Kamis, Juni 13, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Banyuwangi- Puluhan anggota polri terpaksa dikerahkan untuk menjemput empat Petinggi PT BSI yang terlanjur masuk ke-Bukit Lompongan, salah satu bukit yang menjadi jalan menuju Gunung Salakan Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi, pada 01 Maret 2023.

Menurut keterangan Wowot, empat Petinggi PT BSI yang terjebak di bukit Lompongan tersebut adalah BB CS, diduga akibat terlalu ceroboh mau Memasuki Gunung Salakan.dengan mengira tidak ada masa tolak Perluasan Tambang Emas.

“Kemungkinan mereka berusaha masuk Gunung Salakan pagi hari, ketika warga tolak Perluasan Tambang Emas di Gunung Salakan belum datang,” ujar Wowot.

Lebih lanjut Wowot menjabarkan, mengetahui ada pergerakan dari PT BSI dengan pengerahan pasukan besar -besaran dari Polres Banyuwangi, seketika ratusan warga berkumpul dan bergerak memadati jalan menuju Gunung Salakan.

“Mengetahui warga semakin banyak, kemudian Petinggi PT BSI BB CS dengan pengawalan ketat Puluhan Anggota Polres Banyuwangi, mereka digiring keluar dari Bukit Lompongan, ” tukas Wowot.

“Selain puluhan anggota Polresta Banyuwangi, juga terdapat ratusan warga yang ikut menggiring Petinggi PT BSI BB CS keluar dari Bukit Lompongan,” Pungkas Wowot.

Sementara itu dari pantauan awak media Kontras Times, ratusan warga yang menolak perluasan tambang emas di Gunung Salakan menuntut: Petinggi PT Merdeka Copper Gold – BSI – PT Bumi Suksesindo untuk langsung berdialog dengan warga Desa Sumberagung dan sekitarnya.

Selain itu, warga juga menuntut dialog terbuka dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani atau eks Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebagai pemberi izin IUP OP BSI Berdasarkan Keputusan eks Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, No. 188/928/KEP/429.011/2012 tertanggal 7 Desember 2012, dimana IUP OP BSI berlaku sampai dengan 25 Januari 2030.

Desi Dwan

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.