Selasa, April 16, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Bogor- Sebagai upaya untuk mendorong dunia kampus menerapkan praktik-praktik antikorupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Peresmian KPK Corner di Perpustakaan Kampus IPB, Jumat (16/12).

Dari keterangan tertulis yang diterima Kontras Times dari Jubir KPK Ali Fikri (18/12/’22), dalam sambutannya, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan praktik tindak pidana korupsi sudah terjadi di banyak area, termasuk di perguruan tinggi, yang menjadi tempat lahirnya orang-orang cerdas penerus bangsa Indonesia.

“Korupsi bisa dimana saja terjadi, tidak hanya di Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, tapi juga di dunia pendidikan. Dari suap pengadaan barang dan jasa, sampai penerimaan mahasiswa baru. Melihat fakta itu kita mencoba turut andil sebarluaskan literasi antikorupsi untuk tingkatkan integritas perguruan tinggi,” kata Firli.

Peresmian KPK Corner ini, imbuh Firli, sebagai andil pemberantasan korupsi melalui pembangunan pemahaman (literasi) apa itu korupsi, sehingga kita semua bisa dan mampu menjauhi perbuatan korupsi.

Upaya itu dilakukan karena praktik penindakan saja tidak cukup untuk memberantas korupsi.

Firli merinci, sejak KPK didirikan pada 2004 hingga 30 November 2022, sudah 1479 orang ditangkap karena korupsi. Namun faktanya praktik korupsi masih saja terjadi.

“Melihat itu, kita sadar, sulit berantas korupsi hanya dengan penindakan saja. Kita libatkan juga seluruh pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi untuk memasukan pendidikan antikorupsi dalam perkuliahan,” pesannya.

Selain itu, Firli menuturkan KPK berencana melakukan pengukuran Indeks Integritas Pendidikan pada perguruan tinggi.

Tujuannya, untuk mengetahui seberapa integritas sebuah perguruan tinggi, risiko korupsi, dan perbaikan yang bisa dilakukan untuk mencegah korupsi.

“Kita masih siapkan kriteria, indikator penilaian, alat ukurnya, metodenya. Karena kalau hanya sekedar nilai, tanpa ada yang bisa diperbaiki, kita sia-sia lakukan survei,” ujar Firli.

Sementara itu, Plh. Rektor IPB University Agus Purwito menyampaikan apresiasinya kepada KPK atas kerja sama khususnya dalam bentuk KPK Corner ini.

Baca Juga:   Kapolri Sematkan Bintang Bhayangkara Pratama untuk 61 Pati Polri, 8 Pati TNI dan 5 ASN

Agus berharap, hal ini dapat membentuk ekosistem yang berintegritas di IPB, sesuai tagline-nya ‘Inspiring Innovation with Integrity.’

Baca Juga:   Lupakan Rumahnya Yang Hancur, Polwan Aiptu Reni Berusaha Menghibur Anak-anak Korban Gempa

“Kita resmikan KPK Corner di Perpustakaan IPB, sehingga semua khalayak, baik mahasiswa, tenaga kependidikan, maupun masyarakat umum bisa mencari tahu apa itu tindak pidana korupsi. Harapannya, terinternalisasi terkait tindak pidana korupsi ini, semua sadar, dan akhirnya menjiwai perilaku antikorupsi,” ujar Agus.

Agus juga menyebut pihaknya aktif melakukan insersi dan penyuluhan antikorupsi melalui Kelompok Kerja Antikorupsi.

Pihaknya juga aktif menerapkan 12 Rencana Aksi Penguatan Integritas Antikorupsi di Perguruan Tinggi, yang disepakati oleh pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) se-Indonesia dengan KPK.

Kemudian, sebagai Ketua POKJA Antikorupsi IPB pun,Tri Wiji Nurani menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan MoU antara KPK-IPB pada 4 Maret 2022 tentang Strategi Peningkatan Efektivitas Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi.

“Ini menjadi titik awal IPB menjadi kampus yang berintegritas. Kita mulai pada tahun ini sebagai pondasi. Di awal Maret lalu KPK juga sudah hadir, tanda tangan MoU dengan IPB. Lalu, di akhir 2022 ini hadir kembali, untuk tingkatkan peran kampus, mahasiswa, dan kita semua untuk berantas korupsi,” ujar Tri.

Lingkup PKS

Diketahui, PKS yang ditandatangani ini menyepakati perjanjian antara KPK dengan IPB terkait Literasi Antikorupsi dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.

PKS berlaku untuk 5 tahun, yang mengatur mengenai sarana dan prasarana KPK Corner, pengelolaan KPK Corner, laporan pengelolaan KPK Corner, dan pemanfaatan data dan/atau informasi literasi antikorupsi.

Tujuan Gagasan KPK Corner

KPK Corner digagas sebagai bentuk perluasan kerja sama perpustakaan serta menjadi jawaban atas keterbatasan literasi tentang korupsi dan pemberantasannya di lingkungan kampus.

KPK Corner diharapkan menjadi laboratorium mini yang berisi berbagai koleksi buku dan alat peraga lainnya tentang korupsi dan pemberantasannya, guna semakin mendorong kegiatan pembelajaran, penelitian, dan kajian mengenai korupsi.

Baca Juga:   Dorong Kemajuan Peradaban Dunia, Wapres Minta Masyarakat Dukung Pembangunan SDM Unggul dengan IPTEK

Kehadiran KPK Corner dapat menjadi alternatif sumber atau pojok pengetahuan bagi mahasiswa terkait isu-isu pemberantasan korupsi.

Selain itu, berbagai kegiatan juga rutin dilaksanakan di KPK Corner seperti, sarasehan pustaka, webinar, workshop membaca cepat, pelatihan menulis resensi, klinik pembuatan video, lomba reels (aktivasi di media sosial), hingga lomba resensi buku.

Baca Juga:   Satgas Yonif 126/KC Berikan Bantuan Sarana Olahraga Kepada Pemuda Kampung Perbatasan Papua

Dalam kegiatan ini hadir juga Sekretaris Jenderal KPK Cahya Hardianto Harefa, Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak, serta Wakil Rektor IPB Drajat Martianto dan Erika B. Laconi.*

Sumber: Jubir KPK Ali Fikri

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.