Minggu, Juni 16, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

KONTRASTIMES.COM- JAKARTA | Penangkapan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI), Wilson Lalengke, oleh Tim Gabungan Resmob Polda Lampung dan Polres Lampung Timur, pada Sabtu (12/03/2022), terindikasi bukan berdasarkan dari laporan masyarakat adat. Melainkan berawal dari laporan yang dibuat oleh polisi sendiri.

Hal itu didasari oleh statement Kapolres Lampung Timur, AKBP Zaky Alkazar Nasution, yang dikutip oleh berbagai media massa online. Dimana pihak kepolisian telah membuat laporan model A, yang kemudian ‘disusul’ oleh laporan model B.

Statement Kapolres Zaky ini, salah satunya seperti yang termuat di laman Sinarlampung.co;

Wilson Lalengke, diamankan Tim Gabungan Resmob Polda Lampung dan Polres Lampung Timur, saat akan keluar dari Polda Lampung, Sabtu 12 Maret 2022. Wilson diamankan atas laporan model A, dan dari masyarakat adat di Lampung Timur, yang tidak terima papan bunganya dirusak, dan membuat keonaran di Mapolres Lampung Timur.

Kapolres Lampung Timur AKBP Zaky Alkazar Nasution membenarkan bahwa pihaknya mengamankan WL dan beberapa rekannya yaitu ES dan AM, dugaan melakukan perusakan. “Benar kita telah mengamankan WL, laporan model A dan sekarang biarkan kami bekerja melakukan proses pemeriksaan dan kebetulan hari ini ada juga Penyimbang adat yang juga melaporkan hal yang sama,” kata Kapolres.

Statement yang hampir mirip dan lebih jelas turut dikutip dari laman pemberitaan Lampungpro.co. dimana media yang berafiliasi Dewan Pers itu menulis:

Pihak kepolisian kini masih memeriksa Wilson Lalengke. Menurut Kapolres Lampung Timur AKBP Zaky Alkazar Nasution, pihaknya menahan Wilson dan dia rekannya yaitu ES dan AM atas dugaan perusakan.

“Laporan model A sedang dibuat. Sekarang biarkan kami bekerja melakukan proses pemeriksaan dan kebetulan ada juga penyimbang adat yang juga melaporkan hal yang sama,” kata Kapolres.

Dari kutipan pemberitaan Sinarlampung.co dan Lampungpro.co diatas, terbaca adanya dua laporan yang dibuat. Pertama laporan model A dan laporan masyarakat adat.

Baca Juga:   Kodim 0817 Gresik Perdana Dimasa Pandemi Selenggarakan Upacara Bendera Dengan Penuh Khidmat

Lantas apa yang dimaksud dengan laporan model A dan laporan model B, dan apa bedanya?

Baca Juga:   Semi Final Liga Champions Eropa, Manchester City Menang Tipis Saat Menjamu Real Madrid Di Kandang

Berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Perkapolri) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana, pada Bab II mengenai Laporan Polisis dan Penyidikan, dimana pada pasal 3 ayat 5 huruf a dan b disebutkan;

(5) Laporan Polisi sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf b, terdiri atas:

  1. Laporan polisi model A, yaitu laporan polisi yang dibuat oleh anggota Polri yang mengalami, mengetahui atau menemukan langsung peristiwa yang terjadi; dan
  2. Laporan polisi model B, yaitu laporan polisi yang dibuat oleh anggota Polri atas laporan yang diterima dari masyarakat.
    Kendati demikian, belum adanya konfirmasi lebih lanjut terkait–tentang siapa yang melaporkan Wilson terlebih dahulu? Apakah polisi ‘sengaja’ membuat laporan sendiri (yang memang dibenarkan oleh Perkapolri) demi menangkap Wilson? Atau atas dasar laporan dari masyarakat?

Hal ini turut menjadi pembahasan di meja redaksi, lantaran terdapat dua opini yang berkembang pasca penangkapan Wilson. Pertama, bahwa Wilson ditangkap lantaran adanya pelaporan dari masyarakat adat yang tak terima papan bunganya ‘dirusak’, sementara disisi lain, Wilson ditangkap atas ‘inisiatif’ polisi.

Terlepas dari itu, seperti yang diberitakan sebelumnya, wartawan senior dan juga tokoh pers nasional, Wilson Lalengke, ditangkap oleh Tim Gabungan Resmob Polda Lampung dan Polres Lampung Timur, di depan gerbang Polda Lampung Itera, pada Sabtu (12/03/2022) siang kemarin.

Penangkapan Wilson ini terkait kehadirannya ke Mapolres Lampung Timur yang awalnya guna mengkritisi penangkapan salah seorang wartawan yang juga anggota PPWI Lampung berinisial MR–yang diduga tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) penangkapan.

Namun dalam kesempatan itu, Wilson kemudian tambah geram lantaran melihat adanya berbagai papan bunga ucapan “selamat dan sukses” atas penangkapan MR yang ditujukan kepada pihak Polres Lampung Timur.

Alhasil, Wilson pun merobohkan beberapa papan bunga ucapan yang terpampang di depan kantor Mapolres Lampung Timur tersebut. Dan atas dasar perobohan itulah Wilson kemudian ditangkap atas dugaan melakukan “pengrusakan”.(***)

Baca Juga:   Saatnya, Malu Dengan Malaysia

Jurnalis :“Endy©️-Dnst/Tim-Red”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari kontrastimes.com dan download aplikasi kami, menarik untuk dicoba, setelah di install (klik SKIP pojok kanan atas langsung masuk Berita-berita Ter update) di:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kontrastimes.indonesia

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.