Menurut Juddy, pada tahun 2022, kebakaran yang menyerang kawasan hutan, perkebunan dan lahan mencapai 22 kali. dengan jumlah total luas areal yang terbakar mencapai 17, 26 hektar.

Dari jumlah itu, kebakaran terluas terjadi di kawasan yang masuk Kecamatan Bungursari yang mencapai 11, 8 hektar.

“Sebagian besar kebakaran itu terjadi saat musim kemarau. Untuk tahun ini kita harus lebih waspada karena ada dampak El Nino yang menyebabkan musim kemarau bisa makin parah,” kata Juddy.(fuljo)

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.