Senin, April 22, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Sumenep, – Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin hari ini, Rabu (09/08/2023), menyampaikan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-37 dan Wisuda Magister, Sarjana, dan Diploma Universitas Wiraraja (UNIJA) di Jl. Raya Sumenep – Pamekasan Km 05 Patean, Sumenep, Jawa Timur.

Mengawali orasinya di hadapan para wisudawan dan segenap civitas academica UNIJA, Wapres memaparkan empat isu global yang saat ini tengah menjadi perhatian dunia.

“Yang pertama, kita menyaksikan eskalasi tensi geopolitik, utamanya akibat rivalitas antara Amerika Serikat dengan China, dan invasi Rusia ke Ukraina,” ungkapnya.

Kondisi ini, papar Wapres, telah memicu instabilitas ekonomi dan keuangan dunia, serta berdampak luas hingga ke urusan domestik bangsa-bangsa.

“Kedua, planet bumi juga semakin memanas akibat krisis iklim. Krisis iklim adalah ancaman eksistensial bagi kemanusiaan dan teritori negara,” sebutnya.

Menurut laporan PBB baru-baru ini, Wapres mengungkapkan, krisis iklim telah mengakibatkan tinggi permukaan laut terus mengalami peningkatan secara cepat, yang dapat berdampak pada hilangnya teritori negara.

“Laporan BRIN mengkonfirmasi hal ini. BRIN memperkirakan, 115 pulau di Indonesia akan tenggelam pada tahun 2100 akibat kombinasi dua persoalan yang disebabkan perubahan iklim, yaitu peningkatan permukaan air laut dan penurunan permukaan tanah,” ungkap Wapres.

Sementara isu ketiga, lanjutnya, adalah semakin masifnya penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Menurutnya, kecerdasan buatan diproyeksikan akan mengubah kehidupan manusia dan akan terus berlangsung selama beberapa generasi.

“Meskipun demikian, kemampuan kecerdasan buatan untuk menggantikan kreativitas dan inovasi alamiah manusia masih diragukan,” ujarnya.

Terakhir, Wapres menjelaskan isu demografi, yakni jumlah pemeluk Islam yang tumbuh paling cepat di dunia.

“Saat ini terdapat sekitar 2 miliar populasi muslim global, dan Indonesia menjadi rumah bagi lebih dari 230 juta penduduk muslim. Pada tahun 2050, Islam diperkirakan menjadi agama dengan pemeluk terbanyak di dunia,” paparnya.

Dengan adanya isu-isu strategis tersebut beserta persoalan global lainnya, Wapres mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk melakukan refleksi guna merumuskan kebijakan terbaik agar bangsa Indonesia dapat mengatasi berbagai tantangan yang muncul, serta berkomitmen untuk terus maju mewujudkan target-target pembangunan.

Baca Juga:   Wapres Ma’ruf Amin Apresiasi Pengembangan UMKM di Sulawesi Selatan
Baca Juga:   Perkuat TNI Matra Udara, Presiden RI Terima Penyerahan Pesawat Super Hercules C-130 J

“Refleksi yang akan membuahkan kebijakan serta keputusan yang presisi mensyaratkan kejelian dalam menilai fakta-fakta, serta ketangkasan dalam mendayagunakan intelektualitas, keahlian, serta peluang,” ujarnya.

Di sinilah peran edukasi, kata Wapres, menjadi sangat vital. Menurutnya, rendahnya level dan kualitas pendidikan dapat memicu asumsi dan simpulan yang keliru atas urusan-urusan domestik dan global, sehingga dapat melahirkan keputusan dan langkah yang keliru pula.

“Sementara, nyaris setiap hari kita dihadapkan pada pertaruhan dalam memutuskan persoalan yang menyangkut hajat diri sendiri, masyarakat, dan negara,” kata Wapres mengigatkan.

Oleh sebab itu, di hadapan para kaum intelektual UNIJA hari ini, Wapres menitipkan tugas untuk terus merawat eksistensi dan mendorong kemajuan negara Indonesia, di tengah ketidakpastian dan persoalan global yang semakin kompleks.

“Kita telah memancangkan cita-cita yang tinggi, yaitu menjadi negara maju. Berbagai prediksi dari lembaga yang kredibel menyuarakan optimisme bagi masa depan Indonesia yang cerah,” ujar Wapres optimistis.

Adapun untuk merealisasikannya, Wapres menekankan, dibutuhkan kerja, karya, dan upaya dari semua lini, khususnya dari kaum terdidik bangsa Indonesia.

“Pendidikan tinggi merupakan salah satu faktor penentu pertumbuhan ekonomi jangka panjang, pendorong kemajuan teknologi, dan peningkatan keahlian. Perguruan tinggi mesti mampu terus beradaptasi dan menjadi lahan subur bagi inovasi. Perguruan tinggi harus memegang teguh komitmen untuk mencetak generasi yang berdaya saing global,” tandasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Bupati Sumenep Achmad Fauzi, seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Sumenep, dan para Pimpinan Perguruan Timggi se-Madura.

Sementara, Wapres didampingi Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Suprayoga Hadi, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono W.S., Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi, Masykuri Abdillah, Robikin Emhas dan Zumrotul Mukaffa, serta Tim Ahli Wapres Johan Tedja dan Farhat Brachma. (EP/SK-BPMI, R2- Setwapres)

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.