Minggu, Maret 3, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Kabupaten Banyuwangi – Perhutani semakin hari semakin menunjukkan kegagalannya dalam menjaga Kawasan Hutan di Banyuwangi Selatan yang notabenenya cukup luas, anggap saja dari hutan produksi sebelum masuk Alas Purwo Kecamatan Tegaldlimo, hutan sepanjang pantai bedul dan grajagan, terus keberat hutan-hutan di sekitar tambang emas Gunung Tumpang Pitu, hutan Gunung Salakan, sampai Rajekwesi.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung masyarakat Banyuwangi selatan MH Imam Ghozali yang aktif memantau pasang surut gelombang kebijakan para pemangku kepentingan dalam peranan dan kewajibannya ikut menjaga kelestarian Sumber Daya Alam (ADA) Gunung dan Hutan di Banyuwangi selatan.

“Bahasa halusnya gagal Menjaga Kawasan Hutan dan Gunung Banyuwangi Selatan, meskipun kerap kali mereka berdalih kerusakan tersebut bagian dari dampak konflik petani hutan”. ujarnya MH.Imam Ghozali.(02/07/’22)

Lebih-lebih lanjut, MH.Imam Ghozali menyebutkan seperti halnya beberapa kali ditemukan banyak pohon tumbang di Area Gunung Salakan dan sekitarnya, perhutani juga tidak berdaya atau tutup mata dengan sekedar hanya meninjau lokasi terjadinya penebangan.

“Banyak peristiwa pembalakan ilegal di Banyuwangi selatan yang masih saya ingat, tapi tong-kosong penindakannya”. tandasnya aktivis kawakan tersebut.

MH Imam Ghozali yang juga menjadi Pemred Media Pers Kontras TIMES mengatakan, kalau dirinya suda kerapkali menanyakan beberapa kasus pembalakan liar ke Waka ADM Banyuwangi selatan, seperti kasus pembalakan liar diwilayahnya hutan kecamatan Purwoharjo.

“Sama Waka Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Muhlisin Sabarna malah suruh tanya pihak kepolisian”. Pungkas MH Imam Ghozali, yang Pernah menjadi kuasa dari Perkara sengketa lahan seluas 15.000 Hektar dari ahli waris Perkebunan-perkebunan milik Inggris yang didireksikan oleh P.T. Indraswari tersebut.

Jurnalis: RD

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.