Minggu, Juni 16, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

KONTRASTIMES.COM.HALBAR | Meninggalnya Oliver (32), tahanan Kasus Penipuan dan Penggelapan Pengadilan Negeri (PN) Ternate dinilai janggal oleh pihak keluarga.

Andrew Tjiusnoyo, Kakak Oliver kepada Kontrastimes.com, membantah pernyataan Kepala Lembaga Pemasyarakatan, terkait penyakit bawaan Oliver.

“Ada beberapa keterangan yang mengganjal, ada yang katanya dia punya riwayat Asmah. Dia tidak ada penyakit Asmah,”katanya, Selasa (24/5/2022).

Namun, kata dia, terkait pernyataan bahwa Oliver penyakit jantung itu bisa diterima pihak Keluarga.

“Dia itu biasanya kalau stres itu asam lambung, trus ada beberapa yang bilang jantung itu torang setuju dia jantung karena ada beberapa keterangan dari dokter, karena meninggalnya seperti orang mati tenggelam,”bebernya.

Andrew mengatakan, hal itu dikarenakan Oliver dalam kondisi stres yang mengakibatkan asam lambung naik dan menyebabkan kurangnya oksigen ke jantung dan juga otak.

“Tapi untuk riwayat penyakit jantung dan Asmah itu tidak ada sama sekali,”tandasnya.

Sementara Eva, Kakak Ipar Oliver mengungkapkan, bahwa pihak Lapas Kelas IIB Jailolo tidak pernah menginformasikan kepada pihak keluarga ketika Oliver terkonfirmasi sakit.

Itupun, lanjut dia, orang yang memberitahukan keberadaan Oliver di RSUD Jailolo merupakan temannya sendiri, bukan atas nama pihak rumah sakit.

Ia menjelaskan, informasi tersebut disampaikan kepadanya lantaran marga yang dimiliki Oliver sama dengan suaminya.

“Karena dia baca marga yang sama dengan suami saya makanya dia hubungi saya dan mengatakan ipar saya sementara gawat. Ketika kami ke rumah sakit itu dia sudah meninggal, kondisi jenazahnya seperti orang yang mati tenggelam. Trus dia dalam kondisi kotor sama dengan tidak mandi-mandi,”tutur Istri Andrew Tjiusnoyo itu.

Selain itu, Ayah Mertua Oliver, Thomas Rano menyesalkan tindakan pihak Lapas yang enggan memberitahukan ketika Oliver diserang penyakit.

“Jadi bukan kami curiga begini dan begitu, tapi kan ketika dia sakit kan kita tidak dihubungi. Jadi kami pihak keluarga, kalau memang jalannya di otopsi ya harus begitu supaya kita juga puas jalan kematiannya seperti apa, jangan 2 hari di sana tiba-tiba langsung meninggal,”pungkasnya.

Baca Juga:   Kakorlantas: Pengamanan Nataru Menjadi Momentum Bagi Polri

Raja Man Kaswalat

Baca Juga:   CIC Minta Kapolri Tangkap Edy Atoy dan Meikel Big Bos Judi terkait Pemukulan Hotel Satria

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari kontrastimes.com dan download aplikasi kami, menarik untuk dicoba, setelah di install (klik SKIP pojok kanan atas langsung masuk Berita-berita Ter update) di:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kontrastimes.indonesia

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.