Selasa, Agustus 16, 2022

LDNU PCNU Tulungagung Hasilkan Sejumlah Karya Pada Serasehan dan Raker bersama LDNU SE Tulungagung

Kontras TIMES.COM | Tulungagung –
Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama’ Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ Tulungagung kemarin (Minggu, 26/07/2022) menggelar Serasehan dan Rapat Kerja LDNU SE Cabang Tulungagung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menstimulus kembali pelaksanaan program kerja di masing-masing MWC NU se Tulungagung, sehingga nilai-nilai dakwah bernafaskan ahlussunah wal jamaah tetap tergaungkan di tengah-tengah masyarakat.

Serasehan dan Raker LDNU PCNU Tulungagung memilih Madrasah Diniyyah Bahrul Ulum Besole, Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung ini dihadiri langsung oleh KH. Moh. Yasin sebagai wakil PCNU dan disambut dengan antusias oleh 75 orang anggota LDNU Tulungagung.

Mengawali kegiatan serasehan dalam sambutannya, KH. Moh. Yasin mengapresiasi kemunculan dai-dai muda yang nantinya akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan dakwah para kyai sepuh.

Kyai Moh. Yasin mendawuhkan, “Sebagai induk organisasi, PCNU Tulungagung merasa bangga dengan munculnya dai-dai muda yang nantinya secara sunnatullah akan menggantikan yang tua-tua,” terangnya di depan hadirin.

Selanjutnya beliau juga mengatakan, “Jangan sampai ada celah kosong masuknya ideologi yang tidak toleran di tengah masyarakat kita. NU dengan sikapnya yang lentur sebagai organisasi Islam wasathiyah (jalan tengah), jangan disia-siakan yang selama ini sudah di respon baik oleh masyarakat,” terang KH. Moh. Yasin.

Lalu Ketua LDNU PCNU Tulungagung Sahrul Munir mengungkapkan, bahwa tantangan dakwah NU untuk menjadi Organisasi terbesar di dunia menjadi tantangan tersendiri pada ranah juang di medan dakwah.

Kang Sahrul mengatakan, “Hari ini kita dihadapkan pada tantangan dakwah NU sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar di dunia dan ini pekerjaan rumah yang tidak mudah, lebih-lebih disatu sisi terdapat kemajuan teknologi informasi/teknologi digital”, terangnya.

Seolah dunia dalam genggaman yang secara otomatis membentuk kampung global, jarak sudah bukan lagi menjadi kendala semua aktifitas banyak dilakukan secara online, pengajian online, ngaji online, jual beli online, sholawatan online, rapat online, sedekah uang online, dan lain-lain. Hal ini tentu tidak salah karena konteksnya adalah kemajuan zaman dan jauh hari NU sudah mempunyai qoidah “almuhaafadlatu Alaa qodiimis shoolih wal akhdzu Bi jaadidil ashlah”, rasanya menjelang 1 abad NU akan benar-benar siap kita hadapi nantinya”, imbuhnya.

Baca Juga:   Menjadi Madrasah Unggulan Riset, MAN 4 Aceh Besar Gelar Pelatihan
Baca Juga:   Sebab Keputusan Awal Ramadhan dan Syawal Antara Nahdlatul Ulama' dan Muhammadiyah Berbeda, Begini Penjelasan Syuriah PCNU Tulungagung

Masih dengan penjelasan Sahrul, “untuk lebih menajamkan arah dakwah ini yang arahnya menjadi program terapan, rencana tindak selanjutnya LDNU akan bekerjasama dengan lembaga NU serumpun yaitu LTMNU & LAZISNU, juga instansi yang sejalan dengan LDNU baik pemerintah maupun swasta”, pungkasnya.

Mengawali rapat kerja, SC kegiatan sekaligus Tuan Rumah pada Serasehan dan Raker memberikan materi penguatan gerak pendakwah di Tulungagung Dr. Moh. Da’i Robbi, M.Ud menerangkan sejumlah karakter khas para mubaligh berakidah ahlussunnah wal jamaah.

Beliau membeberkan, “perlunya membangun karakter muballigh dengan karakter Islam Nusantara dalam aspek aqidah mengikuti ahlussunnah wal jamaah, dalam praktik fiqih mengamalkan salah satu 4 madzhab, pengamalan tasawuf Imam Al-Ghazali dibingkai dalam manhaj dakwah Walisongo dengan wawasan kebangsaan yang mapan NKRI harga mati, Paradigma ini untuk membendung gerakan Islam transnasional yang tanpa disadari oleh mereka bahwa ideologi yang mereka anut berpotensi menghancurkan Islam dari dalam,” dawuh Gus Da’i dengan tegas.

Pada kesempatan tersebut LDNU PCNU Tulungagung juga membentuk lembaga baru di bawah naungan LDNU yaitu Jam’iyyah Ismail Haq Nahdlatul Ulama’ (JIHNU) sebagai wadah untuk menghimpun aktifis dakwah untuk menghimpun aktifis dakwah dengan rutinitas hidzib dan wirid sebagai khazanah budaya asli NU yang diharapkan tidak punah digerus zaman dan harapannya ke depan literatur-literatur tentang suwuk asli NU ini bisa dibukukan dan menjadi rujukan bagi anak cucu kita.

Alhamdulillah, LDNU PCNU Tulungagung juga mendapat persembahan Buku Kumpulan teks khutbah Jum’at kontemporer dan buku “Islam itu damai, kontruksi pemikiran menuju paradigma ummah”. Dimana dua karya tersebut merupakan Karya dari Ketua LDNU Ngunut Achmad Jufriyanto (Anggota DPRD Tulungagung Fraksi PKB periode 2004-2015).

Pak Jufri mengatakan, “Islam yang didakwakan secara damai oleh Walisongo dengan nilai-nilai budaya lokal dan tradisi di masyarakat itu seharusnya yang harus terus dilestarikan, semua dilakukan untuk mengedepankan aspek Islam itu adalah agama yang Rahmatan Lil aalamiin.

Mbahkung

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.