Sabtu, Februari 24, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Banyuwangi – Suasana penyelenggaraan Salat Idulfitri yang dilakukan oleh warga Muhammadiyah Kabupaten Banyuwangi berlangsung aman dan khidmat pada Jumat (21/4/2023).

Meskipun terjadi perbedaan dalam menentukan awal Syawal 1444 H dengan pemerintah, tak membuat keharmonisan di ujung timur Jawa ini terganggu.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bahkan memfasilitasi penyelenggaraan salat Idulfitri yang digelar oleh Muhammadiyah di sejumlah fasilitas publik milik pemerintah.

Satpol PP ikut menjaga keamanan. Petugas terkait juga membantu mengatur lalu lintas dan parkir kendaraan.

Demikian pula jajaran TNI dan Polri turun menjalankan tugas dengan baik. Sehingga pelaksanaan sholat Idul Fitri berjalan lancar.

Di antaranya di Alun-Alun Taman Blambangan, (Banyuwangi), RTH Maron (Genteng), Lapangan Kecamatan Giri, Lapangan Kecamatan Gambiran dan sejumlah tempat lainnya.

Fasilitasi tersebut sesuai dengan permohonan yang diajukan oleh pengurus Muhammadiyah setempat.

“Kami berkomitmen untuk senantiasa merajut harmonis di tengah masyarakat Banyuwangi. Perbedaan apapun tidak selayaknya untuk dijakan alasan perpecahan,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani secara terpisah.

Bahkan, Ipuk mengajak seluruh elemen masyarakat Banyuwangi untuk terus menjaga kebersamaan.

“Mari kita jaga kebersamaan yang telah kita bangun selama ini. Jangan sampai perbedaan kecil, membuat kita terjebak pada perseteruan. Sudah sepatutnya, Ramadan yang kita lalui bersama kemarin menjadikan kita lebih baik lagi,” imbuhnya.

Terlepas dari perbedaan tersebut, kekhidmatan Idulfitri tetap dirasakan. Seperti halnya pelaksanaan salat Idulfitri di Taman Blambangan. Sejak pukul 05.30 WIB, mereka telah memenuhi tanah lapang di pusat kota Banyuwangi itu. Tua muda bercampur menjadi satu. Jamaah laki-laki di bagian depan dan jamaah perempuan di bagian belakang.

Gema takbir terus berkumandang sampai imam salat memulai rangkaian ibadah. Kemudian dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur Ustaz H. Dikkyy Shadqomullah.

Kegembiraan idulfitri juga terpancar dari para jamaah yang mengikuti salat tersebut. Lebih-lebih bagi para perantau yang bisa kembali pulang ke kampung halamannya.

Baca Juga:   Sholat Istisqa, Ratusan Jamaah di Purwakarta Berdoa Minta Turun Hujan

“Alhamdulillah tahun ini bisa balik kampung setelah 3 tahun tidak pulang karena pandemi. Sudah kangen bersilaturahmi dengan saudara dan makan ketupat lontong bersama,” ucap Dayaning Buana (23), Salah satu warga Banyuwangi yang telah lama menetap di Sidoarjo.

Baca Juga:   Jadikan Pondok Natal Terlihat Indah, Satgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS Beri Bantuan Lampu Natal

Perasaan yang sama juga dirasakan oleh Fadly Robby Alfandi (22). Ia mengaku senang bisa berlebaran di Banyuwangi karena selama pendidikan tidak bisa mudik.

“Selalu excited kalo ada waktu pulang ke Banyuwangi. Apalagi tahun ini cuti cukup lama, jadi bisa melepas kangen dan menikmati wisata-wisata di Banyuwangi,” ungkap Mahasiswa (Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) itu. (*)

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.