Rabu, Mei 29, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

KONTRASTIMES.COM-BANDUNG, Video viral markas Pemuda Pancasila diserbu dengan Kopassus sampai rata dengan tanah.

Insiden berawal dari pemukulan perwira menengah TNI Kopassus oleh kader Pemuda Pancasila di Bandung.

Padahal pamen Kopassus ini cuma melintas di lokasi.  

Peristiwa pemukulan terjadi saat sekelompok orang diduga debt colector atau Mata Elang (Matel) terlibat adu mulut dan adu fisik dengan anggota Pemuda Pancasila.

Pamen Kopassus yang kebetulan melintas pun ikut dikeroyok oleh anggota Pemuda Pancasila.

Dilangsir kontrastimes.com dari tribunbatam.id, Video viral ini berawal dari dua video postingan instagram milik akun @infokomando.

Dua unggahan video itu menampilkan suasana pasca penyerangan, setidaknya ada dua unit mobil yang diduga milik PAC Pemuda Pancasila hancur lebur.

Dalam postingannya menuliskan narasi “PUKUL PAMEN KOPASSUS, MARKAS PAC PEMUDA PANCASILA KAB BANDUNG BARAT RATA”.

Tak hanya itu, insiden ini bermula diduga karena adanya pemukuluan oknum ormas Pemuda Pancasila terhadap seorang Pamen Kopassus, karena tidak terima perwiranya dipukul, markas itu lalu diserbu prajurit Kopassus. Senin (15/3/2021).

“Diduga dipicu adanya pemukulan yang dilakukan oleh oknum Ormas Pemuda Pancasila (PP) terhadap seorang Pamen Kopassus.

Markas PAC PP Kab Bandung Barat rata diserbu prajurit Kopassus yang tidak terima perwiranya dianiaya, Senin (15/3/202).

Dari informasi sementara yang didapatkan, kejadian tersebut bermula saat ada sekelompok orang yang diduga Matel terlibat adu mulut dan adu fisik dengan anggota Ormas PP terkait penarikan kendaraan.

Diluar dugaan, seorang Pamen Kopassus berpakaian preman yang saat itu berada dilokasi juga ikut jadi korban pemukulan.

“Tidak terima perwiranya dianiaya, sejumlah anggota Kopassus melakukan aksi balasan dengan melakukan sweeping, merusak markas PAC PP Kab. Bandung Barat dan memecahkan kaca kendaraan operasional milik PP,” tulis akun @infokomando.

Pemuda Pancasila Minta Maaf ke Kopassus

Tak butuh waktu lama, markas PP di Bandung, Jawa Barat, rusak parah.

Sejumlah kendaraan milik ormas pemuda pancasila di Bandung Barat, Jawa Barat, rusak.

Baca Juga:   Wabub Blitar Rahmat Santoso Menanggapi Demo KRPK Terkait, Dugaan Hoax Dana Hibah

Peristiwa ini diduga terjadi pasca oknum ormas itu memukuli anggota Kopassus.

Baca Juga:   Satgas Yonif Mekanis 203AK Tingkatkan Kegiatan Anjangsana Dengan Masyarakat Desa Manggalome

Sebelumnya viral, sejumlah kendaraan dengan logo ormas pemuda pancasila rusak termasuk bangunan kantor anak cabang di Bandung Barat.

Diduga peristiwa ini diawali adanya pemukulan kepada Perwira menengah kopassus oleh oknum pemuda pancasila.

Korban yang saat itu tidak berpakaian dinas diduga jadi korban pemukulan saat oknum anggota ormas terlibat cek cok dengan penagih utang.

Pelaku pemukulan akhirnya meminta maaf kepada TNI khususnya pusdik Kopassus Batujajar.

Pelaku menyebut tindakannya sebagai kesalahpahaman dan tindakan di luar dugaan.

Pemuda pancasila akan belajar dari kejadiaan ini agar tidak terulang.

Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi Kopassus merupakan bagian dari Komando Utama (KOTAMA) tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. 

Kopassus memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror.

Tugas Kopassus Operasi Militer Perang (OMP) diantaranya Direct Action serangan langsung untuk menghancurkan logistik musuh, Combat SAR, Anti Teror, Advance Combat Intelligence (Operasi Inteligen Khusus).

Selain itu, Tugas Kopasus Operasi Militer Selain Perang (OMSP) diantaranya Humanitarian Asistensi (bantuan kemanusiaan), AIRSO (operasi anti insurjensi, separatisme dan pemberontakan), perbantuan terhadap kepolisian/pemerintah, SAR Khusus serta Pengamanan VVIP.


Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto “Berani, Benar, Berhasil”.***

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.