Minggu, Juli 14, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Jakarta – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani paparkan program penanganan stunting dalam “Kick Off Meeting Pancasila dalam Tindakan: Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting, Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan, KDRT, dan Mengantisipasi Bencana” yang digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan lintas kementerian/lembaga di Jakarta, Kamis (16/2/2023).

“Pancasila menjadi spirit dalam menangani stunting di Banyuwangi. Kami melihat penanganan stunting ini tidak hanya harus dilakukan secara gotong royong. Tapi, juga memiliki dampak yang luas,” beber Ipuk.

Untuk mempercepat penurunan stunting di daerahnya, imbuh Ipuk, Banyuwangi mengirimkan makanan berprotein tinggi kepada hampir 1.300 balita stunting dan ibu hamil risiko tinggi setiap hari selama setahun.

“Kami anggarkan sebesar Rp7 miliar untuk memberikan intervensi gizi berupa makanan bernutrisi, seperti telor, ikan, ayam, daging kepada bayi dan dan ibu hamil risiko tinggi. Yang menyalurkannya adalah para pedagang sayur keliling ke rumah yang telah didata,” jelasnya.

Dengan melibatkan para pedagang sayur tersebut, imbuh Ipuk, tidak hanya membuat penyaluran bantuan yang tepat sasaran dan efektif. Tapi, juga membantu perekonomian masyarakat di bawah.

“Kami memang sengaja tidak membeli makanan dari pabrikan besar, karena ini juga untuk membantu perekonomian masyarakat, khususnya para pedagang sayur keliling,” terangnya.

Untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai sasaran dan perencanaan, telah disiapkan platform khusus yang memantau secara realtime.

“Jadi tiap hari dikirimi apa kita tahu. Hari Senin dikirim ikan laut, Selasa buncis udang dan tahu, Rabu bayam dan telur, dan seterusnya. Semua terpantau,” ujar Ipuk.

Untuk penanganan stunting di setiap kecamatan juga telah dibentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang diketuai Camat bersama Kepala Puskesmas, dengan anggota tenaga kesehatan, dan elemen kader lainnya.

“Kami juga memberikan BPJS Ketenagakerjaan bagi para kader Posyandu sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka sebagai salah satu garda depan penanganan stunting. Tidak kurang dari 11.498 kader yang mendapatkannya,” paparnya.

Baca Juga:   Babinsa Desa Cangaan Lakukan Pendampingan Kunjungan Balita Stunting di Wilayah

Selain program tersebut, lanjut Ipuk, ada sederet program lainnya yang melibatkan lintas instansi. Seperti halnya Sekolah Asuh Stunting yang dikoordinir oleh Dinas Pendidikan, pemberian sayuran dan daging hasil program pertanian Dinas Pertanian dan lain sebagainya.

Baca Juga:   Sinergritas Bhabinkamtibmas Polsek Ponggok dan Babinsa Dampingi TimTracer Puskesmas Bacem

“Kami berupaya bersama untuk memberantas stunting ini. Kami libatkan seluruh stakeholder, elemen dan potensi yang ada di pemerintahan maupun di tengah masyarakat,” tegas Ipuk.

Dari upaya tersebut telah berhasil menekan angka stunting di Banyuwangi. Dari angka 20,1 persen pada 2021, turun pada angka 18,1 persen pada 2022. Hal ini di bawah rerata stunting di Jawa Timur (19,2 persen) maupun Nasional (21,6 persen). Adapun berdasarkan bulan penimbangan yang lebih dinamis dan baru, prevalensi stunting di Banyuwangi sebesar 3,9 persen.

Dalam forum tersebut, Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan. Ia menginginkan nilai-nilai Pancasila bisa diwujudkan oleh seluruh pemangku kebijakan. “Gotong royong yang menjadi ruh pancasila ini harus menjadi spirit bersama,” ungkap Presiden kelima Republik Indonesia itu.

Hadir dalam kesempatan itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Mensos Tri Rismaharini, Menteri PANRB Azwar Anas, Menteri PPPA Bintang Puspayoga, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Panglima TNI Yudo Margono, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dan sejumlah pejabat lainnya. (*)

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.