Rabu, Mei 29, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan penghargaan Anugerah Lingkungan PROPER Tahun 2023 kepada 79 (tujuh puluh sembilan) perusahaan peringkat PROPER EMAS dan Anugerah Lingkungan Kinerja Pengelolaan Lingkungan Daerah kepada 3 Provinsi Terbaik dan 5 Kabupaten/Kota. Pengaugerahan ini dilakukan pada acara yang dihelat di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu 20 Desember 2023.

Wakil Presiden RI, KH. Maruf Amin menyerahkan secara langsung penghargaan Anugerah Lingkungan PROPER Tahun 2023 dan Anugerah Lingkungan Kinerja Pengelolaan Lingkungan Daerah kepada 3 Provinsi Terbaik dan 5 Kabupaten/Kota.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong mendampingi Wakil Presiden RI, KH. Maruf Amin, memberikan ucapan selamat kepada perusahaan yang telah secara konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksi dan jasa, serta melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.

Dalam laporannya, Wakil Menteri LHK, Alue Dohong mengungkapkan, “Tema Green Leadership Perusahaan tahun ini adalah Extraordinary Turnaround yang menjelaskan terdapat lima lompatan untuk menjaga kelangsung bumi dan manusia, yaitu Pengentasan Kemiskinan, Pengurangan Kesenjangan, Pemberdayaan Perempuan, Sistem Pangan yang sehat untuk manusia dan ekosistem, serta mengubah sistem energi untuk meningkatkan efisiensi dan transisi menuju energi bersih”.

Selama 10 tahun terakhir peserta PROPER meningkat 10% dan pada pada tahun ini dilakukan evaluasi dan pembinaan terhadap 3.694 perusahaan. Peningkatan peserta ini berdampak terhadap penurunan tingkat perusahaan, karena perusahaan baru masih memerlukan penyesuaian dalam pemenuhan kewajiban pemantauan dan pelaporan data, pemenuhan ketentuan teknis pengelolaan limbah B3 dan perizinan.

Dari sisi inovasi pada tahun 2023 tercatat 1.193 eco-inovasi dengan penghematan mencapai 158,53 Trilyun Rupiah atau meningkat 23,6% dari tahun 2022. Eco Inovasi tersebut berasal dari efisiensi energi sebesar 554,8 juta GJ, penurunan emisi GRK sebesar 229,6 juta ton CO2eq, penurunan emisi konvensional sebesar 15,8 juta ton, reduksi Limbah B3 sebesar 55,4 juta ton, 3R limbah non B3 sebesar 34,8 juta ton, efsiensi air sebesar 437,32 juta m3, penurunan beban pencemaran air sebesar 6,02 juta ton dan upaya perlindungan keanekaragaman hayati seluas 308 ribu hektar.

Upaya perbaikan kinerja pengelolaan lingkungan ini ternyata juga berdampak positif terhadap masyarakat. Pada tahun 2023 tercatat Rp. 1,56 Trilyun telah bergulir di masyarakat untuk kegiatan pemberdayaan Masyarakat. Pada tahun ini, terdapat 20.052 kegiatan yang menjawab tujuan SDGs dengan total dana dikucurkan sebesar 57,28 Trilyun Rupiah. Angka ini meningkat sebesar 33% dari sejak pertama kriteria baru ini diluncurkan pada PROPER tahun 2018 silam.

“Tahun ini kami dapat katakan program pemberdayaan menjadi lebih variatif dalam menjawab isu masyarakat di tingkat tapak. Sebanyak 168 inovasi sosial telah dipresentasikan oleh para perusahaan dan menjawab mengenai isu sumber ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinanan melalui pertanian berkelanjutan dan pemberdayaan kesejahteraan petani, peternak, nelayan. Program pemberdayaan perempuan dan anak melalui perbaikan gizi dan akses pendidikan juga menjadi fokus,” jelas Alue.

Secara ringkas evaluasi tingkat ketaatan yang dilakukan kepada 3.694 perusahaan peserta PROPER tahun 2023 adalah sebagai berikut, peringkat:
Emas : 79 perusahaan
Hijau : 196 perusahaan
Biru : 2.131 perusahaan
Merah : 1.077 perusahaan
Hitam : 0 perusahaan
Tidak diumumkan karena penegakan hukum dan tidak beroperasi: 211 perusahaan

Perusahaan peraih peringkat EMAS Tahun 2023 yaitu:

  1. JOB Pertamina – Medco E&P Tomori
  2. PLTA Indonesia Asahan Aluminium
  3. Aneka Tambang – Pongkor
  4. Aneka Tambang – Unit Logam Mulia
  5. Bukit Asam – Unit Pelabuhan Tarahan
  6. Bukit Asam – Unit Pertambangan Tanjung Enim
  7. Timah – Tambang Besar Batu Besi
  8. Bio Farma
  9. Adaro Indonesia
  10. Sahabat Mewah dan Makmur
  11. Austindo Nusantara Jaya Agri
  12. Badak NGL
  13. Chandra Asri Petrochemical
  14. Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul
  15. Kaltim Methanol Industri
  16. Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VII Kasim
  17. Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II Produksi Sungai Pakning
  18. Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju
  19. Polytama Propindo
  20. Kutai Timber Indonesia
  21. Pertamina EP Asset 4 – Field Donggi Matindok
  22. Pertamina EP Asset 1 – Field Rantau
  23. Pertamina EP Asset 5 – Field Sangasanga
  24. Pertamina EP Asset 2 – Field Limau
  25. Pertamina EP Asset 2 – Field Pendopo
  26. Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field
  27. Pertamina Gas – SKG Bontang
  28. Perusahaan Gas Negara – SBU Pagardewa
  29. Pertamina Gas – Area Jawa Bagian Barat
  30. Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang
  31. Pertamina Geothermal Energy Area Ulubelu
  32. Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong
  33. Pertamina Hulu Energi – West Madura Offshore (PHE WMO)
  34. Pertamina Hulu Energi – Jambi Merang
  35. Pertamina Hulu Kalimantan Timur Daerah Operasi Bagian Selatan
  36. Pertamina Hulu Kalimantan Timur
  37. Pertamina Patra Niaga – DPPU Ahmad Yani
  38. Pertamina Patra Niaga – DPPU Adisumarmo
  39. Pertamina Patra Niaga – Fuel Terminal Boyolali
  40. Pertamina Patra Niaga – Terminal Cilacap
  41. Pertamina Patra Niaga – Fuel Terminal Maos
  42. Pertamina Patra Niaga – DPPU Supadio
  43. Pertamina Pertamina – DPPU Sepinggan
  44. Pertamina Patra Niaga – Terminal Makassar
  45. Pertamina Patra Niaga – Fuel Terminal Pare-pare
  46. Pertamina Patra Niaga – DPPU Minangkabau
  47. Pertamina Patra Niaga – Fuel Terminal Rewulu
  48. Pertamina Patra Niaga – Terminal Balikpapan
  49. Indonesia Power – Unit Pembangkitan Mrica
  50. Indonesia Power – Unit PLTGU Cilegon
  51. Indonesia Power PRO POMU
  52. Indonesia Power – Unit Pembangkita Perak Grati
  53. Indonesia Power UP Semarang
  54. Indonesia Power – Unit PLTP Gunung Salak
  55. Indonesia Power – Unit PLTP Darajat
  56. Indonesia Power – Unit PLTU Banten 3 Lontar
  57. Indonesia Power – Unit Pembangkitan Suralaya
  58. Indonesia Power – Unit PLTU Palabuhanratu
  59. Indonesia Power Unit Banten 1 Suralaya
  60. Indonesia Power – Unit Pembangkitan Pesanggaran
  61. Nusantara Power UP Muara Karang
  62. Nusantara Power UP Muara Tawar
  63. Nusantara Power UP Gresik
  64. Nusantara Power PLTGU Keramasan
  65. Nusantara power PLTU Indramayu
  66. Nusantara Power PLTU REMBANG
  67. Nusantara Power PLTU Paiton
  68. Nusantara Power Pembangkitan Tanjung Jati B
  69. Pupuk Kaltim
  70. Pupuk Kujang
  71. Petrokimia Gresik
  72. Pupuk Sriwidjaja Palembang
  73. Semen Indonesia – Pabrik Tuban
  74. Semen Padang
  75. Tirta Investama – Mambal
  76. Toyota Motor Manufacturing Indonesia – Sunter 2 Plant
  77. United Tractors
  78. Kalbe Farma
  79. Star Energy Geothermal Darajat II
Baca Juga:   Kapolri Persiapkan Strategi Mudik Lebaran yang Aman dan Sehat Bagi Masyarakat
Baca Juga:   Kapolri Persiapkan Strategi Mudik Lebaran yang Aman dan Sehat Bagi Masyarakat

PROPER merupakan acara pemberian penghargaan atas kinerja dunia usaha dalam pengelolaan lingkungan, ekoinovasi, inovasi sosial dan kepemimpinan lingkungan Green Leadership Perusahaan. Program ini telah dimulai sejak 27 tahun yang lalu dan terus melakukan perbaikan.

Pada tahun 2023 PROPER memperoleh penghargaan Top 5 Outstanding Achievement of Public Service Innovation Award dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atas inovasinya dalam penerapan Life Cycle Analysis, Inovasi Sosial, dan Social Return on Investment (SROI) untuk pengelolaan lingkungan di perusahaan.

Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup yang dikenal dengan PROPER ini bertujuan untuk mendorong ketaatan industri terhadap peraturan perundangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup.

Peringkat PROPER terbagi menjadi 2 (dua) kategori yaitu ketaatan (BIRU, MERAH, HITAM), dan beyond compliance atau lebih dari ketaatan (EMAS dan HIJAU). Peringkat tertinggi adalah EMAS dan peringkat terburuk adalah HITAM.

Aspek penilaian ketaatan yang dievaluasi dalam penghargaan PROPER meliputi izin lingkungan, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah B3 dan nonB3, pengelolaan sampah, dan potensi kerusakan lahan khusus untuk kegiatan pertambangan.

Selain Penghargaan PROPER Emas, KLHK juga memberikan penghargaan Green Leadership Dunia Usaha kepada 5 orang CEO pimpinan perusahaan (Utama) dan 3 General Manager (Madya) yang memiliki capaian tertinggi tata kelola lingkungan dan sosial serta penerapan Extraordinary Turnarounds.

Konsep Green Leadership dikembangkan sebagai salah satu tolok ukur kemampuan dari seorang pimpinan dalam menentukan kebijakan yang pro lingkungan. Seorang pemimpin harus mampu mempengaruhi serta memobilisasi individu lain dalam organisasinya untuk mendukung kebijakan pro lingkungan tersebut. Di samping itu, kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat yang semakin baik menjadi hilir implementasi dan bukti nyata keberhasilan seorang Green Leader.

Berikut Adalah Penerima Green Leadership Utama:

  1. Darmawan Prasodjo – Direktur Utama PT PLN (Persero);
  2. Nicke Widyawati – Direktur Utama PT Pertamina (Persero);
  3. Donny Arsal – Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero);
  4. Lucas Kurniawan – Presiden Direktur PT Austindo Nusantara Jaya; dan
  5. Irwan Hidayat – Presiden Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk.

Sedangkan penerima Green Leadership Madya yaitu:

  1. Didik Subagyo – General Manager PT Kilang Pertamina Internasional Sei Pakning;
  2. Hendra Nasution – General Manager PT Pertamina Gas Area Jawa Bagian Barat; dan
  3. Gema Iriandus Pahalawan – General Manager PT Badak LNG.

Pada kesempatan hari ini juga diumumkan Pemenang Video Terbaik dan Terfavorit CSR Kandidat PROPER EMAS Tahun 2023. Pengumuman dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian penyerahan penghargaan PROPER HIJAU oleh Wakil Menteri LHK dengan dihadiri langsung oleh perusahaan peraih penghargaan.

Lomba video ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi dan nilai tambah (added value) terhadap kreativitas dan kualitas video yang telah disampaikan oleh kandidat Emas, serta sebagai bentuk penyebarluasan dampak dan keunggulan PROPER dalam meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat. Dari 159 video peserta yang masuk, dipilih 3 besar pemenang video dan 3 video terbaik.

Video terbaik Kandidat PROPER EMAS Tahun 2023:

  1. Juara 1 :PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Integrated Terminal Makassar
  2. Juara 2 :PT PLN Nusantara Power UP Muara Tawar
  3. Juara 3 :PT Pupuk Kujang
  4. Sinematografi Terbaik :PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VII Kasim
  5. Penyajian Substansi Terbaik :PT Badak NGL
  6. Video Terfavorit :PT. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan DPPU Supadio

Selain kepada dunia usaha, Anugerah Lingkungan juga diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja pengelolaan lingkungan hidup kepada pemerintah daerah (Dinas Lingkungan Hidup).

Konsep pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Driver-Pressure-State-Impact-Response (DPSIR). DPSIR adalah kerangka kerja dalam pengelolaan lingkungan dan analisis dampak lingkungan yang didasarkan pada pemahaman tentang hubungan antara berbagai faktor yang mempengaruhi lingkungan. Melalui kerangka DPSIR, para ahli lingkungan dan pengambil kebijakan menganalisis interaksi antara komponen DPSIR, sehingga terjadi keberlanjutan dan keseimbangan dalam pengelolaan lingkungan.

Penghargaan kinerja pengelolaan lingkungan hidup diukur dengan dua indikator utama yaitu Indek Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang menggambarkan status kualitas lingkungan hidup dan Indeks Respon Lingkungan Hidup (IRLH) yang menggambarkan kapasitas daerah dalam mengelola response dalam rangka mempertahankan atau meningkatkan state dalam hal ini adalah IKLH.

“Anugerah ini menjadi wadah bagi para Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagai bentuk pembuktian kinerja kepemimpinan mereka terkait pengelolaan lingkungan hidup. Kandidat memiliki kesempatan untuk menyajikan program inovasi dan strategi yang lebih mendalam. Mereka telah melakukan langkah konkret yang melibatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan pada pencapaian kinerja daerah dalam pelestarian lingkungan hidup”, ungkap Alue.

Penghargaan Green Leadership Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah mulai dilaksanakan pada tahun 2023 sebagai upaya apresiasi terhadap Kepala Dinas bidang Lingkungan Hidup Provinsi dan Kabupaten/Kota yang berkinerja baik serta berhasil membangun dan memelihara kolaborasi antar OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan pengelolaan lingkungan hidup di daerahnya.

Baca Juga:   Wapres Tekankan Pentingnya Industri Olahraga Sumbang Pertumbuhan Ekonomi

Anugerah Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Terbaik Tahun 2023 dipilih diambil dari nominasi 5 (lima) kandidat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan 10 (sepuluh) kandidat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota terbaik. Dari nominasi tersebut ditetapkan Anugerah Kinerja Pengelolaan Lingkungan Daerah kepada 3 Provinsi Terbaik dan 5 Kabupaten/Kota terbaik yaitu:

Baca Juga:   Forkopimda Jatim dampingi Menhub dan Kakorlantas Polri Lakukan Pengecekan Bandara, Tempat Karantina serta Terminal

Peraih Penghargaan Provinsi:

  1. Hanifah Dwi Nirwana, ST, MT – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan.
  2. Julmansyah, S.Hut., M.A.P – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat.
  3. Jempin Marbun, SH, MH – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur.

Peraih Penghargaan Kabupaten/Kota:

  1. Heru Triatmojo, SP, M.Si – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang.
  2. Miftahul Ulum, ST., M.Si – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang.
  3. dr. Suryadi Panjaitan, M. Kes., Sp.PD – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan.
  4. Drs. I Wayan Puja, M.Si – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung.
  5. Dra. Hertutik, M.Si – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang.(***)

Hadapi Krisis Lingkungan, Wapres Dorong Program PROPER sebagai Kompas Praktik Ekonomi Hijau

Jakarta, wapresri.go.id – Dunia tengah dihadapkan pada krisis lingkungan berupa perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Masalah ini adalah persoalan universal yang perlu diatasi bersama, salah satunya, melalui pembangunan berkelanjutan.

Dalam konteks ini, program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) dipandang menjadi platform bagi perusahaan untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan berkelanjutan tersebut, terutama untuk mencegah kerusakan lingkungan dan pencemaran akibat aktivitas industri yang dilakukan.

“PROPER sepatutnya menjadi kompas yang mampu memandu praktik bisnis berkelanjutan dengan mengaplikasikan prinsip ekonomi hijau, bahkan mendorong capaian yang melebihi ketaatan industri terhadap peraturan lingkungan hidup,” ucap Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin dalam sambutannya saat menyerahkan Anugerah PROPER 2023, di Hotel Bidakara Jakarta, Jalan Gatot Subroto Kav. 71-73, Kota Jakarta Selatan, Rabu (20/12/2023).

Untuk itu, lebih lanjut Wapres menguraikan poin-poin yang perlu menjadi perhatian para pemangku kepentingan. Pertama, ia meminta kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan agar terus ditingkatkan.

“Perlu menjadi perhatian bahwa mayoritas peserta tahun ini berada di level BIRU. Di tahun berikutnya, saya harapkan persentase perusahaan akan mendominasi di kategori HIJAU dan EMAS,” pinta Wapres.

Begitu pula, tambahnya, perusahaan yang masih berada di level HITAM dan MERAH diharapkan segera mengakselerasi tata kelola perusahaan sekaligus memenuhi standar lingkungan yang ditetapkan pemerintah.

Kedua, Wapres mengingatkan efisiensi pengelolaan lingkungan perlu dibarengi dengan semangat pemberdayaan masyarakat.

Ia menuturkan, PROPER tahun ini telah mendorong efisiensi anggaran dalam pengelolaan lingkungan hingga lebih dari 158 triliun Rupiah atau sekitar 23 persen lebih hemat dari tahun sebelumnya. Dari sisi pemberdayaan masyarakat, sambung Wapres, tercatat dana yang digulirkan perusahaan mencapai 1,56 triliun Rupiah. Selain itu, terdapat lebih dari 20 ribu kegiatan yang menjawab Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dengan total dana sekitar 57 triliun Rupiah, naik hampir 24 persen sejak pertama kali PROPER diluncurkan pada 2018.

“Saya minta anggaran ini dipastikan pemanfaatannya secara tepat untuk pengelolaan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pesannya.

“Saya juga berharap, penganugerahan PROPER mampu mengubah paradigma bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan bukan hanya sekadar berbagi bantuan, melainkan juga menjadi kegiatan yang berorientasi pada pemberdayaan dan kemandirian masyarakat,” imbuh Wapres.

Ketiga, ia mengimbau, kolaborasi multipihak dan peran aktif dunia usaha supaya ditingkatkan.

Menurut Wapres, sumbangsih ini sangat penting untuk mewujudkan komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca menjadi 31,89 persen dengan kemampuan sendiri dan 43,20 persen dengan dukungan internasional pada 2030. Terlebih, negara ini juga memiliki komitmen untuk mendukung target pencapaian Emisi Nol Bersih pada 2060.

“Secara khusus saya berpesan kepada pelaku dunia usaha, untuk meningkatkan kontribusi dan mengambil tindakan konkret dalam mengatasi perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong melaporkan detail penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang tahun ini dilakukan terhadap 3.694 perusahaan peserta. Adapun rinciannya, yaitu sebanyak 79 perusahaan berperingkat EMAS, sebanyak 196 perusahaan berperingkat HIJAU, sebanyak 2.131 perusahaan berperingkat BIRU, sebanyak 1.077 perusahaan berperingkat MERAH, tidak ada perusahaan yang berperingkat HITAM, dan sebanyak 211 perusahaan ditunda pemeringkatannya. Bagi Kementerian LHK, kehadiran Wapres dalam momen penyerahan anugerah ini menjadi sebuah motivasi tersendiri.

“Kehadiran beliau [Wapres] tentu menjadi pendorong semangat dan inspirasi bagi kita semua untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang lebih baik untuk generasi saat ini dan masa yang akan datang,” ujar Alue Dohong.

Hadir dalam acara ini jajaran Dewan Pertimbangan PROPER beserta pimpinan perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara.

Sementara, Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Plt. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Sapto Harjono Wahjoe Sedjati, Staf Khusus Wapres Zumrotul Mukaffa, dan Tim Ahli Wapres Farhat Brachma. (RR/RJP, BPMI – Setwapres/***)

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.