Rabu, Juni 29, 2022

Apresiasi Kebijakan Presiden, Menolak Persepsi Negatif Dampak Melepas Masker

KONTRASTIMES.COM- OPINI | Kebijakan Pemerintah yang telah disampaikan Secara langsung Presiden Jokowi pada 17 Mei 2022, dimana masyarakat diruang terbuka bisa melepaskan masker, merupakan langkah bijak dan tepat dimana kebijakan tersebut menjadi bentuk optimisme dari segalanya upaya yang selama ini telah dilakukan pemerintah untuk keluar dari Pandemi Covid-19.

Seperti halnya upaya vaksinasi dan lain sebagainya, selain itu juga didasarkan pada realitas di masyarakat yang itu telah menunjukkan terjadi kekebalan komunal terhadap Virus Covid-19, dan sebagai contoh nyata adalah Banyak para Demonstran dibeberapa daerah dan beberapa pertemuan Ormas serta partai politik dengan melibatkan ribuan massa, namun kemudian senua terlihat baik-baik saja.

Tentunya keadaan itu salah satunya tidak lepas dari usaha vaksinasi yang selama ini dilakukan secara masif oleh pemerintah dalam segala lini.

Sehingga ketika Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan melonggarkan penggunaan masker atau melepaskan masker, tentu itu menjadi sesuatu yang positif dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Sisilain, kenyataan dilapangan yang harus kita terima, masker yang selama ini banyak digunakan masyarakat bahkan dibeberapa perkantoran ahir-ahir ini tidak lebih dari “libstik” untuk mematuhi aturan penggunaan masker, meskipun harga masker yang digunakan hanya Rp. 2000 rupiah sampai dengan Rp.10.000 rupiah dan tentu dari nila harga masker tersebut kita juga sudah dapat membayangkan kualitas dan efektivitasnya Masker tersebut bagi kesehatan.

Meskipun tidak dipungkiri, masih adanya masyarakat yang merasa khawatir berlebihan sehingga menyerupai penyakit phisikologis Paranoid akan muncul dampak negatif ketika seseorang mulai melepaskan masker dan ini juga harus kita maklumi sebagai dampak doktrinasi pentingnya menggunakan masker pada masa-masa kritis Pandemi Covid-19 waktu itu, sisilain masker penggunaan masker juga masih penting untuk mereka yang alergi debu atau untuk mengurangi dampak polusi udara bagi kesehatan.

Seperti petani, jika vaksinasi dianggap sebagai awal pembibitan atau penanaman melawan Covid-19, pasca vaksinasi maka selanjutnya kebebasan melepas atau menggunakan masker adalah salah satu bentuk panennya.

Baca Juga:   Kreativitas Warga Dusun Sumberurip Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

Dan saat ini menumbuhkan sikap percaya diri, sikap optimistis bagi masyarakat Indonesia menjadi jauh lebih penting dari pada terus menerus menyebarkan opini-opini baru yang membuat masyarakat merasa was-was atau lebih dari itu merasa terancam dengan sesuatu yang semestinya dapat disederhanakan.

Baca Juga:   Pembelajaran Tatap Muka Jadi Pantauan Babinsa Pabean Cantian

“Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT., Serta terselamatkan dari segala penyakit Lahir dan Batin”.Amin ya Rabbal Alamin

Penulis: Kyai Kasepuhan Luhur Kedaton dan bukan ahli kesehatan atau ahli macem-macem yang punya legalitas akdemisi atau gelar khusus dan bukan penguasa yang punya kedudukan lebih, tapi sekedar mengamalkan sila pertama Pancasila “Ketuhanan yang Maha Esa”

Related Articles

- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.