Minggu, April 14, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Jakarta, – Memasuki usia yang ke-78, perjalanan demokrasi di Indonesia telah melewati berbagai dinamika. Ada masa-masa sulit yang pada akhirnya dapat terlewati berkat peran pemimpin yang transformatif, Bapak BJ Habibie adalah salah satunya.

“Bapak BJ. Habibie memimpin Indonesia pada periode situasi yang sulit karena adanya krisis multidimensi, seperti belum pulih dari krisis moneter tahun 1998 dan ancaman perpecahan bangsa. Namun, beliau mampu melakukan transformasi demokrasi yang kita rasakan dampak baiknya sampai sekarang,” ujar Wapres K.H. Ma’ruf Amin saat menghadiri Pembukaan Habibie Democracy Forum, di hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, pada Rabu (15/11/2023).

Wapres lantas mengungkapkan, pada masa B.J. Habibie menjabat sebagai Presiden, beliau menyelenggarakan pemilu multipartai demokratis pertama kalinya sejak Pemilu 1955.

Beliau juga membuka keran kebebasan pers, membebaskan tahanan politik, serta ikut andil dalam amandemen UUD 1945 yang menjadi fondasi demokrasi Indonesia pasca-reformasi. Menurut Wapres, semua capaian B.J. Habibie tersebut merupakan teladan seorang pemimpin yang transformatif.

“Pemimpin transformatif, bukan hanya pemimpin yang baik, namun terus melakukan perbaikan. Bukan hanya pemimpin yang saleh namun juga muslih, demi tercapainya transformasi yang berkesinambungan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina The Habibie Center (THC) Ilham Habibie mengatakan bahwa THC menyelenggarakan Habibie Democracy Forum sebagai bagian dari meneruskan visi B.J. Habibie untuk meneruskan semangat demokrasi di Indonesia, serta kawasan.

“Kita tingkatkan kesadaran masyarakat ttg pentingnya nilai2 demokrasi. Kita berbagi perspektif dan memberikan rekomendasi-rekomendasi serta mendorong kerja sama antar pemangku kepentingan,” urai putra sulung mendiang B.J. Habibie ini.

Selain Ilham Habibie, turut hadir dalam Peresmian Pembukaan Habibie Democracy Forum hari ini, Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla, Sekretaris Kabinet Periode 2009-2014 Dipo Alam, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Periode 1993-1998 Wardiman Djojonegoro, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Periode 2014 – 2016 Yuddy Chrisnandi, Ketua Dewan Pengurus Habibie Center Dewi Fortuna Anwar, dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar. (DMA/RJP, BPMI Setwapres/***)

Baca Juga:   Bersama 80 Menteri Dunia, Indonesia Pimpin Pembahasan Air dan Sanitasi Dipertemuan SMM dan SWA 2022

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.