Minggu, Juni 16, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Singapura- Wakil Presiden RI, K.H. Ma’ruf Amin beserta Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin dan rombongan tiba di Singapura pada Senin (17/10) dalam rangka kunjungan kerja selama 3 (tiga) hari di Singapura. 

Pada kunjungan kerja ini, Wapres bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong di Parliament House Singapura (18/10) didampingi antara lain oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo.

Pada pertemuan tersebut, Wapres mengangkat pentingnya ekonomi syariah, di mana sektor ini memiliki  potensi besar untuk memperkuat ekonomi kedua negara.

Ekonomi syariah mampu membantu memulihkan ekonomi negara di tengah ancaman resesi dengan model bisnis bagi hasil yang memberikan rasa aman dan dana wakaf terjangkau yang berpotentsi menjadi aset produktif. 

Selain ekonomi syariah, Wapres juga menekankan mengenai kerja sama produk halal. “Indonesia dan Singapura harus mampu menangkap peluang kerja sama halal, khususnya untuk produk makanan, minuman, obat-obatan, busana muslim, serta kosmetik, ujar Wapres. 

Wapres juga mengharapkan adanya upaya penguatan kolaborasi Indonesia dan Singapura untuk mendorong kemajuan wisata muslim di Indonesia, dimana Singapura dapat memainkan peranan sebagai hub.

Dialog dengan Diaspora

Selain agenda pertemuan dengan Lawrence Wong, Wapres juga menghadiri kegiatan dialog dan silaturahmi dengan diaspora Indonesia di Singapura yang diadakan di Kedutaan Besar RI di Singapura.

Pada dialog ini, Wapres menyampaikan bahwa dari pertemuan ini, diharapkan pemerintah dapat menerima masukan dari diaspora dalam berbagai bidang, terutama ekonomi dan pemberdayaan UMKM. 

“Saya harap, diaspora Indonesia di luar negeri dapat memainkan peranan sebagai “hamzah wasal” atau penghubung yang dapat mempromosikan dan memasarkan berbagai produk unggulan tanah air di pasar manca negara”, ujar Wapres. 

Ditekankan oleh Wapres bahwa dalam menghadapi badai krisis global saat ini, dibutuhkan keutuhan, kesatuan, rasa persaudaraan, dan solidaritas. Bangsa Indonesia harus menjadi satu bangunan yang saling menguatkan untuk memberikan ketahanan.

Pemerintah mendorong masyarakat Indonesia di luar negeri untuk terus berkarya, berprestasi, jaga kekompakan, dan terus memberikan dukungan bagi pembangunan di tanah air. 

Baca Juga:   Wapres Minta Kemenkes Menyesuaikan Aturan Vaksin Meningitis untuk Jamaah Umrah

Sementara itu, beberapa perwakilan masyarakat dengan antusias menyampaikan sejumlah pertanyaan dan masukan kepada Wapres dan rombongan, antara lain mengenai langkah Indonesia dalam menghadapi masalah ketahanan pangan, dukungan pemerintah terhadap revitalisasi penerbangan Indonesia, memperkuat toleransi di tanah air, serta dukungan pemerintah terhadap para pengusaha UMKM seperti pengrajin perhiasan.

Baca Juga:   Mendengar Operasi Militer Tumpas KKB, Markas Besar OPM TPNPB Victoria Kirim Surat Terbuka Minta Berunding


Dalam tanggapannya, Wapres menekankan bahwa dibutuhkan sinergi yang baik antara pemerintah dan berbagai pihak dalam memajukan Indonesia.

Dibutuhkan peran BUMN, swasta, peneliti, dan masyarakat Indonesia secara umum untuk mewujudkan pembangunan di tanah air.

Saat membuka acara, Duta Besar Suryo Pratomo menyampaikan bahwa selama masa sulit pandemi, diaspora Indonesia di Singapura berkolaborasi erat dengan KBRI untuk menyalurkan berbagai bantuan yang dibutuhkan di tanah air. 

“Saat ini dapat kita lihat bahwa di tengah badai global saat ini “perfect storm”, Indonesia masih mampu bertahan”, ujar Dubes Tommy.

Salah satu jawaban yang dapat membantu Indonesia untuk terus melewati badai ini yaitu dengan penerapan ekonomi rakyat dan ekonomi syariah.****

Sumber-Setwapres-Rusmin Nuryadin- Gayatri Marisca—–‘z

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.