Kamis, Mei 30, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Halbar- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami di Halmahera Barat, sebagai acuan mitigasi guna memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

Kegiatan bertajuk “Membangun Desa Gufasa Tanggap Gempa Bumi dan Tsunami” ini berlangsung di Aula Baikole, Kantor Pemerintah Halmahera Barat, pada Selasa (12/9/2023).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika wilayah IV Makassar, Irwan Slamet, Anggota Komisi V DPR RI, Irene Yusiana Roba Putri, Asisten I Setda Halbar Zubair T Latif, OPD di lingkup Pemda Halmahera Barat, dan Rektor STPK Banau.

Kepala Balai BMKG Wilayah IV Makasar, Irwan Slamet, mengatakan, pelaksanaan Sekolah lapang gempa bumi dan tsunami ini ditujukan kepada masyarakat, khususnya pemangku kebijakan di Halmahera Barat untuk bisa memahami peringatan atau informasi mengenai gempa bumi dan tsunami dari BMKG. 

“Siapa orangnya, tanggungjawabnya apa dan apa yang diperbuat untuk masyarakat kita, dan kita dilatih. Untuk pemangku kebijakan maka diharapkan bisa memberikan sebuah mata rantai yang tidak terputus. Tujuannya adalah untuk menyiapkan masyarakat selamat dari bencana, kesiapsiagaan yang diutamakan dilatih disini,”ungkap Irwan, Selasa (12/9/2023).

Sementara Anggota DPR RI, Irene Yusiana Roba Putri mengemukakan alasan Halmahera Barat terpilih sebagai lokasi pelaksanaan Sekolah tersebut. Ia mengatakan, Halmahera Barat merupakan salah satu wilayah yang paling rawan bencana di Maluku Utara. Dimana Halmahera Barat pernah mengalami gempa swarm di Tahun 2015 dan 2017 silam.

“Dan harapannya tentu ini menjadi sentral atau pun pusat dimana yang tadi dikatakan Pak Irwan bahwa stakeholder di sini siap, dan akan dibagikan menjadi suksestory tanggap bencana. Dan ini tentu kita seyogyanya ingin seluruh wilayah di Maluku Utara mendapatkan ini. Sehingga mengapa saya katakan bahwa saya selaku anggota DPR RI Komisi V yang memang bermitra dengan BMKG siap memberikan dukungan anggaran untuk sekolah lapang gempa bumi dan tsunami ini,”tuturnya.

Baca Juga:   Temui Wapres, Ketua Umum CFCD Undang Wapres Hadiri ISCOS dan ISDA

Irene, menyampaikan, bahwa Sekolah lapang gempa bumi dan tsunami, merupakan bentuk literasi yang sangat diperlukan di Maluku Utara. Sebab menurutnya, masalah kebencanaan bukan suatu program yang hanya direncanakan satu hari satu malam. Tetapi membutuhkan perencanaan, kesiapan dari SDM untuk penanganan yang harus dirintis saat ini.

Baca Juga:   Babinsa Koramil 0826-04 Galis Bantu warga Bangun Tandon Air

“Dan tentunya tupoksi saya adalah memberikan dukungan anggaran dan juga melakukan pengawasan bagaimana program ini berjalan dan manfaatnya diterima oleh masyarakat,”tandasnya.

Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari
Asisten I Setda Halmahera Barat, Zubair T Latif. Ia mengaku Pemerintah setempat menyambut baik dan merespon secara positif pelaksanaan Sekolah lapang gempa bumi dan tsunami ini, sebab bisa memberikan pengetahuan mengantisipasi ketika adanya gempa bumi dan tsunami.

“Sehingga masyarakat kita diberikan pembekalan dan stakeholder yang dibekali sesuai dengan tugas pokok dan fungsi di Pemerintahan ini menjadi tanggungjawab yang dilakukan secara sinergi. Dan nantinya apa yang menjadi keluhan masyarakat ketika terjadi gempa bumi dan tsunami bisa tertangani dengan baik,”pungkas Mantan Kaban BKD itu.

Raja Man Kaswalat

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.