Kamis, Juni 13, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontrastimes.com, Riau/INHIL – Perusahaan jasa expedisi J&T Express cabang Tembilahan kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diduga melakukan penahanan ijazah bagi karyawan khusus bagian admin bawah dan Sprinter (Kurir).

Salah satu karyawan J&T cabang Tembilahan mengaku ijazah aslinya ditahan oleh pihak J&T Tembilahan, dengan alasan agar tidak kabur atau berhenti mendadak.

“Kamikan pegang uang setiap hari, jadi alasannya itu, biar kami tidak kabur. Padahal waktu melamar pekerjaan tidak ada syarat penahanan ijazah asli,”kata sumber yang enggan disebut namanya(Mr. X).

Mr X juga mengatakan dari awal masuk kerja di J&T tidak ada perjanjian tertulis terkait penahanan ijazah selama bekerja di J&T, dirinya mengaku sangat khawatir apabila ijazah terus ditahan oleh perusahaan. Mr. X mencontohkan misal terjadi insiden kebakaran dan ijazah itu rusak, yang jelas yang dirugikan adalah pekerja.

“Sebenarnya takutlah kalau ijazah asli ditahan, kan itu aset pribadi. Bertahun tahun sekolah dulu baru bisa dapat ijazah,” ujar Mr. X kepada Wartawan.

Menanggapi penahanan ijazah ini Sobaruddin pada wartawan mengatakan
“Ijazah adalah surat yang menyatakan bahwa seseorang telah menyelesaikan Pendidikan dan berhasil mempelajari suatu tingkatan ilmu dan pelajaran di Dunia Pendidikan,”ujarnya

Seperti yang di ketahui bersama, ijazah merupakan bukti tertulis bahwa seseorang telah menyelesaikan pendidikannya dan dianggap sudah memahami ilmu-ilmu yang telah diajarkan pada Sekolah yang di alaminya.

“”Nah, karena itu ijazah merupakan surat berharga dan penting karena untuk mendapatkannya dibutuhkan kerja keras dan pengorbanan yang baik terutama segi tenaga, pikiran, waktu, biaya, dan ijazah itu kita dapatkan dengan perjuangan keras. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan), sejatinya tidak ada aturan yang memperbolehkan perusahaan untuk menahan surat-surat berharga milik karyawan, termasuk ijazah,”tegasnya.

“Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Inhil juga mengevaluasi kebijakan J&T Tembilahan atas dugaan penahanan ijazah karyawan, dan menyatakan bahwa hal itu kurang efisien dan telah melanggar aturan undang undang ketenagakerjaan Republik Indonesia,”tambah Sobaruddin

Baca Juga:   Hindari Jalan Berlubang di Nglegok Blitar, Pemuda Pengendara Motor Tersungkur Hingga Meninggal

Hal ini berawal dari postingan lowongan kerja di grup Facebook Lowongan Kerja Tembilahan dan sekitarnya (Indragiri Hilir) pada 6 November tahun 2020, akun Facebook Herliza Febriyanti memposting lowongan kerja J&T Express Tembilahan sangat berbeda dengan cara yang di sampaikan dan terlaksana.

Baca Juga:   Karena Tanjakan Jalan,Akibatkan laka lantas

Dalam postingan tersebut syarat calon pekerja yang ingin masuk bekerja J&T hanya menyerahkan, Fotocopy KTP, Fotocopy KK, Fotocopy Ijazah terkahir, Pas Foto, dan surat pengalaman kerja (jika ada). Syarat berikutnya, pria minimal lulusan SMA/SMK, usia 19-28 tahun, memiliki motor pribadi, memiliki smartphone android (wajib) dan jujur ulet tekun, dan calon pekerja melamar pekerjaan di J&T Tembilahan tidak ada mewajibkan ijazah asli bagi para calon pekerja.

Pimpinan J&T Tembilahan Muhammad Amin melalui bagian Humas saat dikonfirmasi salah satu tim media grup melalui WhatsApp perihal penahanan ijazah, ia tidak menjawab. Sampai berita ini di terbitkan, belum ada klarifikasi dari pihak J& T Cabang Tambilahan Kabupaten Inhil.

Dinas tenaga kerja dan dinas yang terkait diharapkan segera menyikapi temuan dugaan penahanan ijazah ini, jika dibiarkan hal ini dapat merugikan karyawan, dan lagi dengan menahan ijazah karyawan perusahaan J&T di duga sudah melanggar aturan undang undang ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Penulis :“Endy¬©–Dnst/Tim-Red”

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.