Rabu, Juni 29, 2022

Dinas Peternakan Magetan Sosialisasi Penanganan Ternak Yang Terkena PMK

KONTRASTIMES.COM-MAGETAN | Dinas Peternakan dan Perikanan kabupaten Magetan melaksanakan Giat sosialisasi pencegahan virus PMK di beberapa wilayah di kabupaten Magetan.
Sesuai update data perhari ini 18 Mei 2022 ada 12 titik dalam 10 kecamatan di kabupaten Magetan.
Disnakkan menerjunkan 50 personil petugas lapangan di bagi beberapa lokasi salah satunya hari ini di desa Turi Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan
Kamis (18/5/2022).

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan kabupaten Magetan drh Nur Haryani saat di konfirmasi saat adakan pertemuan dengan awak media di Ruang pertemuan Disnakkan kabupaten Magetan menyampaikan beberapa stetmen dalam penanggulangan virus PMK .

Cegah PMK dengan MUDAH yang artinya
Memisahkan hewan sakit dengan hewan sehat . Usahakan semprot Desinfektan keluar dan masuk kandang.Data ternak yang sakit dan sehat untuk persiapan pelaksanaan vaksin.Awasi lalu lintas ternak masuk dan keluar dari dan menuju daerah wabah.Hubungi petugas atau Dinas terkait jika ada hewan sakit dengan gejala PMK.

“Pedagang pedagang menaruh harapan besar sekali dalam hal ini menjelang hari raya korban.Kita segera mengambil langkah-langkah dan tindakan ini agar tidak merambah ke peternak yang lain yang berdampak pada peternak .
Kami dari dinas peternakan berupaya menerjunkan tim paramedik untuk lebih mudah mengadakan pemantauan pengawasan dan kondisi sapi pada saat pasar sapi di tutup,”jelas Nur Haryani.

Dijelaskan Nur Haryani pada saat pasar sapi di buka tim paramedik dinas peternakan tidak bisa leluasa memantau kondisi ternak ternak di lokasi pasar akan lebih sulit di deteksi ternak yang terkena PMK.Di sisi lain pasar ternak tutup lebih mudah kita memantau.Kalau ada kasus kita antisipasi mengobati sedini mungkin melakukan pendampingan sampai sapi-sapi itu sembuh.

“Perlu kami jelaskan per tanggal kemarin (18/5/2022 ) di kabupaten Magetan sudah ada 42 kasus positif virus PMK dan kesemuanya sapi.
Kita belum menemukan hewan lain seperti kambing maupun kerbau, dari titik titik ini kami petugas dinas peternakan memberikan pendampingan , pengobatan edukasi kepada peternak yang bersangkutan dan lingkungannya agar tidak menyebar melebar kemana-mana,” ungkap Nur Haryani.

Baca Juga:   Tak Lekang Oleh Zaman, Posyandu Jadi Fasilitas Promotif Preventif
Baca Juga:   Kapolda Jatim Kunjungi Vaksinasi Presisi di Ponpes Mambaul Ma'arif Denanyar

Ditambahkan Kadin peternakan ,kami berharap mengambil langkah-langkah ketika SOP dan KIE sudah disebarkan kepada masyarakat dan kita patuhi bersama-sama lebih mudah memotong mempercepat di kabupaten Magetan akan segera hilang kasus PMK.Sehingga jika tidak di ketemukan kasus dan gejala PMK tata niaga peternakan bisa normal kembali,”pungkasnya.

Dinas Peternakan dan Perikanan kabupaten Magetan menerjunkan personil untuk memantau di lapangan.Disnakkan memaklumi yang di alami peternak sapi di kabupaten Magetan yang terdampak kasus PMK.Namun Daging hewan yang terjangkit virus PMK tidak berbahaya bagi manusia.Dinas Peternakan dan Perikanan sendiri menerjunkan 50 personil yang tersebar di 12 desa di 10 Kecamatan di kabupaten Magetan.

Penulis : Jack.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari kontrastimes.com dan download aplikasi kami, menarik untuk dicoba, setelah di install (klik SKIP pojok kanan atas langsung masuk Berita-berita Ter update) di:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kontrastimes.indonesia

Related Articles

- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.