Minggu, Maret 3, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

KONTRASTIMES.COM-HALBAR | Sejumlah mahasiswa dan pelajar Desa Ropu Tenga Balu (RTB) Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, yang mengatasnamakan Komunitas Peduli Kampung (KPK), menggelar aksi damai di halaman Kantor Desa setempat, Rabu (25/8/2021).

berdasarkan rilis pers yang diterima wartawan media ini, Aksi tersebut dilakukan lantaran sejumlah masa aksi menilai Kepala Desa kurang mempedulikan permasalahan yang ada di Desa setempat.

Pada aksi tersebut, masa aksi menuntut agar pemerintah Desa RTB membentuk Karang Taruna, mengaktifkan BUMDes, transparansi pertanggungjawaban Dana Desa, mengaktifkan loka wisata, dan pembayaran insentif aparatur Desa serta sejumlah perangkat Desa lainnya.

M. Riski Litiloli dalam orasinya menuntut Pemerintah Desa agar segera mengaktifkan BUMDes, sebab menurutnya BUMDes merupakan suatu lembaga desa yang memiliki peran penting dalam menunjang Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Namun sangat disayangkan hak demikian tak dirasakan masyarakat Desa Topu Tenga Bolu (RTB),”kata Korlap Aksi itu.

Sementara Julfikram Do Dasim menyatakan bahwa pemuda merupakan moto penggerak sebuah Desa, untuk itu ia meminta Kepala Desa agar membentuk Karang Taruna sebagai wadah berhimpun para pemuda RTB guna membantu Pemerintah Desa dalam pelaksanaan pembangunan di segala bidang.

“Padahal dengan hadir dan terakomidirnya pemuda memiliki dampak positif yaitu dapat membantu pemerintah Desa dalam kepedulian terhadap Desa,”ucapnya.

Selain itu, Ikram Ishak yang juga merupakan orator aksi menegaskan, macetnya loka wisata, kurangnya kursi dan rusaknya tenda milik Desa, lantaran kurangnya kepedulian Pemerintah Desa RTB.

“Dan perlu pemerintah desa ketahui bahwa dana desa adalah untuk masyarakat desa bukan untuk kepala desa dan kroninya,”sebut dia.

Sementara Kepala Desa RTB Sumardi Husen memberikan penghargaan kepada masa aksi terkait sejumlah tuntutan tersebut. Namun ia mengaku belum bisa mengaktifkan BUMDes karena anggaran DD pada Tahun 2019 hingga 2021 di prioritaskan untuk penanganan Covid-19.

“Di masa kepemimpinan saya tidak ada anggaran BUMDes mulai dari tahun 2019 hingga 2021 tidak ada, karena anggaran Dana Desa di fokuskan kepada penerima BLT”jelasnya dihadapan masa aksi.

Baca Juga:   Apel Pertama di Bulan Ramadhan, Ini Pesan Danrem 083/Baladhika Jaya

Kemudian, ia juga mengaku telah memerintahkan pemuda untuk membentuk Karang Taruna yang nantinya diSK kan dirinya. Tapi hingga saat ini belum ada pembentukan Karang Taruna oleh pemuda setempat.

Baca Juga:   Abaikan Klakson Masinis, Seorang Wanita Terlindas Kereta Api Jalur Kalibaru-Jember

Sementara Untuk mengaktifkan loka wisata, kata dia, harus dikoordinasikan dengan pemilik lahan.

Selain itu, terkait pemberian insentif, lanjut Kades, pencairan DD tahap dua belum juga dilakukan Pemerintah Halmahera Barat, sehingga pemberian insentif pun terkendala.

“Sampai saat ini belum ada pencairan anggaran dana desa saya sendiri tidak tahu dari Pemda kendalanya apa, dan jika suda pencairan maka akan di bayarkan,”pungkasnya.

Sekadar diketahui, aksi tersebut berujung pertemuan tatap muka yang dihadiri Camat Sahu Darwin Salim, Kapolsek Sahu Iptu Norbertus Warawarin, Danramil Sahu, Letu Inf. Hamzah Esomar, Kapala Desa RTB Sumardi Husen dan masa aksi serta masyarakat sekira 30 Orang.

Raja Man Kaswalat

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.