Senin, Juli 15, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

“Baca sampai tuntas, ini dari rakyat untuk NKRI yang mendukung dan menolak SE Menag no. 5 tahun 2022, harus tahu ini”

KONTRASTIMES.COM- MALANG | Umat Muslim tersentak kaget dengan tiba-tiba muncul SE Menag no. 5 tahun 2022 yang mengatur tentang Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musholla

Bukan hanya umat muslim secara umum, bahkan warga Nahdiyin juga iku heran, padahal notabene satu rumpun dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang juga memperjuangkan toleransi dan pluralisme dalam beragama maupun bernegara

Sementara itu kelompok sebelah sorak gembira melihat kegaduhan ini, parah nya lagi mereka yang menolak SE Menag no. 5 tahun 2022 dituding tidak Pancasila, tidak Pluralisme dan tidak punya toleransi dan yang mendukung SE Menag no. 5 tahun 2022, tiba-tiba pula mengberikan Gelar Menag “Gus Yaqut benteng terakhir kita dan anda semua pecinta pluralisme dan toleransi” dan malah ada yang nyukirin umat Islam dengan adanya SE Menag no. 5 tahun 2022.tulisnya

Anehnya kelompok ini juga ikutan marah terhadap anggota/orang atau yang menolak dan mengkritisi SE Menag no. 5 tahun 2022.

Dari situlah kita memahami, mereka senang karena telah berhasil membuat gaduh umat muslim dan mereka juga senang oleh karena yang disebut didalam SE Menag no. 5 tahun 2022 hanya Musjid dan Mushola, sementara tempat-tempat ibadah lain atau kegiatan umum yang dimungkinkan menggunakan pengeras suara dan mengganggu lingkungan sekitar tidak disebutkan.

Seperti Pengunaan Sound System dalam Acara kampanye, orkes musik, pentas seni juga tidak disebutkan, kalau itu dikaitkan dengan pluralisme dan toleransil

Pertanyaan apa benar ini soal pluralisme dan toleransi

Arti kata Pluralisme, terdiri dari dua kata plural dan isme yang berarti paham atas keberagaman. Secara luas, pluralisme merupakan paham yang menghargai adanya perbedaan dalam suatu masyarakat dan memperbolehkan kelompok yang berbeda tersebut untuk tetap menjaga keunikan budayanya masing-masing.

Arti kata Toleransi atau Toleran secara bahasa kata ini berasal dari bahasa latin tolerare yang berarti dengan sabar membiarkan sesuatu.

Pancasila

Dalam ideologi Pancasila sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, sudah ditulis dan jelas dan tegas keberadaan semua agama sama sejajar dalam naungan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, tanpa menyebutkan Agamanya apa, nama Tuhan nya siapa.

Semua Agama juga dilindungi Hak serta martabatnya dalam berdakwah dan menjalankan agamanya masing-masing begitupun dengan tradisi keagamaan yang telah diwariskan secara turun temurun.

Baca Juga:   Panglima TNI Agus Subiyanto Lepas 285 Prajurit dan ASN Jamaah Umroh Mabes TNI

Dengan doktrin Ideologi Pancasila, pada sila pertama tersebut konsekwensinya apa

  1. Negara Indonesia tidak menerima faham komonisme dan ateisme
  2. Semua warga negara wajib menghormati perilaku keagamaan masing-masing umat beragama
  3. Untuk orang-orang yang prilaku dan keyakinan keagamaan nya masih setengah hati dan malas untuk beribadah ditempat-tempat ibadah juga harus menerima mereka menjalankan ideologi Pancasila dalan bentuknya Agama Islam, Kristen, Hindu ata Budha atau lain sebagainya
Baca Juga:   Panglima TNI Agus Subiyanto Lepas 285 Prajurit dan ASN Jamaah Umroh Mabes TNI

Jangan dibalik, yang beribadah atau menjalankan agamanya jangan berisik dan mengusik orang-orang yang meninggal kan Agama dan malas Beribadah dengan alasan toleransi dan pluralisme terhadap orang yang sedang tidur atau bekerja di perkantoran.

Butir-Butir Pengamalan Pancasila Ketuhanan yang Maha Esa. (Kemhan.go.id/20/11/2014)

(1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan
ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

(2) Manusia Indonesia percaya dan
taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya
masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

(3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama
dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

(4) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa.

(5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha
Esa.

(6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah
sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

(7) Tidak memaksakan
suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Kewajiban umat Beragama

Semua Agama menuntut penganutnya untuk melakukan dakwah dan mengajak pada kebaikan, termasuk mengingatkan waktu dilaksanakannya kegiatan tersebut, seperti contoh kalau dalam Islam waktu untuk Sholat Lima Waktu dengan cara Mengumandangkan Suara Azan dari Masjid dan Musholla dengan pengeras suara dengan tujuan mengingatkan dan mengajak umat Islam lainnya untuk menjalan kewajiban

Kenapa suara TOA harus dipasang di atas, itu disebabkan adanya tujuan agar umat muslim yang rumah nya jauh dari Masjid dan Musholla bisa mendengar dan tidak lalai dalam menjalankan agamanya yang terkadang untuk menunggu kehadiran jamaah diselingi dengan pujian-pujian, tidak langsung yang penting asal beribadah urusan masing-masing

Persoalan dalam SE Menag no. 5 tahun 2022

Menjadi kewajiban bagi seorang menteri Agama untuk melindungi keragaman semua umat beragama, termasuk dalam membuat aturan-aturan yang menyangkut prilaku keagamaan

Akan tetapi sangat disayang dalam SE Menag no. 5 tahun 2022, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hanya menyebutkan Madjid dan Musholla padahal semua agama punya tempat ibadah

Baca Juga:   Dengan Khidmat, Anggota Kodim 1710 Mimika Menggelar Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1444 H

Meskipun dalam masalah Penggunaan Pengeras Suara/TOA Madjid dan Musholla dari tradisi turun-temurun memang sudah digunakan tapi kita juga tahu agama lain juga menggunakan Pengeras Suara, walaupun mungkin tidak seperti yang ada di Masjid atau Musholla

Sebagai contoh di daerah-daerah yang penduduknya Non Muslim, seperti Masyarakat Bali atau masyarakat di luar Jawa yang sampai Bakar Masjid dan banyak lagi tempat sampai diluar negeri yang umat Islam nya minoritas kegiatan keagamaan dibatasi

Baca Juga:   Menarik, Acara Forum Komunikasi Aktivis Masjid Berbuka Bersama dan Berbagi Bingkisan Untuk Anak Yatim

Seharusnya lebih elegannya, manakala dalam SE tersebut mencotoh saja Pancasila

“Penggunaan Pengeras Suara bagi pemeluk agama
den penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.”

Namun karena SE Menag no. 5 tahun 2022 hanya menyebutkan Masjid dan Musholla, maka yang timbul kesan penghakiman terhadap umat Islam, yang selama ini juga menghargai keberadaan dan prilaku keagamaan masing-masing umat beragama.

Kalaupun toh hanya Masjid dan Musholla dianggap ada yang menggangu pengeras suara, itu kan bisa ditunjukkan Masjid mana? Atau Musholla mana? Jangan dijeneralisir bahwa seakan-akan semua Pengeras Suara/TOA dimasjid seluruh Indonesia bermasalah sehingga perlu diatur secara Khusus lewat SE Menag no. 5 tahun 2022

Yang justru malah menimbulkan kesan diskriminasi terhadap tempat-tempat ibadah umat muslim dan kesan pembatasan, sementara agama lain atau kegiatan masyarakat lainya yang juga mengunakan pengeras suara dianggap sah dan bebas karena tidak tercantum dalam SE Menag no. 5 tahun 2022.

Sebagai sesama kader NU secara turun temurun kita juga berharap Menag bisa mengayomi semua agama bukan malah mendiskriminasikan agamanya sendiri yang justru akan menjadi arus balik sentimen keagamaan

Dan hanya menyenangkan beberapa orang yang masih lalai dengan agama nya dan bermalas-malasan untuk meramaikan tempat ibadahnya masing-masing.

Atau sebaliknya, semua Agama dibebaskan mengunakan pengeras suara yang terbaik, agar semua pemeluk agama tertarik untuk mendatangi tempat ibadahnya masing-masing dan ini juga bisa jadi bentuk doktrinasi pengamalan Ideologi Pancasila

Salam Demokrasi dan Salam Pancasila, sekali NKRI tetap NKRI !!!

Penulis: Kader PMII, dan pengamal toleransi serta pengamal pluralisme

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari kontrastimes.com dan download aplikasi kami, menarik untuk dicoba, setelah di install (klik SKIP pojok kanan atas langsung masuk Berita-berita Ter update) di:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kontrastimes.indonesia

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.