Kamis, Mei 30, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

KONTRASTIMES.COM-BALI, Kapal selam KRI Nanggala-402 masih dinyatakan hilang di perairan utara Bali. Persoalan utama, kapal ini hanya menyimpan cadangan oksigen selama 72 jam terhitung saat beroperasi.

Berarti, sejak dinyatakan hilang kontak pada Rabu (21/4) kemarin, cadangan oksigen telah habis Sabtu (24/4) dini hari tadi.

Namun, TNI AL masih berharap para kru dapat bertahan dengan cara menghemat oksigen.

“Mereka pasti melakukan prosedur penghematan oksigen. Caranya dengan tidur dan mengurangi aktivitas di dalam kapal. Itu prosedur yang dilakukan prajurit,” kata Kadispenal Laksamana Pertama Julius Widjojono, kepada wartawan, Sabtu (24/4).

Cara ini merupakan pertolongan mandiri yang bisa dilakukan 53 kru kapal selam. Karena, meski masih ada oksigen pun mereka harus berbagi. Tidur dan membatasi kegiatan menjadi cara ampuh.

Sementara itu, TNI AL masih berfokus pada 9 area pencarian. Area tersebut dipetakan beberapa kapal TNI AL yang telah turun dalam operasi SAR sejak awal.

Selain itu, TNI AL juga mendapat bantuan dari luar negeri. Salah satunya adalah kapal pengevakuasi kapal selam, MV Swift Rescue, dari Angkatan Laut Singapura sampai pesawat pemburu kapal selam P-8 Poisedon dari Angkatan Laut Amerika Serikat.

Informasi tentang kedatangan pesawat pemburu kapal selam Poseidon P8 ini disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Achmad Riad.

“Tim dari Poseidon P8 yang nantinya datang membantu sebagai operator dari US Airforce mudah-mudahan dapat segera datang untuk membantu proses pencarian. Timnya juga sudah tiba lebih dulu di sini untuk berkoordinasi,” kata Riad saat konferensi pers, Jumat (23/4/2021).*

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.