Selasa, Juni 25, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Banyuwangi- Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar dialog Empat Pilar yang digelar dalam bentuk tor meeting PT BSI dengan mengajak sejumlah warga naik melihat tambang emas yang sudah melakukan eksploitasi kekayaan alam Banyuwangi semenjak 2017-2022, kemudian dilanjutkan dengan dialog terbuka bersama masyarakat di Kantor Dese Sumberagung Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi, pada 09 Desember 2022.

Empat Pilar yang hadir pada kegiatan tersebut dari Kabupaten Banyuwangi Moh. Lutfi selaku Plt.Kepala Kesbang pol Kabupaten Banyuwangi, Kemudian dari Intelkam Polresta Banyuwangi, Kepala Desa Sumberagung Vivin Agustin dan Sekitar 30 Orang Masyarakat yang disebut Pendukung keberadaan tambang emas PT.BSI di Pesanggaran.

Dalam dialog terbuka tersebut, masyarakat yang selama ini dipeta konflik dengan adanya dua kelompok pendukung tambang emas dan masyarakat tolak tambang emas, setidaknya mulai terbuka dalam menyampaikan persoalan, bahkan masalah tersebut disampaikan oleh masyarakat pendukung tambang emas yang hadir pada pertemuan tersebut.

Diawal pertemuan, Moh Lutfi Plt Kepala Kesbang pol Kabupaten Banyuwangi menyampaikan, bahwa Pemkab Banyuwangi menawarkan solusi dalam bentuk perjanjian kerjasama antara PT BSI dan Desa yang nantinya akan ditandatangani bersama Forkopimda.

“Kalau sudah ditandatangani itu nanti jadi terikat, mengetahui Bupati Banyuwangi, Kapolresta Banyuwangi, Dandim Banyuwangi, Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Pengadilan Negeri Banyuwangi, DPRD Banyuwangi dan apa hasilnya dari pertemuan ini akan saya sampaikan ke Bupati Banyuwangi” papar Lutfi.(09/12/’22).

“Kalau sudah ditandatangani Forkopimda masak apa mau di Prank,” tandas Lutfi.

Sementara itu, Joko salah masyarakat yang hadir pada pertemuan tersebut mengungkapkan, bahwa Keberadaan PT BSI yang dianggap oleh beberapa orang telah menyejahterakan masyarakat hanyalah kebohongan belaka sebab mereka saja tidak bisa bekerja di PT.BSI, dan banyak pemuda di Sumberagung dan Pancer masih pengangguran.

Joko juga menanyakan terkait CSR, selama ini yang menyerap siapa yang untuk pemberdayaan dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat itu mana, apa dengan adanya PT BSI hanya bisa memberikan bantuan berupa barang ke nelayan.

“Ini BSI apa DSI, sampai saat ini, masyarakat yang mengajukan lamaran kerja tidak satupun diterima masuk jadi karyawan PT BSI, kalaupun ada yang diterima mereka melewati jalur khusus, dan hanya orang-orang tertentu,” imbuh warga lain yang juga hadir.(09/12/’22).

Baca Juga:   Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Jadi Saksi Pelantikan KASAD Jenderal Maruli Simanjuntak
Baca Juga:   OTT PROBOLINGGO, H. Firli Bahuri ; KPK Tahan 5 Tersangka Termasuk Bupati dan Anggota DPR RI

Menjawab pertanyaan warga, Kepala Desa Sumberagung Vivin Agustin juga menegaskan, untuk kesejahteraan warga yang itu dikaitkan dengan lapangan pekerjaan memang sebenarnya hanya omong kosong belaka.

“Ada Tambang Emas besar seperti itu warga Desa Sumberagung saat ini Keleleran gak punya kerjaan, kami pernah disampaikan suruh merekrut tenaga kerja sebanyak -banyaknya, sudah saya rekrut sekitar 250 orang, tapi setelah saya beserta BPD mengantar lamaran kerja ke PT BSI, SATU PUN TIDAK ADA YANG DITERIMA,” ujar Kades Vivin Agustin.

Lebih lanjut Vivin Agustin menjelaskan, bahwa acara yang digelar saat ini untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, khususnya masyarakat sekitar tambang emas, bukan sosialisasi rencana eksploitasi penambangan Gunung Salakan.

“Perlu saya tegaskan agenda saat ini adalah tor meting PT BSI dan mendengar aspirasi warga, tidak membahas urusan Gunung Salakan, tapi membahas selama ini masyarakat sudah dapatkan apa, wong kerja saja gak bisa,”. Vivin Agustin.

“APBDes memang ada penambahan tapi itu untuk kegiatan Desa dan pembangunan, kalau ngomong kesejahteraan masyarakat berarti lapangan pekerjaan,” imbuh Vivin Agustin

Warga lain Dadang dari Silirbaru yang juga hadir pada forum tersebut menyampaikan, yang sudah pernah disampaikan itu dilaksanakan tidak perlu muluk-muluk.

“Kemarin kita ketemuan dengan orang BSI membahas 5 item, tapi untuk masalah realisasinya yang sulit itu, yang pertama irigasi, tempat H.Tarom terdapat 50 s/d 60 Hektare tanah tidak bisa dialiri irigasi, perusahaan hadir juga tidak bisa menguntungkan warga, yang kedua plengsengan ditempat saya paling dalam kalau terjadi banjir wilayah Kaliuluh Umpangkarang, proposal sudah masuk realisasi tidak ada,”. Ungkap Warga.

Lebih lanjut warga tersebut mengatakan, yang ketiga masalah jalan, untuk jalan itu juga merupakan kebutuhan BSI tampi kalau hanya ditambal, malah membuat warga bising “gembradak” suara ban mobil.

Yang keempat, soal penerangan jalan yang mengunakan penerangan jalan bukan hanya masyarakat akan tetapi juga dari BSI, mulai dari Lowi sampai Pos BSI.

Yang terakhir, masalah rekrutmen karyawan PT BSI, mereka itu tebang pilih Sementara masyarakat tidak bisa bekerja.

Baca Juga:   DPD SWI Kabupaten Magetan Bagi Takjil di Traffic Light Gorang Gareng Dan Buka Puasa Dengan Ketua DPRD
Baca Juga:   Hadiri Puncak Peringatan Harganas ke-30 Tahun 2023, Wapres KH. Ma’ruf Amin RI Bertolak ke Banyuasin

“Masyarakat yang tidak Punya konco di BSI, nasibnya sampai sekarang peteng dedet, saistu niku, masalah rekrutmen juga ada oknumnya itu” tegas Warga.

Pernyataan lain disampaikan Jumali BPD warga Dusun Sungai Lembu, BSI memang sudah membantu untuk kendaraan Bis sekolah dari Pancer sampai ke sekolahan masing-masing, tapi untuk Dusun yang lain tidak ada.

“Kalau di Pancer katanya ada pos kesehatan Geratis dari PT BSI, tapi kalau di Sungai Lembu tidak ada, Sementara dari sungai lembu ke Pancer sangat jauh,” kata Jumali.

Jumali menegaskan, untuk rekrutmen karyawan PT BSI yang warga dari sini kurang, itu yang keluar masuk orang jauh-jauh bukan warga Sumberagung.

“Sementara itu, PT BSI juga dikatakan memberikan Bansos, tapi itu hanya dua bulan setelah itu berhenti,” imbuh warga disamping Jumali.

Sementara itu dari penelusuran awak media, dari keterangan warga lain yang hadir pada pertemuan tersebut mengatakan warga yang terlihat bekerja di BSI merupakan orang luar daerah yang diberi KTP sini.

“Yang bekerja mayoritas Itu warga luar daerah KTP-nya saja di bikin warga Sanggar, untuk menyiasati sebab dia bekerja di PT BSI,” Pungkas salah seorang warga saat dikonfirmasi secara terpisah.

Desi Dwan.

Video Lengkap Dialog Terbuka Empat Pilar, Prank PT BSI Sejahterakan Rakyat Banyuwangi

Video dialog jaring aspirasi masyarakat dan Evaluasi Keberadaan PT BSI di Balai Desa Sumberagung

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.