Jumat, Mei 27, 2022

Wapres Minta DBON Membuat Roadmap Agar Berjalan Terarah, Sistematis, dan Berkelanjutan

KONTRASTIMES.COM- JAKARTA | Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dibuat untuk merancang ulang ekosistem olahraga nasional sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung atlet-atlet Indonesia. Untuk itu, perlu dirumuskan sebuah desain yang terarah, sistematis, dan berkelanjutan yang meliputi berbagai aspek untuk memajukan olahraga nasional.

“Saya mengharapkan perlu adanya kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi olahraga, dunia usaha dan industri, serta masyarakat, yang memerlukan sinergi dalam bentuk dukungan kebijakan, anggaran, kurikulum, sarana dan prasarana dan lain-lain, yang dituangkan ke dalam peta jalan (road map) agar pelaksanaan DBON dapat terarah, sistematis, dan berkelanjutan”, ucap Wakil Presiden (Wapres) saat memimpin Rapat Pelaksanaan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 6 Jakarta Pusat, Kamis (12/05/2022).

Wapres menekankan pentingnya koordinasi antara pihak-pihak terkait, baik dalam perumusan kebijakan desain olahraga maupun pemanfaatan dana untuk mendukung keberlangsungan DBON.

“Kemudian, yang sangat penting lagi itu koordinasi, baik antarlembaga, antarkementerian, antarpemerintah pusat, lembaga, dan juga dengan pemerintah daerah. Termasuk juga tentang pemanfaatan dana-dana yang ada, sumber dana kita ada dari APBN, APBD, swasta, BUMN. Ini saya kira akan sangat besar”, jelas Wapres.

Lebih jauh, Wapres juga mengingatkan kepada para jajaran menteri terkait agar roadmap DBON dapat segera diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Kepada Menko PMK selaku Wakil Ketua Tim Koordinasi Pusat DBON, bersama-sama dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas, saya minta untuk dapat mengoordinasikan penyusunan roadmap DBON jangka panjang 2022-2045”, tutur Wapres.

“Sekaligus mengawal Menpora dan Menteri/Kepala LPNK terkait untuk memantapkan implementasi DBON di tahun 2022, dan perencanaannya untuk tahun 2023 sesuai dengan rencana aksi yang telah disepakati dan ditetapkan regulasinya”, tambahnya.

Mengakhiri rapat tersebut, Wapres berharap agar kementerian/lembaga terkait dapat melakukan kerja sama dan saling bersinergi dalam merumuskan Desain Besar Olahraga Nasional.

Baca Juga:   Kalapas dan Pejabat Struktural Lapas Banyuwangi Ikuti Pembukaan Pendampingan Penyusunan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2022 Secara Virtual

“Saya minta semua kementerian/lembaga terkait bekerja secara bersama-sama. Kemenpora agar melakukan re-desain hal-hal yang butuh penyesuaian, kemudian koordinasi tentang anggaran, antara Kemenpora dan kementerian lain dapat terjadi sinkronisasi”, pesan Wapres.

Baca Juga:   Kapolri Siapkan Strategi Pengamanan PON ke XX dan Papernas XVI 2021 di Papua

“Kita harapkan bahwa kita bisa mencapai target-target yang kita inginkan, menjadi negara besar yang bisa juga mencapai prestasi-prestasi besar di bidang olahraga”, pungkasnya.

Sementara itu, hal menarik diungkapkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim yang menyebut perlu adanya peningkatan kualitas guru olahraga khususnya mengenai ilmu dasar olahraga dan pengembangan kemampuan siswa. Nadiem mendukung secara penuh transformasi bidang olahraga ini untuk kemajuan bangsa.

“Kami sangat mendukung adanya transformasi olahraga ini. Sebenarnya kalau Indonesia mau maju, talenta di Indonesia itu sangat banyak sekali. Namun, perlu adanya pembinaan untuk guru olahraga di Indonesia pada bidang seperti sport science, basic conditional athletic fitness, basic knowledge yang harus kita kerahkan kepada guru-guru”, ujar Nadiem.

Kemudian, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berharap melalui adanya DBON, Indonesia dapat memberikan kontribusi lebih pada ajang olahraga baik di tingkat nasional maupun internasional, khususnya menggunakan infrastruktur yang terus dibangun dan diperbarui.

“Harapan saya, kita akan bisa mengisi event-event olahraga tingkat rekreasi maupun tingkat prestasi untuk venue-venue yang baru dibangun. Model yang bisa kita tiru adalah sisa pembangunan ASIAN Games di GBK yang dikelola dengan baik”, terang Sandi.

Tampak hadir pada rapat tersebut, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Laksana Tri Handoko, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Satya Sananugraha, Deputi Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Raden Isnanta, Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Harry, serta Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat John Wempi Wetipo.

Baca Juga:   Risma Surati 40 Daerah Perbaiki Data Kemiskinan

Sementara, Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Suprayoga Hadi, Deputi Bidang Administrasi Guntur Iman Nefianto, Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi dan Arif Rahman, serta Tim Ahli Wapres Iriawan.

Baca Juga:   Risma Surati 40 Daerah Perbaiki Data Kemiskinan

Email:DAS/RJP – BPMI Setwapres

Related Articles

- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.