Selasa, April 16, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Wakil Bupati Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara Djufri Muhamad melayat ke rumah duka mantan wartawan media cetak Harian Halmahera almarhum Saiful Syafrudin.

Dalam agenda melayat tersebut, Wakil Bupati Halmahera Barat Jufri Muhamad didampingi kepala Dinas Komunikasi Statistik dan Persandian (Diskominfo) Halbar Chuzaemah Djauhar, Kabid pembendaharaan pada badan pengelolaan keuangan daerah halbar Fadli Husen.(15/3/2021)

Dihadapan keluarga almarhum Saiful Syafrudin yang juga sebagai Pimpinan Media on-line MalutToday ini, Wakil Bupati Halmahera Barat Jufri Muhamad mengatakan turut berbelasungkawa atas berpulangnya almarhum.

“almarhum adik Ipul (sapaan akrab) ini dengan saya, sewaktu saya masih menduduki kursi DPRD Halbar selama 3 periode kemari,”ucapnya.

Dan saat masih menjadi anggota DPRD, almarhum merupakan orang yang paling dekat dirinya sewaktu almarhum masih melakukan peliputan.

“Semoga amal ibadah Almarhum diterima disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran.”Ujar ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Halbar itu.

Disela-sela agenda melayat itu, Wakil Bupati Halbar juga menyampaikan niatnya untuk memperjuangkan Kapitan Banau menjadi Pahlawan Nasional.

“Jadi sebagai langkah awal, kami (Pemda Halbar) akan melakukan pembacaan Doa bersama di Desa ini, mulai dari sini baru kita kaluar memperjuangkan kapitan Banau jadi pahlawan nasional,”kata Jufri di depan pemuka agama di Desa Tuada Kecamatan Jailolo.

Jufri mengungkapkan, dirinya sangat mendukung langkah pihak Karang Taruna Dano Banau Desa Tuada terkait rencana pelaksanaan dialog publik tentang Napak Tilas Sejarah Kapitan Banau.

“Minimal ada dua usulan dari kelompok masyarakat, karena itu salah satu syarat dalam mendorong kapitan Banau menjadi pahlawan nasional, olehnya itu Harus ada usulan dari karang taruna Desa Tuada juga. Dan untuk selanjutnya itu urusan Pemda,”pungkasnya.

Untuk diketahui, Kapitan Banau merupakan seorang pejuang dan pimpinan pemberontakan asal Desa Tuada.
Pada tahun 1914, Kapitan Banau bersama 45 prajurit berupaya mengusir bala tentara Belanda dari tanah Jailolo Kabupaten Halmahera Barat yang pada akhirnya berujung tragis yakni Kapitan Banau dan Poen yang pada waktu itu menjabat sebagai Kepala Desa Tuada atau Mahimo dalam pandangan masyarakat adat Maluku Utara, mati di tiang gantungan.

Baca Juga:   Tim Wasrik Post Audit Itdam V Brawijaya Sambangi Korem 084-BJ
Baca Juga:   Pasukan Asmaul Husna Polres Probolinggo Dinginkan Aksi Demo BEM Probolinggo Raya

Raja Man Kaswalat

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.