Kamis, April 11, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

KONTRASTIMES.COM- BANYUWANGI | Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi didampingi langsung Ketua PN resmi melaporkan M Yunus Wahyudi ke Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banyuwangi, pada Senin (23/08/2021)

Laporan tersebut didasrakan atas perbuatan terdakwa M.Yunus Wahyudi yang menyerang Ketua Majelis Hakim, Kharmozaro Waruwu saat pembacaan putusan Pidana perkara Hoax tidak ada Covid-19 di Banyuwangi dimana saat itu majelis hakim menjatuhkan Vonis 3 tahun penjara.

Ketua PN Banyuwangi, Nova Flory Bunda kepada awak media di Mapolresta Banyuwangi menjelaskan “kami (Hakim Pengadilan Negeri) telah resmi melaporkan ke polisi, kejadian tanggal 19 Agustus 2021 kemarin, masalah Yunus yang melakukan tindakan yang menurunkan martabat dan wibawa Pengadilan, dengan melakukan (dugaan) penyerangan terhadap majelis hakim setelah sidang ditutup,“ ucapnya

Salah satu pegawai PN yang dihubungi media Kontras Times lewat telepon (24/08), ia ikut membenarkan “bahwa Ketua Majelis Hakim Kharmozaro Waruwu bersama Ketua PN Banyuwangi telah melaporkan M.Yunus Wahyudi ke Polresta Banyuwangi”. tandasnya

Sementara itu Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu juga membenarkan telah menerima laporan dari Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi atas tindakan penyerangan majelis hakim oleh terpidana M Yunus Wahyudi.

“Sudah diterima laporannya dan akan kita tindaklanjuti. Di mana di dalam KUHP sudah ditentukan pasal-pasal yang diterapkan. Pasal 207 sama 212,” kata AKBP Nasrun kepada wartawan, Senin (23/8/2021).

Pelaporan itu dilakukan oleh 3 majelis hakim yang memimpin sidang M Yunus Wahyudi. Di antaranya Khamozaru Waruwu, Philip Pangalila dan Yustisiana. Ketiganya sudah diperiksa oleh penyidik Polresta Banyuwangi.

“Sudah diperiksa oleh penyidik. Kita akan proses sesuai undang-undang yang ada,” tandasnya

Ketua PN Banyuwangi, Bunga Flory Bunda mengaku di Indonesia belum ada aturan khusus yang mengatur contempt of court. Oleh karena itu pihaknya belum tahu kemungkinan pasal yang akan diterapkan dalam laporan tersebut.

“Itu adalah ranah penyidik untuk menerapkan pasal yang tepat,” ujarnya.

Contempt of Court adalah perbuatan, tingkah laku, sikap atau ucapan yang dapat merendahkan dan merongrong kewibawaan, martabat dan kehormatan badan peradilan.

Baca Juga:   Babinsa Koramil Bubutan Lakukan Pendampingan Kegiatan Vaksinasi Di Puskesmas Tembok Dukuh

Dia menjelaskan, dalam peristiwa itu, Pengadilan selaku pihak yang memiliki kewenangan untuk mengadili perkara seseorang justru dilecehkan kewibawaannya. Dia menegaskan kehadirannya ke Polres Banyuwangi hanya sebatas mendampingi Majelis Hakim yang menjadi korban dalam peristiwa itu.

Baca Juga:   Babinsa Koramil Bubutan Lakukan Pendampingan Kegiatan Vaksinasi Di Puskesmas Tembok Dukuh

“Pelapornya Majelis Hakim, yang menjadi korban, Majelis Hakimlah yang melapor. Saya hanya mendampingi,” tegasnya.

Dia berharap, kasus ini segera ditindaklanjuti sehingga bisa disidangkan juga di PN Banyuwangi. Hal ini, kata Nova, sangat penting sebagai pembelajaran bagi masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang melecehkan pengadilan.

Pelaporan ini, menurutnya atas petunjuk dari Ketua Mahkamah Agung melalui Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur yang memberikan arahan agar peristiwa tersebut ditindaklanjuti dengan melaporkan ke polisi.

“Kami pun melaksanakan sesuai dengan aturan,” pungkasnya

Sedangkan untuk terpidana M.Yunus Wahyudi , dari informasi yang di himpun Kontras Times, dikabarkan sedang melakukan upaya banding atas Vonis 3 tahun penjara yang telah dijatuhkan Majelis Hakim PN Banyuwangi.

Hasmil

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.