Senin, April 15, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

KontrasTIMES.COM | Banyuwangi – Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di bumi Blambangan.Ketiga pemburu berita itu bermaksut mencari sebuah data tentang keberadaan penambang pasir dalam melengkapi bahan berita justru nasipnya teraniaya, dikeroyok hingga babak belur dilokasi penambangan pasir.

Insiden tersebut bermula saat Ari Bagus Pranata,Gerry Oktavian,dan Didi Hariyanto sedang melakukan peliputan dilokasi penambangan pasir yang terletak di Desa Klatak,Kecamatan Kalipuro,Banyuwangi atas keluhan masyarakat yang selama ini sangat meresahkan.

“Eronisnya, setibanya di lokasi penambangan milik Mbah Min yakni di Desa Klatak,Kecamatan Kalipuro langsung ketiga jurnalis itu dihadang oleh seseorang berperawakan preman dan langsung menghajarnya memukulnya dan disusul oleh 2 truk warga berseragam berlogo pegawai tambang menyerang bertubi – tubi,” kata Ari Bagus Pranata kepada awak media, Sabtu (7/1/2023).

Hal yang sama disampaikan Gery Oktafian,pelaku yang berjumlah 2 truk berseragam sebagai pegawai tambang milik Mbah Min secara biadab membabi buta mengeroyok, memukul hingga menendang berkali, – kali terhadap dirinya,”Terang Gery seraya nahan sakitnya.

Lebih lanjut Gery memaparkan,kami tidak bisa berbuat apa – apa hanya pasrah saat dikeroyok sambil memegang Handphone, pelaku juga memukul dengan mengunakan besi berkali-kali ke arah kepalanya untung saja tanganku sambil megangi helm,” Tambahnya.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka di jari tangan sebelah, lebam di kepala bagian kiri, ngilu dibagian bahu sebelah kiri. Dan kejadian ini telah di laporkan ke Polresta Banyuwangi dan pihaknya berharap pelaku dapat ditindak secara tegas sesuai aturan yang berlaku.Dan Jurnalis setiap melakukan liputan dilindungi UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.(Im)

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.