Selasa, April 23, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Sumenep, – Berdasarkan Undang- undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, fungsi pesantren diantaranya adalah sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu fungsi dalam pendidikan ini, selain terkait bidang akademis juga termasuk dalam kecakapan menjalani kehidupan sehari-hari, salah satunya situasi menjelang Pemilihan Umum (Pemilu).

Oleh karena itu, jelang pesta demokrasi terbesar di Indonesia, pesantren harus dapat mengedukasi masyarakat dan santrinya agar tidak terpecah belah dari potensi keramaian politik yang mungkin terjadi.

“Nah ini biasanya pesantren itu justru mengarahkan masyarakat dan santrinya supaya tidak terjadi polarisasi, tidak terjadi pembelahan,” tutur Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pada keterangan persnya kepada awak media di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, Rabu (9/08/2023).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, peran pesantren menjadi penting dalam edukasi ini sebab di dalam Islam terdapat prinsip tentang cinta tanah air yang diajarkan oleh para ulama kepada masyarakat dan santri.

“Peran pesantren dalam politik nasional sebenarnya pesantren itu sudah menanamkan tidak saja dalam menghadapi Pemilu, tapi sudah sepanjang masa. Prinsip yang dibangun, pesantren itu kan memiliki prinsip mencintai tanah air menjadi bagian dari iman. Bagaimana pesantren itu menjaga tanah air supaya tidak terjadi hal-hal yang [tidak diinginkan], apa namanya benturan,” papar Wapres.

Selain itu, tambahnya, terdapat juga edukasi yang mengajarkan tentang bagaimana memilih pemimpin yang baik, yang dapat membawa kebaikan bagi bumi dan masyarakat.

“Dalam memilih itu sudah punya garisnya bahwa pesantren itu harus memilih yang terbaik dari yang baik, ya yang memiliki kelebihan. Yang kedua itu, memiliki kelayakan. Yang ketiga, yang paling maslahat. Ini paling tidak memiliki tiga kriteria,” imbuh Wapres.

“Karena kalau ada yang unggul, afdol, sedangkan milih yang tidak unggul itu tidak boleh, itu ada hadisnya,” terangnya.

Menutup keterangannya, Wapres sekali lagi menekankan, bahwa pesantren memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat dan santrinya jelang Pemilu melalui panduan-panduan yang sesuai ajaran Islam, sehingga tidak terpolarisasi dan dapat memilih pemimpin terbaik diantara yang baik.

Baca Juga:   Wapres RI: Pemerintah akan Bangun Hunian untuk Warga Terdampak APG Mahameru
Baca Juga:   Aktifis Perempuan dari Pesantren, Margaret Aliyatul Maimunah Terpilih Jadi Ketum PP Fatayat NU

“Saya kira begitu dan pasti selalu membawa ketenteraman,” pungkas Wapres.

Hadir mendampingi Wapres dalam keterangan pers ini diantaranya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Staf Khusus Wapres Bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi, serta Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah K.H. Abdul A’la Basyir (NN/AS, BPMI –R2- Setwapres)

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.