Kamis, Mei 30, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Tulungagung – Ekonom Muda Indonesia Kabupaten Tulungagung atau biasa disebut Ekonom Muda Tulungagung menggelar audiensi terhadap Dinas Kesehatan (DINKES) Kabupaten Tulungagung terkait Dugaan Korupsi perjalanan dinas di Dinas Kesehatan dan pelayanan buruk puskesmas di wilayah Tulungagung yang tidak bekerja secara profesionalitas dan sampai saat ini tidak pernah ada perbaikan atau evaluasi kembali.

Acara digelar diruang rapat Bhakti Husada Kabupaten Tulungagung dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung beserta jajaran, pihak Kepolisian Polres Tulungagung dan Ketua Ekonom Muda Tulungagung Yoga Bayu beserta puluhan anggota, (Rabu, 20 September 2023).

Selain itu, Ekonom Muda Tulungagung juga meminta kepada Bupati Tulungagung dan DPRD mengevaluasi kinerja Kepala puskesmas maupun direktur RSUD Tulungagung.

Ia mendapatkan temuan yang diantaranya, pasien yang datang berobat pagi tidak bisa dilayani dikarenakan kedatangan tenaga kesehatan yang molor tidak sesuai jam buka praktik, belum lagi kemarin kami dapat laporan dari beberapa masyarakat berkaitan malpraktik puskesmas maupun malpraktik RSUD” ungkapnya

Lebih lanjut, Bayu juga meminta kepada DPRD dan Bupati Tulungagung untuk mengevaluasi anggaran APBD berobat menggunakan SKTM maupun perjalanan dinas yang mencapai puluhan milyaran.

Ekonom Muda Tulungagung juga meminta kepada Bupati dan DPRD Kabupaten Tulungagung untuk mengevaluasi kinerja direktur RSUD dan Kepala Puskesmas bila terbukti apa yang di lakukannya agar dicopot. “Sudah tidak layak menjadi pimpinan, karena di duga sudah menyalahkan gunakan wewenang jabatan,” terangnya.

Selain itu, untuk karyawan di RSUD maupun Puskesmas di seluruh Tulungagung, berpendapat perlu adanya reformasi. “Reformasi terkait pelayanan di mana banyak karyawan dalam melayani pasien ataupun pengunjung faktanya di lapangan kurang ramah atau bisa di katakan arogan”, tambahnya.

Pengurus Ekonom Muda Tulungagung menuntut agar DINKES segera monitoring dan evaluasi para kepala puskesmas dan jajaran untuk profesional dalam bekerja

“Yang kita temui fakta di masyarakat banyak tenaga kesehatan di puskesmas tidak berkerja secara tepat waktu sesuai aturan dan kurangnya profesionalitas,” Tutupnya.

Baca Juga:   Larang Wartawan Meliput, Kepsek SMAN 1 Jatiluhur Tanty Tuai Sorotan

FKR

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.