Selasa, Mei 28, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

KONTRASTIME.COM-MAGETAN | Sejak siang hingga petang Kabupaten Magetan terus diguyur hujan ringan hingga lebat. Bahkan sebagian wilayah hujan bercampur angin. Tercatat tiga pohon tumbang, terparah pohon beringin berukuran besar tumbang dan menimpa teras kantor perijinan di jalan Pahlawan kota Magetan hingga rusak parah pada Rabu (22/12)

Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat juga terjadi di wilayah Kacamatan Takeran, akibatnya rumah warga di Desa Waduk dilaporkan roboh, karena sebagian besar kayu atap rumah sudah rapuh sehingga tidak kuat menahan curah hujan yang tinggi.
Rumah roboh tersebut milik janda Pariyatmi 53 tahun di desa Waduk Kecamatan Takeran.

“Pada hari Selasa tanggal 21 Desember 2021 sekira pukul 14.00 wib sampai sore hari, wilayah Kecamatan Takeran desa Waduk diguyur hujan lebat. Sekira jam 17.30 Wib atap dapur rumah ibu Pariyatmi yang diketahui sebelumya sudah rapuh terdengar suara krek.keek.
Tidak berselang lama atap mengalami roboh dan tembok dapur ambrol,” kata AKP Budi Kuncahyo Kasi Humas Polres Magetan. Rabu (22/12/2021).

Mendapat laporan tersebut kemudian Kapolsek Polsek Takeran bersama anggota dan Bhabinkamtibmas desa Waduk mendatangi TKP, dan pagi hari ini dilakukan kerjabakti Polri-TNI bersama pihak perangkat desa dan masyarakat.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa atap dan tembok dapur roboh tersebut. Pemilik rumah saat itu sedang berada di rumah depan. Kerugian materi tafsir kurang lebih Rp. 7 jutaan,” jelasnya.

Hari ini pelaksanaan kerja bhakti membersihkan material rumah yang roboh masih berlangsung oleh anggota Polri dan TNI serta warga sekitar.

Selesai kegiatan kerja bakti, Kapolsek Takeran AKP Hendro Warsito SH memberikan santunan berupa sembako dan sejumlah uang kepada keluarga Sdri Pariyatmi.

“Mudah mudahan ini dapat sedikit meringankan beban warga terdampak dan diberikan ketabahan bagi Ibu Pariyatmi,” pungkasnya.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada, dan berhati-hari terhadap dampak potensi cuaca ekstrem, menebang dahan pohon yang mulai lapuk. Hal ini untuk mengantisipasi dampak dari hujan disertai angin kencang. Selain itu, ia juga meminta masyarakat gotong royong membersihkan selokan ( HumPol/Jack )

Baca Juga:   Abu Biksu Tertua Tua Luang Pho Yai Berubah Jadi Warna Emas

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.