Selasa, Oktober 4, 2022

Saudaraku Generasi Muda Papua di Jawa Timur, Ayo Ngopi Bareng “Tidak Ada Negara Dalam Negara”

KONTRASTIMES.COM- JATIM I Masalah Papau yang seakan tidak pernah berhenti menjadi isu politik dan juga menjadi alat politik bagi kelompok-kelompok tertentu untuk kepentingan destruktif dalam sekala Nasional, tidak luput menjadi perhatian aktifis senior MH.Imam Ghozali.

Ditengah kesehariannya sebagai Advokat Luhur Kedaton , MH.Imam Ghozali yang pada eranya saat kuliah di Malang lebih dikenal dengan panggilan Asad Usudullah AF., mengatakan kalau “masalah Papua merupakan masalah yang susah-susah mudah”

Ia menjabarkan ” masalah Papua menjadi rumit, karena ada distorsi pemahaman sejarah antara generasi lama dan generasi baru saat ini, terlebih dengan munculnya banyak propaganda-propaganda beraroma SARA” ujarnya.

Pendiri Luhur Kedaton tersebut mengatan ” propaganda Politik dan SARA tersebut bukan hanya dari luar Papua, akan tetapi juga dari dalam Papua sendiri yang dilakukan para pimpinan KKB maupun OPM dengan tujuan untuk mendapatkan dukungan masif dari generasi muda Papua” tukasnya.

Menurut Ghozali ” situasi ini menuntut kejelian dan sikap kritis dari saudara-saudar kita para aktifis muda Papua yang saat ini belajar di Jawa, khususnya di Jawa Timur” tuturnya

Ghozali mengungkapkan ” pada tahun 1997 sampai 2004, gejolak masalah di Papua tidak bisa menyentuh kalangan Aktifis Papua di Jawa, namun saat ini malah banyak rekan -rekan Aktifis begitu mudah terprovokasi membawa isu Papua dengan demo-demo mahasiswa Papua di Jawa, bagi saya itu menjadi aneh..”timpalnya

Secara politik Ghozali menyampaikan ” dirinya tidak ikut partai Poltik manapun, tapi dalam menyikapi gejolak politik di tanah Papua, ia memberikan apresiasi penuh terhadap upaya pemerintah membangun tanah Papua dan itu tentunya sudah menjadi kewajiban bagi rakyat Papua ikut mendukung segala upaya positif pemerintah di Papua” paparnya.

Ia menambahkan, pada era GusDur dengan kepemimpinan yang singkat 1999-2001, Gus Dur sendiri meninggalkan bekas mendalam bagi orang Papua. Dua bulan selepas dilantik atau tepatnya 30 Desember 1999 Gus Dur berkunjung ke Papua, ketika itu disebut Irian Jaya.

Baca Juga:   Forkopimda Jatim Cek Langsung Serbuan Vaksinasi Berbasis Pekerja di Sidoarjo

Related Articles

- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.