Selasa, Mei 28, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Jakarta, – Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin menerima Duta Besar (Dubes) Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Djauhari Oratmangun, di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 6, Jakarta, Rabu (22/08/2023).

Dalam pertemuan tersebut, Djauhari menyampaikan secara resmi undangan dari pemerintah RRT kepada Wapres untuk menghadiri The 20th China-ASEAN Expo (CAEXPO) yang akan diselenggarakan di Kota Nanning, Tiongkok pada pertengahan September 2023.

“Tadi kami melaporkan kepada Bapak Wakil Presiden karena Bapak Wakil Presiden diundang oleh Pemerintah Cina untuk menghadiri China-ASEAN Expo yang akan berlangsung di Kota Nanning. Ini China-ASEAN Expo yang ke-20, salah satu expo terbesar di Cina dimana itu menjadi showcase (ajang pameran) untuk negara-negara ASEAN. Tentunya kita sebagai Ketua ASEAN, kita sebagai negara yang besar di ASEAN sangat proper (sesuai) dan layak untuk terwakili di sana,” papar Djauhari dalam keterangan persnya kepada awak media usai pertemuan dengan Wapres.

Lebih lanjut Djauhari menyampaikan, dalam ajang pameran terbesar di Tiongkok ini, Indonesia sebagai negara dengan populasi penduduk Muslim terbesar di dunia memiliki kesempatan yang baik untuk memamerkan produk-produk unggulannya, khususnya produk halal.

“Oh iya, betul, termasuk produk halal. Memang salah satu, memang saya kira dalam pembicaraan dengan Pak Wapres itu salah satu produk andalan kita ya produk halal. Disana kan ada 22 juta penduduk Muslim, tapi tidak hanya untuk Cina, kan kita juga untuk market lainnya, pasar lainnya,” imbuh Djauhari.

“Target kita itu untuk branding produk-produk Indonesia. Karena biasanya kita branding (memperkuat citra) produk-produk Indonesia itu melalui partisipasi di expo maupun di e-commerce platform. Jadi untuk branding-branding [produk] Indonesia khususnya produk-produk andalan Indonesia. Terbukti misalnya di tahun lalu produk makanan dan minuman Indonesia itu meningkat 100 persen ekspor ke Cina. Begitu juga produk-produk UMKM dan produk-produk lainnya. Produk-produk hilirisasi itu meningkat di atas 1.000 persen. Jadi ini untuk branding. Pada gilirannya pasti akan memberikan manfaat kepada tourism juga, jadi ini lebih pada branding,” tambahnya.

Baca Juga:   Sejarah Dunia Menempatkan Indonesia dan Uzbekistan Menjadi Bagian Penting Pembangunan Peradaban Global
Baca Juga:   Presiden Jokowi Ungkap Perbandingan Penanganan COVID-19 Indonesia Dengan Negara Lain

Sejalan dengan Djauhari, Staf Khusus Wapres bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi, menyampaikan bahwa Wapres menyambut baik undangan dari pemerintah RRT tersebut. Masduki menyebut, selain sebagai bentuk dukungan terhadap branding produk Indonesia di pasar internasional, dalam memenuhi undangan Pemerintah RRT, Wapres juga akan membahas langsung langkah konkret yang dapat dilakukan untuk memperkuat industri halal tanah air.

“Di situ juga akan banyak dibicarakan. Salah satu hal yang penting adalah rencana untuk pembicaraan mengenai industri halal yang akan dibicarakan antara Pemerintah Cina dengan Pemerintah Indonesia untuk membikin semacam produk bersama, itu salah satunya,” tutur Masduki.

Dengan demikian, setelah memenuhi tugas kenegaraan yang dijadwalkan pada bulan September 2023, khususnya dalam program akselerasi proses pembangunan kesejahteraan di Papua, Wapres akan memenuhi undangan dari Pemerintah RRT untuk memberikan dukungannya terhadap pengembangan industri halal Indonesia di RRT, yang juga merupakan negara sahabat dengan investasi nomor 2 terbesar di Indonesia setelah Singapura.

“Kalau terkait dengan undangan dari Pemerintah Cina terhadap Wakil Presiden untuk berkunjung ke Nanning di pertengahan September, iya. Jadi Wakil Presiden sudah memerintahkan kepada Kasetwapres untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk kemungkinan bisa berkunjung ke situ. Jadi kalau memang tidak ada hal-hal yang sangat-sangat darurat di dalam negeri, saya kira rencana itu akan dilaksanakan. Karena rencananya Wakil Presiden kan memang akan berkantor di Papua pada tanggal 4 September, kira-kira ada waktu 6 hari di Papua, setelah itu ada beberapa hari di Jakarta dan setelah itu akan berangkat ke Cina, seperti itu,” tutup Masduki.

Selain menyampaikan undangan dari Pemerintah RRT kepada Wapres, pada kesempatan ini Djauhari juga melaporkan perkembangan-perkembangan terkini tentang hubungan bilateral antara Indonesia dengan RRT dari berbagai bidang.

Hadir mendampingi Dubes LBBP RI untuk RRT, Wakil Dubes RI untuk RRT Periode Januari 2020-Juli 2023 Dino Kusnadi, dan staf pada Kedutaan Besar Republik Indonesia di RRT Anna Luli serta Esther Silalahi.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Guntur Iman Nefianto, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan dan Wawasan Kebangsaan Velix Wanggai, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono W.S., Staf Khusus Wapres Bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi dan Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri Santo Darmosumarto. (NN/RJP, BPMI –R2- Setwapres)

Baca Juga:   10 Poin MoU Indonesia-Singapure, Diantaranya Ekstradisi Para Buronan Koruptor dan Donatur Terorisme

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.