Minggu, Juli 14, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Jakarta, – Pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Pemilihan Umum (Pemilu) memiliki banyak dinamika. Dinamika tersebut di antaranya mulai dari perbedaan pendapat antarpendukung calon pemimpin, hingga beredarnya informasi-informasi tidak benar (hoaks) di masyarakat.

Oleh karena itu, untuk memastikan berjalannya pelaksanaan Pemilu 2024 dengan damai dan lancar, diperlukan keterlibatan peran dari berbagai pihak, salah satunya penggunaan hak pilih dengan baik oleh masyarakat.

“Kita berharap rakyat kita sudah kan, kita itu kan punya kewajiban ya untuk menyukseskan Pemilu ini supaya masyarakat paham ya. Sebab suksesnya Pemilu itu kan berarti dalam rangka memberikan legitimasi terhadap kepemimpinan nasional ya, itu kewajiban kita. Jadi, masyarakat jangan sampai tidak ikut [memilih], tidak ikut mengambil peran,” imbau Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin dalam wawancara dengan TVRI pada program Dialog Kebhinekaan dengan tema “Memelihara Keteduhan dalam Menyongsong Pemilu 2024” di Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, Jumat (08/09/2023).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, penggunaan hak pilih yang baik penting dilakukan untuk menghindari adanya golongan putih (golput) yakni sekelompok orang yang apatis dan tidak menggunakan hak suara. Sebab, suara masyarakat merupakan penentu jalannya roda pemerintahan dan kemajuan Indonesia ke depan.

“Karena itu menentukan nasib bangsa ini selama 5 tahun ya,” imbuh Wapres.

Di sisi lain, Wapres juga memaparkan peran serta yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam upaya menyukseskan jalannya Pemilu. Di antaranya dengan tidak turut tenggelam dalam perputaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, juga dalam potensi praktik-praktik ketidakjujuran yang mungkin terjadi saat kampanye.

“Tentu calon itu kan baik, kalau sudah lolos verifikasi, dia menjadi calon kan baik. Nah, bagaimana masyarakat itu memilih yang terbaik,” papar Wapres.

“Jangan sampai [terjerumus] kepada wani piro, tetapi benar-benar dari hati yang murni memilih pemimpin yang terbaik karena itu adalah kewajiban kita untuk mungkin menunjuk atau menetapkan, menjadikan pemimpin yang terbaik buat bangsa kita,” tambahnya.

Baca Juga:   Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap Polri Lampaui 8 Lembaga Tinggi Lainnya
Baca Juga:   Terjun Langsung Panglima TNI Dan Kapolri Beri Semangat Satgas Nemangkawi

Wapres pun kembali mengimbau masyarakat untuk melakukan peran dengan baik mewujudkan kestabilan atau keteduhan Pemilu 2024, serta terpilihnya pemimpin terbaik yang akan membawa bangsa Indonesia lebih maju dan sejahtera di masa depan.

“Pokoknya jangan sampai apatis,” pungkas Wapres. (NN/SK-BPMI, R2- Setwapres)

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.