Rabu, Oktober 5, 2022

Harga Saham Hampir 6 Triliun, Tertahan: Pencairan Hasil Golden Share Pemkab Banyuwangi

Kontras TIMES.COM | Banyuwangi – Harga saham tambang emas milik Pemkab Banyuwangi dari sebelumnya ada diharga Rp.22 Milyar, meningkat pernah mencapai harga hampir Enam (6) Triliun ketika harga saham perlembar ada di 5400, sebelum kemudian turun lagi diangka 3400 dari total sisa Saham Milik Pemkab Banyuwangi 85% atau 85 Lembar saham dari 100% atau 1000 lembar saham PT Bumi Suksesindo Copper And Gold (BSI).

Namun demikian, terlepas pasang surutnya nilai harga saham, sejati Pemkab Banyuwangi belum bisa menikmati hasil dari Golden Share Tambang Emas Gunung Tumpang Pitu, yang saat ini dikelola PT Bumi Suksesindo Copper And Gold (BSI).

“Pemkab Banyuwangi baru mendapatkan hasil dari penjualan 15% hibah saham (15 persen dari 100 persen saham Pemkab Banyuwangi, pada 11 Desember 2020),” papar Plt Kepala BPKAD Banyuwangi Cahyanto, kepada awak media Kontras Times, pada 01 Agustus 2022, kemarin.

Cahyanto menjelaskan, sementara untuk Deviden dari kepemilikan saham Pemkab Banyuwangi di tambang emas PT Bumi Suksesindo Copper And Gold (BSI), Pemkab Banyuwangi sampai saat ini tertahan atau belum mendapatkan Deviden tersebut.

“Pemkab Banyuwangi sampai saat ini belum bisa mendapatkan Deviden dari keberadaan tambang emas, disebabkan belum adanya amanah RUPS dari Pemegang saham pada perusahaan tersebut yang mengamanatkan untuk membagikan keuntungan tambang emas,” tandas Cahyanto.

Cahyanto menjabarkan, memang sewajarnya Pemkab Banyuwangi mendapatkan Deviden dari kepemilikan 10% saham di Tambang Emas Gunung Tumpang Pitu.

“Dengan memiliki saham tambang emas, Pemkab Banyuwangi bisa dapat dua ke untungan, Pertama Deviden dan Kedua nilai harga saham sendiri,” imbuh Cahyanto.

Cahyanto mengungkapkan, Pemkab Banyuwangi saat ini tertahan mendapatkan Deviden, alasannya keuntungan dari tambang emas selama ini masih digunakan untuk investasi, nambah modal perusahaan untuk pengembangan PT Bumi Suksesindo Copper And Gold (BSI).

“Sampai saat ini Deviden Belum pernah dibagikan kepemilik saham, masih untuk investasi, nambah modal perusahaan untuk pengembangan,” tukas Cahyanto.

Baca Juga:   Presiden Jokowi Dorong Peningkatan Nilai Tambah Industri di Tanah Air

Menutup penjelasannya, Cahyanto mengatakan yang dimiliki dan diterima Pemkab Banyuwangi terkait kepemilikan saham ditambang Emas, ya masih sebatas nilai harga jual saham Rp. 3 Triliun lebih di PT Bumi Suksesindo Copper And Gold (BSI).

Baca Juga:   Hapuskan Pekerja Anak di Indonesia, Kementerian PPPA Lakukan Beberapa Upaya Strategis

“Sementara ini ya hanya sejumlah nilai harga jual saham milik Pemkab Banyuwangi, kalau Devidennya belum pernah dapat, jumlah Devidennya berapa kita belum tahu,” pungkas Cahyanto

Penjelasan LBH Nusantara: Dividen merupakan pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya jumlah saham yang dimiliki.

Dengan adanya Pembagian Dividen akan mengurangi laba ditahan dan kas yang tersedia bagi perusahaan, tetapi dengan di distribusikan nya Dividen/ keuntungan kepada para pemilik memang sudah menjadi tujuan utama suatu bisnis, yang untuk di Pemkab Banyuwangi disebut Golden Share dari Hasil Kepemilikan Saham.

Sehingga ketika nantinya saham Pemkab Banyuwangi umpamanya dijual lagi sebelum Dividen dibagikan, secara otomatis Pemkab Banyuwangi merugi, pasalnya jumlah Dividen yang diterima biasanya sesuai jumlah kepemilikan saham.

Maka dari itu menjadi sangat baik untuk masyarakat Banyuwangi apabila Deviden keuntungan tambang emas yang sudah berjalan selama ini, dari hak Kepemilikan Saham Pemkab Banyuwangi, Deviden tersebut bisa segera dicairkan, setidaknya kedepan 1 tahun sekali.

Alasan lain mengapa regulasi pencairan Deviden harus diatur Lebih cepat, tidak lain untuk kepentingan masyarakat dan tentunya juga menjadi pertimbangan adanya batas waktu jabatan politik.

LK/LBH Nusantara

Berita sebelumnya terkait keberadaan tambang emas di Banyuwangi

Related Articles

- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.