Selasa, Juni 25, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

KONTRASTIMES.COM-SUMBAWA–Perizinan PT. SAJ diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Bukan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. PT. SAJ sendiri masuk dan mulai beroperasi pada 5 Maret 1999. Saat itu wilayah UPT. Desa Seteluk dibawah administrasi Kabupaten Sumbawa. Perizinan PT. SAJ pun diberikan oleh Pemda Sumbawa.

PT. SAJ setelah mendapat izin operasional dari Pemda Sumbawa, mulai beroperasi tahun 1999. Kemudian rentang waktu 3 tahun, terhitung 1999 – 2001 mengalami Failid. Kemudian lahan tidak tergarap. Selama lahan tidak tergarap itu dibiarkan saja menganggur. Tak ada aktivitas.

Kemudian, PT. SAJ berinisiatif membentuk tim 9 terdiri dari 9 orang tokoh masyarakat bersama Notaris Djoko di Sumbawa Besar. Notaris Djoko mengesahkan tim 9 itu. Lalu, tim 9 bekerja keras meyakinkan masyarakat. Dengan memberi informasi bahwa PT. SAJ akan beroperasi kembali.

Namun, ada kejahatan hukum dibalik agenda informasi dan bekerjanya tim 9 tersebut. Tim 9 meminta tanda tangan masyarakat sejumlah 364 KK. Iming – iming uang 1.000.000 (satu juta rupiah) sebagai dana masa tunggu. Warga masyarakat TIR Trans masa itu tidak mengerti uang masa tunggu. Tunggu apa ? Apakah menunggu perusahaan untuk membeli Lahan Usaha 50 are tersebut? dan/atau tunggu apa?. Tidak mengerti.

Disinilah kejahatannya terungkap. Ternyata Tim 9 mendapat dana dari PT. SAJ sejumlah Rp 25.000.000.00 (dua puluh lima juta rupiah). Namun, tim 9 memberikan warga TIR Trans hanya sejumlah 1.000.000.00 (satu juta rupiah) kali 364 Kepala Keluarga pemilik Lahan Usaha. Kemana sisa dana 24 juta untuk masyarakat? siapa yang mengambilnya? siapa yang memotong? siapa yang harus bertanggung jawab?. Pertanyaan – pertanyaan inilah harus terjawab melalui mekanisme hukum yang harus dilakukan oleh Kepolisian, Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ada 364 KK bukti tanda MoU diatas Materai 6000 atas penerimaan dana satu juta rupiah tersebut.

Tim 9 telah bekerja secara tipu muslihat. Bekerja tanpa pamrih. Bekerja secara korup. Bekerja secara konspiratif. Bekerja dengan cara berkhianat kepada rakyat. Tim 9 ini harus di libas habis. Jangan kasi kendor. Bekerja dengan cara – cara membodohi membohongi Warga TIR Trans UPT. Tambak Sari.

Baca Juga:   Tiga Hari Menjelang Batas Akhir Pemanggilan Sekda Mujiono, Untuk Hearing di DPRD Banyuwangi
Baca Juga:   Bekali Keterampilan Wirausaha, Warga Binaan Lapas Banyuwangi Dilatih Jadi Barista

Sehingga terkesan tanah dijual oleh masyarakat kepada Perusahaan PT. SAJ. Argumentasi “DIJUAL” ini dikembangkan. Untuk benarkan perbuatan dan tindakan tim 9 ini maka dikembangkan isu bahwa “TANAH LAHAN USAHA TAMBAK WARGA TIR TRANS TELAH DI JUAL.”

Padahal, keterangan dalam MoU adalah uang masa tunggu. Bukan MoU di jual. Tetapi argumentasi pemerintah daerah: Kab. Sumbawa Barat, Kab. Sumbawa, Pemerintah Prov NTB (Dinas Transmigrasi) bahwa TANAH LAHAN USAHA tersebut “DI JUAL.”

Analisis dampak kasus ini, akan berakibat pada gratifikasi, korupsi dan penerimaan dana tidak wajar ke sejumlah pejabat Kab. Sumbawa, Kab. Sumbawa Barat dan Provinsi NTB. Inilah yang ditakuti oleh oknum – oknum tersebut, terutama tim 9 yang penuh kejahatan konspirasi licik itu.

“Mengungkap fakta kejahatan hukum atas tindakan gratifikasi dan korupsi terhadap kelompok tim 9 yang di bentuk PT SAJ.

Penyusun :warga TIR Trans Tambak Sari KSB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari kontrastimes.com dan download aplikasi kami, menarik untuk dicoba, setelah di install (klik SKIP pojok kanan atas langsung masuk Berita-berita Ter update) di:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kontrastimes.indonesia

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.