Jumat, Mei 27, 2022

Haul 1000 Harinya Almaghfurlah Kyai Asdadin Hasan Bardi di Mushola Aswaja

KONTRASTIMES.COM- BANYUWANGI | Keluarga Kyai Asdadin Hasan Bardi menggelar acara HAUL 1000 Harinya Almaghfurlah Kyai Asdadin Hasan Bardi di Mushola Ahlisunnah wal Jama’ah (Aswaja) Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo, pada 07 Mei 2022

Acara yang digelar dengan cara sederhana tersebut dihadiri setidaknya 150 orang undangan termasuk Kyai Sepuh KH.Ihsanudin Pengasuh PP.Darul Falah Bulurejo, Kyai Rahmat, Gus Imam Subaweh PP Al Atiq, Kyai Basirun, Kyai Supri Ketua Dewan Khous Pagar Nusa Banyuwangi, MWC NU Purwoharjo dan Kyai Gatot Sirojudin serta tokoh-tokoh Masyarakat dan Pemuda

KH.Ihsanudin dalam mauidhoh khasanahnya menjelaskan, Bahwa sosok Kyai Asdadin HB merupakan Ulama’ yang tidak neko-neko tapi getol untuk memperjuangkan Islam Ahli Sunnah wal Jama’ah dan juga NU diantara bentuk perjuangannya beliau mendirikan Mushola Ahlisunnah wal Jama’ah, Jamaah Yasin Ahlisunnah wal Jama’ah, Jama’ah Khotmil Qur’an Ahlisunnah wal Jama’ah dan bersama dirinya (KH.Ihsanudin) menjadi Pelopor Berdiri nya GP Angsor Purwoharjo

KH.Ihsanudin juga menjelaskan, Bahwa dirinya pernah mondok bareng Kyai Asdadin Hasan Bardi di PP Mambaul Ulum Sumberberas Muncar Banyuwangi yang waktu itu diasuh langsung Almaghfurlah Kyai Iskandar, sebelum kemudian Kyai Asdadin HB mondok dibeberapa pesantren besar lain seperti PP Lirboyo Kediri yang kala itu diasuh langsung KH.Mahrus Ali.

Sementara itu Kyai Gatot Sirojudin menjabarkan, meskipun sama-sama pernah jadi PNS Guru di SMAN Purwoharjo, Kyai Asdadin HB merupakan sosok yang getol menolak masuk Partai Golkar pada masa orde baru, bahkan sangking getolnya beliau sempat sowan ke Kiai Haji Raden As’ad bin Syamsul Arifin bin Ruham bin Ihsan bin Khomsi untuk melawan kebijakan Pemerintah yang waktu itu mewajibkan PNS ikut Partai Golkar

Selain itu, Kyai Gatot Sirojudin juga menyebutkan saat Kyai Asdadin HB masih aktif jadi PNS Guru di SMAN Purwoharjo, beliu juga merupakan tokoh utama yang mempelopori berdirinya Masjid di sekolah SMAN Purwoharjo, termasuk mewajibkan semuanya siswa mengikuti sholat Jum’at di sekolah SMAN Purwoharjo

Baca Juga:   Presiden Tinjau Sodetan Akses Jalan Menuju Ibu Kota Negara yang Baru

Pernyataan sama juga disampaikan Kiyai Bakrie yang ikut Nguri-uri perjuangan Asdadin HB menyebutkan, bahwa K.Asdadin merupakan sosok sederhana dan menjauh dari hiruk pikuk perpolitikan, beliau juga diketahui sangat dekat dengan Auliya’ Mbak Kyai Mangil (Kalipait) dan yang lebih membuat banyak orang tertegun saat sebelum meninggal, satu Minggu sebelumnya KH.Asdadin sudah pamit pada jamah Yasin Ahlisunnah wal Jama’ah dan sebelum meninggal pada malam hari raya Idul Adha beliau (KH.Asdadin) tidak seperti biasanya menyampaikan ceramah di Mushola Aswaja sampai jam 23.30 WIB dengan berpesan pentingnya berkorban meskipun sekedar menyembelih seekor ayam saat hari raya idul Adha, sebab itu bisa menjadi bentuk hurmat kita kepada Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Baca Juga:   Begini Gaya Menteri Syahrul Yasin Limpo Usir Wartawan Saat Kunker

“Sekarang ini aku ikut jamaah yasin yang terakhir, Minggu depan aku sudah gak bisa ikut”.Kata Kyai Bakrie menirukan ucapan Kyai Asdadin HB saat mengikuti Jamaah Yasin yang terakhir.(08/05/’22)

“Beliau (Kyai Asdadin HB) juga telah berhasil mengajak atau meng Islamkan beberapa tokoh umat non Muslim untuk masuk Islam”.imbuh Kyai Bakrie

Sedangkan istri Almaghfurlah K.Asdadin HB, Ibu Nyai Anik Choiriyah binti Sunaryo binti Mbah Singo Yudho (Syeh Abdurachman Suryo Negoro), sehari sebelum meninggal K.Asdadin HB menyampaikan kepada keluarga kalau sudah mencarikan daging kurban Kepala Sapi buat nanti waktu Hari raya idul Adha tapi nanti dia tidak bisa ikut makan.

“Sudah tak carikan kepala sapi, tapi aku nanti tidak ikut makan dan benar besoknya pada saat hari raya ada orang datang menghantarkan kepala sapi dari hewan kurban, sementara itu Kyai Asdadin Hasan Bardi baru usai di makamkan”.ucap ibu Nyai Anik Choiriyah

Untuk diketahui, Almaghfurlah KH.Asdadin Hasan Bardi wafat tepat menjelang sholat idul Adha tanggal 11 Agustus 2019, keluarga mengetahui beliau sudah meninggal didalam kamar dengan tangan bersendekap sempurna.

Putra dan Putri Kyai Asdadin HB dan Ibu Nyai Anik Choiriyah

  1. Muhamad Imam Ghozali (Kyai Kasepuhan Luhur Kedaton) istri Fitri Indah AST
  2. Muhammad Imam Syafi’i
  3. Muhammad Imam Hanafi
  4. Dawi Maryam
  5. Jauharotul Janah
  6. Abu Hasan al-Asari
Baca Juga:   Pewarta Harus Tahu Dewan Pers Bukan Lembaga Verifikasi

Ila Arwahi Almaghfurlah KH.Asdadin Hasan Bardi Al-fatihah

Penulis: Desi Dwan

Related Articles

- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.