Selasa, Juni 25, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

KONTRASTIMES.COM | JAKARTA | Ramadhan 1443H jatuh pada tanggal 03 April 2022 lalu, dimana dua hari sebelumnya (01/04/2022) masyarakat Indonesia dimasuki berita pedas tak berkuah dari Pertamina Patra niaga, kenaikan BBM jenis Pertamax untuk ketiga kalinya nilai per liternya naik dengan pesat, wahh memusingkan amat.

Pasca informasi kenaikan beredar ke khalayak luas, peredaran BBM jenis Solar malah enggan diedarkan, antrian pick up sampai truck expedisi memanjang dengan rapi se rapi pemerintah mencekik ekonomi bangsanya. Bahkan pengiriman barang juga memanjang waktu pengiriman nya, sebagaimana nampak di Tulungagung, Malang, Surabaya sampai Banyuwangi, SPBU lebih ramai dan luaamaaa buat antre.

Setelah sukses menaikkan harga Pertamax mulai dari Rp.12,500/liter sampai Rp. 14,500/liter, pemerintah melalui keterangan Menko Kemaritiman dan investasi Luhut Panjaitan akan menaikkan harga Pertalite, Solar dan Gas LPG, karena beralasan terkena efek geopolitik dunia.

Sebelum BBM itu naik, eeh dipasaran pasokan Solar malah telat, namun anehnya saat disidak para pembantu pemerintahan seolah-olah persediaan aman, itu juga terjadi saat kelangkaan minyak goreng terjadi, hmm dalang di gedung Istana sedang mempermainkan lakonnya ternyata. Memang anggaran subsidi pemerintah gunanya untuk apa ya ??

Kalau memang harga bahan dasar berupa BBM tidak terkendalikan, maka, siap-siap estafet harga kebutuhan pokok di Masyarakat akan mengalami inflasi, untungnya masyarakat diberi kekuatan, sehingga di tengah barang-barang berlomba-lomba naik harga, mereka tetap mampu mengadakan buka bersama, bagi takjil sampai pada zakat, harusnya pemerintah belajar dari fenomena ini.

Mumpung Bulan Ramadhan Tuh Menteri BUMN, Menteri Perekonomian, Menteri Perdagangan, Menteri Keuangan, Menteri ESDM, Menteri Kemaritiman (yang tak boleh absen) harusnya berlomba-lomba dengan masyarakat untuk bersedekah atau berbagi takjil subsidi agar mendapat pahala yang berlipat, kan eman-eman kalau Ramadhan ini malah membuat mereka goblok mendadak, padahal selapar-laparnya perut mereka karena puasa, kan berbukanya selalu bergizi, bandingkan dengan kuli panggul di Pasar, Sopir-sopir truk, sudah berpuasa sehari penuh, Alhamdulillah berbukanya masih cukup segelas air putih dan sebungkus nasi tahu.

Baca Juga:   Wapres K.H. Ma'ruf Amin Sebut K.H. Ma'shoem Ahmad Ulama Karismatik dan Paripurna
Baca Juga:   Kakanwil Kemenag Aceh Buka Dua Agenda Pelatihan di BDK Aceh

Jangan kelamaan nunggu gelombang demonstrasi untuk menekan Pemerintah, dimana kepentingan-kepentingan lain ikut numpang dalam gerbong demonstrasi, kan malah tidak mengkondisikan iktikaf di Bulan Ramadhan ini, tapi kalau memang buat sensasi jadi Hero saat demonstrasi ya sudah, itu juga bagus.

Semoga saja dalam meja berbuka puasa nanti para Menteri-menteri dan Anggota Dewan plus Bapak Presiden Jokowi mampu menghidangkan kebijakan-kebijakan pengendalian Inflasi, sependek pengetahuan hidangan yang harus ada dalam takjil pengendalian Inflasi menurut Buku Ekonomi Publik karya Aminuddin Idris :

  1. Membentuk segera Tim Pengendali Inflasi (TPI)
  2. Kebijakan Moneter berupa :
    a. Penetapan persediaan kas, artinya mengurangi jumlah uang yang beredar,
    b. Kebijakan diskonto, artinya bank sentral menaikkan suku bunga,
    c. Operasi pasar, artinya menjual surat-surat berharga,
  3. Kebijakan Fiskal a. Menghemat pengeluaran pemerintah, tapi sayangnya lagi gencar-gencarnya membangun Ibu Kota Nusantara, jadi apa masih bisa berhemat ya ?? b. Menaikkan tarif pajak, makanya PPN naik, tapi kok masih inflasi ??

Selain itu kalau sudah terbentuk TPI nya, kerjanya juga harus segera, seperti menyegerakan kenaikan harga BBM dan Minyak Goreng, harusnya Pemerintah juga cepat memberikan kebijakan di tengah geopolitik global, bukannya malah menampilkan raut wajah yang kebingungan, masyarakat di bawah tidak tahu kebijakan yang semestinya untuk pengendalian Inflasi, mereka tahunya harga BBM kok semahal ini, akhirnya akan menurunkan kepercayaan terhadap kinerja pemerintah.

Mumpung masih ramadhan, berlomba-lomba dalam bersodaqoh harus ditingkatkan, minimal shodaqoh takjil pengendalian Inflasi yang tepat buat masyarakat.

Kg

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari kontrastimes.com dan download aplikasi kami, menarik untuk dicoba, setelah di install (klik SKIP pojok kanan atas langsung masuk Berita-berita Ter update) di:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kontrastimes.indonesia

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.