Kamis, Juni 13, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

KONTRASTIMES.COM – JAKARTA, Instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menepati janjinya untuk melakukan pembenahan penindakan pelanggaran lalu lintas secara IT dengan menerapkan tilang elektronik (E-TLE) secara Serentak se-nasional mulai 23 Maret 2021.

Untuk semua Polda, Kapolri mengintruksikan 12 Polda agar menerapkan peraturan tilang elektronik (E-TLE), sesuai intruksi Kapolri, Pada Selasa (16/03/21).

Ada 12 Polda yang direncanakan bakal menerapkan tilang elektronik secara nasional pada tahap pertama ini. Berikut lengkapnya:
-(1)Polda Metro Jaya.
-(2)Polda Banten.
-(3)Polda Jawa Barat.
-(4)Polda Jawa Tengah.
-(5)Polda DIY.
-(6)Polda Jawa Timur.
-(7)Polda Lampung.
-(8)Polda Riau.
-(9)Polda Jambi.
-(10)Polda Sumatera Barat.
-(11)Polda Sulawesi Utara.
-(12)Polda Sulawesi Selatan.

Kesemuanya itu tugas dari 12 Wilayah Kapolda di uraikan terkait peraturan undang-undang Lalu lintas, pembenahan penindakan pelanggaran lalu lintas secara IT dengan menerapkan tilang elektronik (E-TLE) Intruksi KAPOLRI ini agar dapat Diterapkannya tilang elektronik secara nasional diharapkan dapat meningkatkan rasa disiplin berkendara di masyarakat, serta menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Berikut ini adalah macam-macam bentuk pelanggaran yang menerapkan sistem tilang elektronik:

Melanggar Rambu Lalu Lintas dan Marka Jalan

Pelanggaran pertama yang bisa ditindak oleh kamera tilang elektronik, yakni melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan, seperti berhenti di yellow box junction atau memasuki jalur busway.

Pengendara yang terbukti melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan, maka akan ditindak sesuai Pasal 287 Ayat 1 dan akan dikenakan hukuman kurungan penjara selama 2 bulan, serta denda sebesar Rp 500 ribu.

Tidak Pakai Sabuk Keselamatan

Selanjutnya bagi pengemudi yang terbukti tidak mengenakan sabuk keselamatan ketika menyetir dan terekam kamera tilang elektronik, maka akan diberikan tilang elektronik.

Menyoal hukumannya, pengemudi akan dikenakan sanksi pidana 1 bulan penjara atau denda maksimal Rp 250 ribu sesuai dengan Pasal 289.

Mengemudi Sambil Mengoperasikan Gawai

Pelanggaran lainnya yang juga bisa ditindak oleh kamera tilang elektronik, yakni mengoperasikan gawai sambil mengemudi. Hal ini dinilai sangat berbahaya, karena bisa menghilangkan konsentrasi ketika mengemudi.

Baca Juga:   Danrem CPYJ Pimpin Apel Gelar Pasukan Pam VVIP Wapres RI
Baca Juga:   Polres Jember Kembali Gelar Operasi Pamor Keris, Sasar Alun-Alun Jember

Bagi yang terbukti melanggar, akan dikenakan hukuman sesuai dengan Pasal 283, yaitu pidana kurungan maksimal 3 bulan atau denda Rp 750 ribu.

Melanggar Batas Kecepatan

Bagi para pengemudi kendaraan roda empat, khususnya di wilayah Jabodetabek, sebaiknya juga tidak mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

Sebab, bagi kendaraan yang terbukti melaju dengan kecepatan di atas batas kecepatan maksimum dan terekam kamera tilang elektronik, maka siap-siap akan menanggung hukuman kurungan maksimal 2 bulan atau denda sebesar Rp 500 ribu sesuai dengan Pasal 286 Ayat 5.

Pakai Pelat Nomor Polisi Palsu

Pengendara yang nekat menggunakan pelat nomor palsu dan terekam oleh kamera tilang elektronik, maka dapat dipastikan akan dikenakan tindakan pelanggaran.

Hukumannya sesuai dengan Pasal 280, yakni pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda maksimal Rp 500 ribu.

Berkendara Melawan Arus

Pelanggaran pengendara kendaraan bermotor yang melawan arus juga dipastikan bakal ditindak apabila terbukti terekam oleh kamera tilang elektronik.

Untuk hukumannya, pengendara akan dikenakan kurungan penjara maksimal 2 bulan atau denda sebesar Rp 500 ribu, sesuai dengan Pasal 287 Ayat 1.

Menerobos Lampu Merah

Selain berkendara melawan arus, pengendara yang juga terbukti menerobos lampu merah dan terekam kamera elektronik, maka dipastikan akan mendapatkan surat tilang elektronik.

Menyoal hukumannya, pengendara dapat dijerat dengan Pasal 287 Ayat 2, dan akan dikenakan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda maksimum Rp 500 ribu.

Tidak Mengenakan Helm

Terakhir, bagi pengendara roda dua yang terbukti tidak menggunakan helm ketika berkendara dan terekam kamera tilang elektronik, dapat dipastikan akan mendapatkan surat tilang elektronik.

Untuk jenis pelanggaran ini, pengendara akan dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu, seperti yang tertera pada Pasal 290., Sebut nya.

Inilah aturan melihat kesesuaian jalurnya dan Fungsinya Lampu Lalu lintas sesuai Aturan nya,Lampu lalu lintas (menurut UU no. 22/2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan: alat pemberi isyarat lalu lintas atau APILL) adalah lampu yang mengendalikan arus lalu lintas yang terpasang di persimpangan jalan, tempat penyeberangan pejalan kaki (zebra cross), dan tempat arus lalu lintas lainnya. Lampu ini yang menandakan kapan kendaraan harus berjalan dan berhenti secara bergantian dari berbagai arah. Pengaturan lalu lintas di persimpangan jalan dimaksudkan untuk mengatur pergerakan kendaraan pada masing-masing kelompok pergerakan kendaraan agar dapat bergerak secara bergantian sehingga tidak saling mengganggu antar-arus yang ada.
Lampu lalu lintas telah diadopsi di hampir semua kota di dunia ini.

Baca Juga:   Carut Marut Penyaluran BPNT, PMII Blitar Raya Tuntut Mensos Risma Mundur
Baca Juga:   Lewat MCP 2023, KPK Mulai Perkuat Pencegahan Korupsi Sektor Perizinan Daerah

Lampu ini menggunakan warna yang diakui secara universal; untuk menandakan berhenti adalah warna merah, hati-hati yang ditandai dengan warna kuning, dan hijau yang berarti dapat berjalan.

Jurnalis :“Endy©️–Dnst”

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.