Selasa, Mei 28, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

KONTRASTIMES.COM-JAKARTA, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi sejumlah perwira tinggi kepolisian.

Satu di antara perwira yang dirotasi adalah Komisaris Jenderal (Komjen) Arief Sulistyanto.

Komjen Arief Sulistyanto mendapat tugas baru, Kapolri menunjuk Arief Sulistyanto menjadi Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

“Yang bertanggung jawab dalam tugas pemeliharaan kamtibmas melalui kegiatan kepolisian preemtif dan preventif. Targetnya adalah untuk mewujudkan rasa aman dan tertib sosial yang nyaman dalam kehidupan masyarakat,”

Dari itu Gelar The Transformer Indonesia sudahlah tepat di sematkan pada sosok Komisaris Jenderal (Komjen) Arief Sulistyanto., situasi politik dan ekonomi Global pasca Covid-19 memerlukan tokoh dengan multi sekil, persiapan menuju kehidupan normal, akan sedikit lebih sulit di bandingkan menghadapi Pandemi Covid-19 itu sendiri.

Sumber Vidio Kiriman Via Whatsapp dan Juga tayang di lemdiklat polri yootube

Dalam lingkup POLRI Baharkam membawahi 6 fungsi teknis operasional, yakni:

• Sabhara

• Binmas

• Pengamanan Objek Vital

• Polisi Perairan (Marine Police)

• Polisi Pariwisata

• Polisi Udara

• Satwa Polri

“Keseluruhan fungsi teknis Polri tersebut diemban oleh Polisi berseragam (uniform Police) yang seharusnya menjadi etalase performance Polri dalam pelayanan masyarakat dan pemeliharaan Kamtibmas,”

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri.

Keputusan mutasi ini berdasarkan Surat Telegram nomor ST/318/II/KEP/2021 tertanggal 18 Februari 2021.

Kemudian, jabatan Kalemdiklat yang ditinggalkan Arief digantikan oleh Komjen Rycko Amelza Dahniel yang sebelumnya menjabat Kabaintelkam.

Lantas siapakah sosok Arief Sulistyanto yang kini menjadi Kabaharkam Polri ini?

Arief Sulistyanto merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1987 sekaligus teman satu angkatan Mendagri Tito Karnavian.

Sosoknya mulai dikenal publik setelah menjadi penyidik beberapa kasus besar yang menjadi sorotan publik.

Salah satunya, Arief pernah menjadi anggota tim khusus penyidikan pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib.

Arief juga ikut menangani kasus pembobolan Citibank yang melibatkan Melinda Dee.

Perwira polisi yang lahir pada 1965 di Nganjuk, Jawa Timur ini mengawali kariernya di provinsi kelahirannya.

Arief mengemban tugas kepolisiannya di Jawa Timur sejak 1987 hingga 1993.

Arief pernah menjabat sebagai Kasat Serse di Polres Malang, Polres Sidoarjo, dan Polres Pasuruan.

Hingga akhirnya pada 1995, Arief memulai karier kepolisiannya di Ibukota.

Baca Juga:   Jelang Purna Bakti: Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Terbitkan SK Mutasi 34 Jenderal

Kariernya bermula saat ditarik menjadi Kapolsek Kota Bekasi dan Kapolsek Metro Pasar Minggu.

Kemudian, Arief ditugaskan ke Riau pada 2003 untuk menjadi Kapolres Indragiri Hilir dan Kapolres Tanjung.

Baca Juga:   Wapres Minta Pejabat Negara Jujur Sampaikan LHKPN

Pada 2006, Arief kembali ditarik ke Mabes Polri dan ditugaskan di Bareskrim Polri.

Kariernya semakin cemerlang selama menjadi penyidik Bareskrim.

Bahkan pada 2010, Arief diangkat menjadi Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipieksus).

Empat tahun menjadi Dirtipieksus Bareskrim Polri, Arief ditunjuk menjadi Kapolda Kalimantan Barat.

Selama bertugas di Kalimantan Barat, Arief pernah menjebloskan dua perwira polisi ke penjara.

Pertama adalah AKBP Eddy Triswoyo, mantan Kabid Telekomunikasi dan Informasi Polda Kalbar karena melakukan mark-up anggaran telekomunikasi Polda Kalbar 2011 – 2014.

Yang kedua adalah AKBP Idha Endri Prastiono yang diduga berkerja sama dengan bandar narkoba asal Malaysia.

Selama bertugas di Kalimantan Barat, Arief juga memperkenalkan salam zero yang sempat menjadi sorotan nasional.

Salam itu dia maksudkan untuk menegaskan zero tolerance terhadap berbagai bentuk pelanggaran, penyimpangan, pungutan liar, korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Setelah bertugas di Kalimantan Barat, Arief kembali ditarik ke Mabes Polri.

Dia sempat menjadi Staf Ahli Kapolri sebelum diangkat menjadi Asisten SDM Kapolri pada 2017.

Saat diamanahkan menjadi Asisten SDM Kapolri, Arief terus membenahi proses penerimaan anggota Polri.

Salah satunya terobosan yang dia lakukan adalah proses rekrutmen menjadi lebih terbuka.

Orang tua calon anggota Polri kini bisa melihat secara langsung proses penerimaan.

Kemudian, Arief bertugas sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri sejak 22 Januari 2019 hingga pada Kamis (18/2/2021) hari ini ditunjuk sebagai Kabaharkam Polri.

Nama Arief juga pernah diajukan Kompolnas ke Presiden Joko Widodo sebagai salah satu calon Kapolri periode 2021-2024.

Harta Kekayaan

Dalam LHKPN-nya per 9 Maret 2020, Arief Sulistyanto memiliki harta kekayaan sebesar Rp 14.431.347.591.

Adapun rincian asetnya, Arief Sulistyanto memiliki 13 bidang tanah dan bangunan dengan nilai Rp 7.036.244.000.

Aset tanah ini berada di sejumlah daerah seperti Batam, Karanganyar, Cianjur, Bekasi, Jakarta Timur, Pekanbaru, dan Jakarta Selatan.

Mantan Kapolda Kalbar ini juga mempunyai empat unit mobil dengan total nilai Rp 1.270.000.000.

Baca Juga:   Seskab: RPermen/RPerka Berdampak Luas, Strategis, dan Lintas K/L Harus Peroleh Persetujuan Presiden

Koleksi mobil paling mahal milik Arief Sulistyanto adalah Toyota Alphard yang nilainya Rp 800 juta.

Dua aset lain milik Arief Sulistyanto adalah harta bergerak lainnya serta kas dan setara kas.

Nilainya, masing-masing adalah harta bergerak lainnya Rp 2.256.000.000 lalu kas dan setara kas Rp 3.869.103.591.


Profil Arief Sulistyanto

Nama: Arief Sulistyanto

Istri: Niken Manohara

Anak:

– Bhredipta Cresti Socarana

– Bhawika Tanggwa Prabuttama

Baca Juga:   Seskab: RPermen/RPerka Berdampak Luas, Strategis, dan Lintas K/L Harus Peroleh Persetujuan Presiden

Pendidikan:

Akademi Kepolisian (1987)

Jabatan di Kepolisian

– Pamapta Polresta Surabaya Selatan Polda Jatim (1987)

– Kanit Serse Polresta Surabaya Selatan Polda Jatim (1988)

– Wakasat Serse Polresta Surabaya Selatan Polda Jatim (1989)

– Kasat Serse Polres Malang Polda Jatim (1990)

– Kasat Serse Polres Sidoarjo Polda Jatim (1991)

– Kasat Serse Polres Pasuruan Polda Jatim (1993)

– Kaur Binops Puskodal Ops Polres Jakbar Polda Metro Jaya (1995)

– Kapolsek Bekasi Kota Polres Bekasi Polda Metro Jaya (1996)

– Kapolsek Metro Pasar Minggu Res Jaksel Polda Metro Jaya (1998)

– Kasubbag Mufi Bag Listik Lab Listik PPITK PTIK (1998)

– Sespri Kapolri (1999)

– Spri Wakapolri (2000)

– Pabanda Strajemen Padya Renum Paban I/Ren Spers Polri (2001)

– Kapokdik Piddanapem Dit Pidkor Korserse Polri (2002)

– Kapolres Indragiri Hilir Polda Riau (2003)

– Kapolres Tanjung Pinang Polda Riau (2005)

– Kasubbag Prodsus Bag Produk Roanalisis Bareskrim Polri (2006)

– Kanit II Dit II/Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri (2007)

– Pamen Spripim Polri (2008)

– Koorspripim Polri (2009)

– Dir II/Ekonomi Dan Khusus Bareskrim Polri (2010)

– Dirtipideksus Bareskrim Polri (2010)

– Kapolda Kalbar (2014)

– Sahlijemen Kapolri (2016)

– Asisten SDM Kapolri (2017)

– Kabareskrim Polri (2018)

– Kalemdiklat Polri (2019)

– Kabaharkam Polri (2021)

Jenjang Karir di Kepolisian

Letnan Dua (18/07/1987)

Letnan Satu (01/10/1990)

Kapten (01/10/1993)

Mayor (01/10/1998)

Ajun Komisaris Besar Polisi (01/07/2002)

Komisaris Besar Polisi (01/07/2007)

Brigadir Jenderal Polisi (15/05/2011)

Inspektur Jenderal Polisi (27/06/2016)

Komisaris Jenderal Polisi (04/09/2018)

Endy/MIG/Ali/Ade kontrastimes.com di kutip dari berbagai sumber Tribunnews.com/Maliana, Tribunpontianak.com/acehpos.id/kumparan.com

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.