Selasa, Juni 25, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

KONTRASTIMES.COM- JAKARTA | Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia ( BEM SI ) akan kembali menggelar Demonstrasi menyuarakan suara rakyat di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (11/4/2022) besok.

Dari informasi yang dirangkum awak media Kontras TIMES (10/04/’22), bahwa demonstrasi tersebut merupakan kelanjutan dari demonstrasi – demonstrasi sebelumnya, dimana mahasiswa menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode karena sangat jelas mengkhianati konstitusi negara.

Selain itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia ( BEM SI ) juga mendesak dan menuntut Presiden Jokowi menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di pasaran dan menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan lainnya.

Lebih lengkap terkait tuntutan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia ( BEM SI ) adalah sebagai berikut:

  1. Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi untuk bersikap tegas atau menolak dan memberikan pernyataan sikap terhadap penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode karena sangat jelas mengkhianati konstitusi negara.
  2. Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi menunda dan mengkaji ulang Undang-undang Ibu Kota Negara (UU IKN), termasuk pasal-pasal bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial, ekologi, politik, ekonomi, dan kebencanaan.
  3. Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di pasaran dan menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan lainnya.
  4. Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.
  5. Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi menyelesaikan konflik agraria di Indonesia.
  6. Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin berkomitmen penuh menuntaskan janji-janji kampanye pada sisa masa jabatan.

KTI

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.