Minggu, Juni 16, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

KONTRASTIMES.COM-JAKARTA, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebut jaringan JI memiliki 6.000 anggota yang pergerakannya terus dipantau oleh Densus 88.

Dan sebanyak 22 tersangka teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Jawa Timur (Jatim) akhir Februari lalu akan dibawa ke Jakarta.

“Jadi gini, JI itu anggota dan kelompoknya pernah kami sampaikan jumlahnya 6.000. Nah, 6.000 itu gabungan anggota dan simpatisan,” ujar Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (12/3/2021).

“Simpatisan bisa bergeser tentunya. Ya Densus 88 nggak berhenti akan terus lakukan pemantauan dan monitor terhadap kelompok tersebut,” tuturnya.Sementara itu, lanjut Ramadhan, 22 tersangka teroris yang ditangkap di Jatim menamakan diri mereka sebagai kelompok Fahim.

Puluhan tersangka teroris itu segera dibawa ke Jakarta dalam waktu dekat.”Kelompok Fahim itu JI, mereka namakan diri kelompok Fahim. Jadi Fahim itu daerah Jatim. 22 tersangka dalam waktu dekat bakal dibawa ke Jakarta,” tandas Ramadhan.

Sebelumnya, Densus 88 Polri menangkap 22 tersangka teroris dalam serangkaian operasi di Jatim.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat itu menjelaskan kasus teroris ini masih terus dikembangkan Densus 88.Rusdi menyebut 22 tersangka teroris itu menamakan diri kelompok Fahim.

Dia menegaskan Polri akan terus mengusut kelompok Fahim ini.”Masih dikembangkan lagi oleh Densus untuk betul-betul kelompok Fahim ini bisa diselesaikan di Jatim. Jadi sudah 22,” tuturnya.

Untuk rencana membawa 22 tersangka teroris itu ke Jakarta, Rusdi menjelaskan, pihaknya masih menunggu pihak Densus 88. Rusdi memastikan publik akan tahu apabila semua tersangka teroris dari Jatim itu dibawa ke Jakarta.

“Nanti kita lihat rencana Densus bagaimana, kemungkinan akan dibawa ke Jakarta bagaimana.

Saya rasa kalau dibawa ke Jakarta pun publik akan tahu,” tandas Rusdi.(*)

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.