Selasa, Agustus 16, 2022

Banyak Anak Korban Gempa Sulbar Alami Trauma Mendalam

KONTRASTIMES.COM-MAJENE
Trauma mendalam kini banyak dialami oleh anak-anak korban gempa bumi berkekuatan 6,2 M yang melanda kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), hal itu tentu membuat orangtua mereka harus mencari cara agar para anak-anaknya tetap bisa bermain meski dalam situasi dan kondisi yang tidak biasa.

Dikutip dari media Nyallapos, salahsatu orangtua mengatakan,“Kalau kami di sini ada 35 orang dari 7 KK. Dan di sini kita punya 18 orang anak-anak, mereka paling tua kelas 3 SD ke bawah, jadi jumlahnya melebihi kita yang dewasa,” kata seorang pengungsi bernama Nasrung (45) saat berbincang dengan awak media di tenda pengungsian, di Kawasan Stadion Makarra, Kelurahan Binanga, Mamuju Kota, Minggu (17/1/2021).

Nasrung dan puluhan keluarganya itu terlihat menggunakan sebuah tenda darurat dengan ukuran 8 x 5 meter. Selain itu, ada pula rumah semi permanen tak berpenghuni yang dipakai sebagai dapur umum.

“Kalau rumah semi permanen ini badu kita pakai Sabtu (16/1) kemarin, kita bersihkan karena kita lihat resiko jika gempa susulan tidak begitu besar,” kata Nasrung.

Dia mengatakan, logistik dan tenda bukan tantangan utama. Bagi dirinya, kesehatan mental bagi anak-anaknya juga penting.
“Anak-anak di sini kalau normal begini mereka main seperti biasa. Tapi kalau hujan, mereka kayak takut, kita bergerak sedikit saja mereka tanya ‘mau ke mana’,” tutur Nasrung.

Kendati demikian, anak-anak di tenda pengungsian cukup banyak yang bermain di sekitar tenda-tenda pengungsian.
“Mereka main seperti biasa juga dan kita juga terbantu sama pasokan listrik dan internet yang mulai bagus jadi anak-anak bisa nonton konten-konten anak-anak,” katanya.

Nasrung sendiri menjadi orang yang dituakan di rumpung keluarganya. Dia mengatakan, dia kerap mengedukasi keluarganya agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan mental anak-anak di tenda pengungsian.

“Seperti saya bilang tadi, kalau hujan muka (raut wajah) mereka langsung berubah. Jadi saya bilang, harus didampingi, diberikan pengertian apa yang terjadi, karena mereka sebenarnya tidak sepenuhnya mengerti apa yang sedang terjadi,” pungkasnya.(SHT/MIg)

Baca Juga:   Pengukuhan dan Deklarasi Lembaga Masyarakat Adat Tolaki Sultra,DPD Konawe Selatan

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.