Kamis, Juni 13, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Semarang, – Kebakaran besar terjadi di kilang minyak milik Pertamina, tepatnya di Kilang Minyak Putri Tujuh Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai, Sabtu malam (01/04/2023).

Hal ini merupakan kejadian kedua dalam waktu dekat, setelah sebelumnya Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang, Jakarta, yang juga milik Pertamina, terbakar pada 3 Maret 2023 silam.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin menegaskan bahwa Pertamina perlu segera melakukan tata kelola dan manajemen risiko yang baik agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Yang penting itu perbaikan di tata kelola untuk menghindari itu [terjadinya kebakaran]. Tata kelolanya mungkin diperbaiki, terutama yang menyangkut manajemen risiko,” tegas Wapres kepada awak media dalam keterangan pers yang disampaikan usai meninjau Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Semarang, Jalan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (04/04/2023).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, asesmen dan evaluasi ini harus dilakukan di seluruh properti milik Pertamina, tidak hanya di Jakarta, namun juga di daerah.

“Terutama di seluruh kilang-kilang karena memang di situ potensi terjadinya kebakaran itu kan besar sekali,” kata Wapres mengingatkan.

“Sehingga perlu ada perbaikan tata kelolanya untuk hindari itu,” tambahnya.

Menutup keterangan persnya, kembali Wapres menekankan, diperlukannya evaluasi pada tata kelola dan manajemen risiko agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

“Soal tata kelola untuk menekan seminimal mungkin risiko yang terjadi, terutama di sisi risk manajemennya,” pungkas Wapres.

Hadir mendampingi Wapres dalam keterangan pers ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, dan Walikota Semarang Hevearita G Rahayu. (NN/SK-BPMI, Setwapres)

Sumber: RI-2 Setwapres-RN

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.