Minggu, Januari 23, 2022

Salam Komando Untuk Panglima, Kisah Letjen Ali Hamdan Sahabat Jenderal Andika Perkasa

KONTRASTIMES.COM -JAKARTA, Kisah nyata dari Letjen TNI (Purn) Ali Hamdan Bogra yang merupakan salah satu perwira dari Papua yang namanya cukup disegani di kalangan militer.

Dirinya memiliki banyak kisah selama berkarier di TNI Angkatan Darat.

Berikut beberapa fakta dari Letjen Ali Hamdan Bogra:

Profil Singkat, Sosok seorang Letnan jenderal (Letjen)Ali Hamdan Bogra, lahir di Serui, Papua Barat, pada 6 Januari 1963. Hingga 26 Januari 2021, dirinya menjabat sebagai Koordinator Staf Ahli Kasad.

Sebelumnya Ali Hamdan Bogra sempat diposisikan sebagai Panglima Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari ke-2, dan Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia.

Sempat Dimutasi, Ali Hamdan Bogra sendiri sempat mendapat mutasi bersama dengan 61 perwira lain dari mantan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, yang saat itu bertujuan mengoptimalkan pelaksanaan tugas TNI

Pasca mutasi, dirinya mengalami kenaikan pangkat, dari yang sebelumnya Mayor Jenderal (Mayjen) menjadi Letnan Jenderal (Letjen) tahun 2020 silam.

Dianggap Kakak Besar di Papua
Nama Letjen Ali Hamdan Bogra cukup besar di dataran Timur. Dirinya sampai-sampai dianggap kakak besar oleh calon-calon tentara dari Papua.

Ali Hamdan Bogra kerap secara langsung memantau pendidikan calon-calon perwira tersebut. Tidak hanya itu, dia juga banyak memberi saran dan memotivasi mereka agar dapat menjadi prajurit TNI yang baik.

“Saya memandang adik-adik kami di sana ini mereka mempunyai jiwa dan semangat juang. Itu ada di tiap suku-suku, tinggal bagaimana membina mereka dengan baik, kami urus mereka dengan baik,” ujarnya melalui kanal YouTube resmi TNI AD disadur pada Kamis (11/10/21) kemarin.

Kisah seorang Letnan jenderal (Letjen)Muslim Ali Hamdan Boqra yang Taat beribadah sebagai contoh tauladan bagi umat Muslim,Tidak hanya wibawanya sebagai salah satu petinggi di TNI AD, Ali Hamdan Bogra juga dikenal rekan-rekannya sebagai sosok muslim taat beragama.

Baca Juga:   Presiden Ungkap Peran Sentral Pemuda sebagai Pemimpin Perubahan

Salah satu testimoninya adalah mantan anak buahnya sendiri ketika dia masih menjabat sebagai Koordinator Staf Ahli Kasad, yaitu Sersan Kepala (Serka) Suroto.

“Apablila sudah terdengar azan terus tiba waktunya sholat, beliau selalu mengingatkan kepada kami ‘Salat, ibadah!’ Pada saat ada pergerakan dari kantor mau keluar, selalu menanyakan ke kami, ‘Sopir sudah salat atau belum?’ Selalu kami diingatkan seperti itu,” kenang Suroto mengenai betapa religiusnya Ali Hamdan Bogra.

Baca Juga:   Mentri KLHK Siti Nurbaya Tekankan Pencegahan Kasus Pencurian Sumber Daya Genetik

Kenangan bersama seorang panglima TNI kala itu ketika Mencari Kos Bersama Andika Perkasa, Ali Hamdan Bogra sendiri sempat ditempatkan di Kodiklat Bandung. Saat itu, dirinya baru pindah dari Papua dan belum memiliki tempat tinggal.

Adalah Andika Perkasa, yang saat itu mengajak dirinya untuk mencari tempat kos bersama di sekitar Kodiklat.

“Pak Andika nanya ‘kamu tinggal di mana?’ Lalu saya balas ‘saya baru pindah dari Papua, belum ada kos-kosan atau tempat tinggal. Pak Andika akhirnya ngajak saya keliling sekitar Kodiklat buat nyari kosan,” ujar Ali Hamdan Bogra.

Dimata seorang Sahabat sekaligus Prajurit TNI-AD menjunjung tinggi nilai-nilai Sumpah Sapta marga,Sosok panglima TNI-AD, Panglima Jenderal Andika Prakarsa, sudah sangat di Apresiasi di kalangan Elit Petinggi militer dan pejabat tinggi negara ,dapat di junjung tinggi netralitas dan Pengabdian untuk negara Indonesia terkhusus seorang Sosok Figur Andika Prakarsa sudah sepatutnya menjadi Contoh tauladan nyata,bagi semua Prajurit TNI-AD maupun Satuan Militer di NKRI,terang Ali.

Jurnalis:“Endy©-Dnst/TIM-Media”

Related Articles

- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.