Minggu, Maret 3, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Banyuwangi – Memperingati Hari Kesehatan Gigi Nasional, sebanyak 2.000 siswa SD mendapat edukasi bagaimana melakukan sikat gigi yang baik dan benar, bertempat di di Taman Blambangan, pada Senin (12/9/2022).

Ribuan siswa Banyuwangi tersebut mengikuti kegiatan sikat gigi massal sebagai bentuk kampanye kesehatan gigi sejak dini.

Dalam kesempatan itu, artis cilik Farel Prayoga juga dilibatkan untuk memotivasi para pelajar.

Didampingi seorang dokter gigi, Farel turut memperagakan cara menggosok gigi yang benar. “Kita ikuti ya apa yang diajarkan Bu dokter gigi. Mulai dari mana gosoknya, biar gigi tetap sehat,” kata Farel.

Sebelum gosok gigi bersama, ribuan siswa SD/MI diberikan penyuluhan dan edukasi cara menyikat gigi yang baik dan benar oleh persatuan dokter gigi Indonesia (PDGI) dan Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI) Banyuwangi. Dilanjutkan senam dan sikat gigi bersama.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi kegiatan kampanye kesehatan gigi tersebut. “Terima kasih atas dedikasi para petugas kesehatan yang terus mendukung pembangunan kesehatan di Banyuwangi. Semoga kegiatan ini bisa menumbuhkan perilaku hidup sehat sejak dini,” kata Ipuk yang mengikuti secara daring kegiatan tersebut.

Ipuk menyebut, berdasarkan data riset kesehatan dasar (riskesdas) tahun 2018, proporsi perilaku menyikat gigi yang benar baru sebesar 2,8 persen. Sementara proporsi terbesar masalah kesehatan gigi di Indonesia, 45,3 persen ada pada gigi berlubang/sakit. Padahal, masalah gigi berlubang yang parah pada anak bisa meningkatkan resiko dua kali lipat timbulnya stunting pada anak.

“Gosok gigi kelihatannya sepele, padahal ini salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Maka, melalui momentum ini mari bersama-sama lakukan upaya akselerasi untuk menurunkan angka karies gigi pada anak untuk mengurangi angka stunting di Banyuwangi,” ajak Ipuk.

Ketua PDGI Kabupaten Banyuwangi drg. Ai Nurul Hidayah mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak untuk menggosok gigi secara teratur. “Minimal dua kali dalam sehari. Pagi sesudah sarapan, dan malam sebelum tidur. Ini yang perlu dipahamkan sejak dini agar kesehatan gigi tetap terjaga,” kata Nurul.

Baca Juga:   Mendekati Ramadhan, Kolonel Unang Percepat Vaksinasi Untuk Lansia
Baca Juga:   Puluhan Prajurit Korem 174/ATW Merauke Melakukan Aksi Donor Darah

Kegiatan tersebut, imbuh Nurul, juga sebagai sarana edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

“Kebiasaan menggosok gigi secara teratur dan benar dapat membantu menurunkan tingkat karies gigi (gigi berlubang) pada anak, yang diketahui sebagai salah satu pencetus penyebab stunting. Jadi ini sinergis dengan program pemerintah untuk pengurangan stunting,” katanya. (*)

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.