Kamis, Mei 30, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Malang- Tragedi paling buruk dalam sejarah sepakbola Indonesia yang terjadi di malam laga Arema FC versus Persebaya Surabaya dalam lanjutan kompetisi Liga 1, pada Sabtu (1/10/2022), memicu kecaman banyak pihak tidak terkecuali Presiden LBH Nusantara.

Informasi terbaru dari Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur Budi Santosa mengungkapkan Data BPPD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jatim, korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan sebelum nya terdata 158 orang, kemudian pada jam 10.30 tadi jadi 174 .

Sementara itu, dari data Dinkes Malang menyebut Jumlah korban meninggal menjadi 131 orang, sementara korban luka berat ada 11 orang dan luka ringan yaitu 298 orang.

Presiden LBH Nusantara MH Imam Ghozali mengatakan, terlepas masih simpang siurnya data korban meninggal, sebagai bentuk tanggungjawab moral atas peristiwa tersebut ia minta Presiden bekukan PSSI atau setidaknya Ketua PSSI Mochamad Iriawan (Iwan Bule) untuk mundur.

“Jumlah nyawa yang terenggut dalam tragedi laga Arema FC versus Persebaya Surabaya tidak sebanding dengan nilai kapital dan popularitas sepakbola Indonesia,” ujar MH Imam Ghozali yang juga merupakan Pemimpin Kasepuhan Luhur Kedaton.(02/10/’22).

Selain itu, LBH Nusantara juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mencopot Kapolres Malang dan sekaligus mempidanakan panitia penyelenggara pertandingan tersebut.

“Dari video yang sudah beredar luas di masyarakat terlihat bagaimana Aparat melakukan tidak kekerasan terhadap Suporter Arema dan ini menjadi sebuah kelalaian yang fatal untuk Kapolres dan panitia penyelenggara utamanya Ketua PSSI,” tandasnya.

Lebih lanjut, Pemimpin Kasepuhan Luhur Kedaton tersebut juga menyampaikan bela sungkawa terhadap keluarga korban yang meninggal maupun yang luka-luka dalam tragedi pertandingan sepakbola di Kanjuruhan Malang.

“Untuk semua korban yang meninggal, kita do’akan mereka dengan membaca Al-Qur’an Surah Al-fatihah,” Pungkas MH.Imam Ghozali.

Sebagai informasi, tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi usai suporter Arema memasuki lapangan buntut kekecewaan terhadap timnya yang kalah melawan Persebaya.

Baca Juga:   Peduli Dengan Perekonomian Warga, Babinsa Koramil 1710-03 KK Beri Penyuluhan Warga Binaan Cara Beternak Ayam Bertelur

Kejadian masukkannya suporter Arema, kemudian direspons polisi dengan menghadang dan menembakkan gas air mata, dan lebih dari itu juga memukul suporter, seperti tampak pada video.

Baca Juga:   Anak-Anak Papua Berbagi Ceria Dengan Personel Satgas Yonif 126/KC
Video Detik-detik Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Polisi juga menembakkan Gas air mata ke arah tribun penonton yang kemudian memicu suporter panik. Akibatnya, massa penonton berlarian dan berdesakan menuju pintu keluar, hingga sesak nafas dan terinjak-injak.

Desi Dwan

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.