Senin, April 15, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

KONTRASTIMES.COM | TULUNGAGUNG | Pembiaran dan liar, koordinasi yang kurang bagus antara sekwan (Sekretaris Dewan) dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tulungagung, ditambah sikap Diskriminatif terhadap insan pers menyebabkan mundurnya puluhan wartawan dalam acara koordinasi yang di adakan Ketua DPRD Tulungagung.

Dari informasi yang diterima beberapa awak media, sebelumnya ada beberapa teman media yang mendapatkan pesan WA dari ketua Dewan Marsono, S.Sos untuk mengikuti acara di Resto Bima (Selasa, 26/04/2022) ,dari pesan itu tertulis ” NONGKRONG BARENG DEWAN BERSAMA INSAN PERS UNTUK KEMAJUAN TULUNGAGUNG LEBIH BAIK”.

Acara yang digelar di resto Bima pada Selasa,(26 /04/22) tersebut dibuka langsung Ketua Dewan sekitar pukul 20.00 WIB, semua undangan yang tertera sekitar 37 media yang diakomodir, dan menurut teman-teman media masih banyak yang tidak terundang secara resmi sehingga muncul kesan diskriminatif.

Seperti yang dituturkan salah satu wartawan yang berada di luar saudara Suroto ( Nusantara pos) , ” Kalau semacam ini terstruktur dan sesuai undangan berarti bahasa undangan dari Bapak Marsono menganggap kita bukan wartawan alias para Tamu tak diundang, hal ini merupakan diskriminatif terhadap pelaku media Tulungagung,” paparnya .


Sementara itu, disela-sela acara, tempat yang sengaja dibuat penuh, staf sekwan yang bernama Susi, menghampiri Wartawan untuk minta bertanda tangan tetapi semua wartawan menolak, sebagai pernyataan sikap telah di diskriminasi,” Monggo tanda tangan ,Monggo tanda tangan”,pinta Susi selaku staf sekwan.

Sehingga ketika para jurnalis itu tidak merespon ajakan Susilowati untuk tanda tangan ,dia kembali ke ruangan.

Kemudian datanglah Hanif Dwisatria salah satu tokoh sekber, mengajak dengan berteriak ,,” Pulang, semua pulang, jangan membuat malu wartawan, mengharap uang amplop 200 ribu rela menunggu, harga dirimu dimana,” ajak Hanif berapi api.

Dari persoalan ini muncul sebuah pemikiran bahwa kita sebagai wartawan bisa dibeli dan menghiba untuk 200 ribu .

Walau demikian Sekratariat Bersama KIPTM setelah Idul Fitri 1443 Hijriah berkaitan dengan Balai Wartawan meminta pemerintah daerah tegas, bila berkenan membantu menyatakan iya membantu, bila tidak berkenan, maka dengan tegas menolak, agar semakin jelas bagaimana Pemkab Tulungagung mengakomodir teman-teman profesi Wartawan. ( MS)

Baca Juga:   Setelah Lewati 27 Tahun, Indonesia Kembali Sabet Award Arsitektur Bergengsi Dunia Lewat Bandara Banyuwangi
Baca Juga:   Kasus Curanmor di Sukorejo Kota Blitar, Anggota Polisi Jebak Tersangka dengan Sistem COD

Editor Mbahkung

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.