Minggu, Juni 16, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Jakarta, – Seorang karyawan PT Kereta Api Indonesia (Persero) berinisial DE ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di kompleks rumahnya di Bekasi Utara, Senin (14/08/2023).

Ia yang sehari-hari bertugas di Stasiun Jakarta Kota ditangkap atas dugaan terlibat kasus terorisme. Dari hasil penggeledahan petugas, di rumahnya ditemukan beberapa senjata api dan bendera yang terafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Saat diminta tanggapannya oleh awak media terkait hal tersebut, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin menegaskan agar seleksi penerimaan calon Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diperketat.

“Penanggulangan untuk kontra radikalisasi itu dilakukan oleh semua kementerian [dan] lembaga, salah satunya itu ketika dia masuk menjadi pegawai, ini [harus] di-screening betul supaya memang harus dipastikan bahwa tidak terpapar [radikalisme dan terorisme],” tegasnya saat memberikan keterangan pers usai melakukan Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian di Pelabuhan Tanjung Priok, Jl. Raya Pelabuhan No. 9 Jakarta Utara, Selasa (15/08/2023).

Menurut Wapres, dalam upaya penanggulangan radikalisme dan terorisme pemerintah telah menerapkan dua strategi yakni kontra radikalisasi deradikalisasi. Adapun proses seleksi pegawai secara ketat merupakan salah satu bagian dari strategi kontra radikalisasi.

“Mungkin ini ada yang lolos, sehingga saya harap ke depan tidak ada lagi yang lolos seperti [pegawai KAI] itu. Oleh karena itu, untuk masuk menjadi pegawai pemerintah atau BUMN atau lembaga itu harus betul-betul dilakukan seleksi [ketat],” pintanya lagi.

Di sisi lain, dengan penangkapan ini, Wapres mengapresiasi Densus 88 atas kinerja mereka mendeteksi dini keberadaan pegawai KAI terduga teroris tersebut, sehingga belum sampai melakukan tindakan yang destruktif.

“Kita sampaikan terima kasih kepada pihak keamanan yang sudah bisa secara cepat untuk mengetahui adanya teroris,” ujarnya.

Lebih lanjut, saat ditanya terkait antisipasi tindakan terorisme menjelang Pemilu 2024, Wapres menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan pengawasan di berbagai jalur, termasuk di media sosial (medsos).

Baca Juga:   Presiden Harap Program Bioetanol Tebu Dorong Peningkatan Produksi dan Kualitas Tebu

“Memang kita melakukan pengawasan di berbagai jalur, baik melalui yang ada di kementerian, bahkan di pendidikan itu sudah dimulai sejak dini itu sudah dideteksi,” ungkap Wapres.

Baca Juga:   Bertemu Perdana Menteri Uzbekistan, Wapres RI Sampaikan Gagasan Pembangunan Soekarno Memorial Library

“Juga melalui jalur medsos, karena ada juga orang yang terpengaruh bukan karena dia berkomunikasi atau bergaul secara langsung, tapi bisa dilakukan pembinaan melalui medsos, banyak itu yang terjadi,” imbuhnya.

Di samping itu, sebut Wapres, sosialisasi tentang masalah radikalisme dan terorisme terus digalakkan, baik yang bersifat kontra radikalisme maupun deradikalisasi bagi yang telah terpapar agar kembali ke jalan yang benar.

“Saya kira itu yang terus [dilakukan], dan kita tahu bahwa angka terorisme itu semakin hari semakin menurun, tidak seperti sebelumnya terjadi beberapa kali pengeboman atau sabotase, sehingga sekarang lebih [aman]. Dan angkanya juga cukup tinggi [terkait] prestasi yang ditorehkan dalam rangka penanggulangan terorisme,” tandasnya.

Mendampingi Wapres pada konferensi pers kali ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kepala Badan Karantina Pertanian Bambang, dan Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi. (EP/SK-BPMI,R2- Setwapres)

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.