Minggu, April 21, 2024
Beranda Sample Page

Sample Page Title

Kontras TIMES.COM | Banyuwangi – Pelaksanaan pembangunan Tower PT Centratama Menara Indonesia yang berada di Dusun Kedungdandang Desa Tapanrejo Kecamatan Muncar kabupaten Banyuwangi diduga belum kantongi kelengkapan perizinan, di antaranya izin lingkungan (UKL-UPL/AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG/IMB).

Imbasnya, sebagian warga yang masuk radius zona rencana berdirinya tower merasa diabaikan karena itu warga minta pengerjaan tower dibongkar atau dihentikan, sebagaimana penelusuran awak media pada hari minggu tanggal 03 Maret 2024 yang menyambangi beberapa rumah warga, diantaranya warga berinisial DD 36 th Dusun Kedung Dandang.

DD merupakan warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi rencana dirikan tower CENTRATAMA menjelaskan :

“Tiba-tiba saya di kasih uang satu juta rupiah, sambil bicara ini dari tower. Karena selain saya juga ada yang diberi dan diterima saya juga ikut saja.”kata DD.(03/03/’24)

DD menambahkan, setelah menerima uang tersebut ia merasa bingung, sebab menurutnya mestinya di musyawarahkan atau dikumpulkan dulu masyarakat yang terkena dampak radius tower CENTRATAMA.

Sementara itu, begitu media konfirmasi Kepala Desa Sulaiman mengatakan jika warga atau masyarakat yang dekat dengan pendirian tower Indosat CENTRATAMA berlokasi di belakang SMA N 1 Muncar atau yang berada di Dusun Kedung Dandang Desa Tapanrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi tersebut masih belum selesai.

“Mestinya harus di selesaikan dulu, dalam surat ijinnya, untuk sementara pekerjaan dihentikan sementara biar tidak bermasalah,” tegas Kades Sulaiman.

Sementara saat media konfirmasi yang punya PT CENTRATAMA lewat via WhatsApp dan telpon seluler justru tidak ada respon.

Menyikapi persoalan tersebut, Presiden LBH -Laskar Nusantara MH Imam Ghozali menyampaikan, bahwa pembangunan Tower, utamanya di pemukiman padat penduduk tidak mudah, harus ada persetujuan warga sekitar, meskipun seumpamanya pemilik tanah menganggap tower dibangun diatas tanah haknya.

” Karena rencana Pembangunan Tower tersebut bertujuan komersial, tentu perusahaan sudah punya kalkulasi untuk memberikan kompensasi kepada warga sekitar, kalau gak mau kasih kompensasi ya sebaiknya Tower dibongkar dan kita berharap Pemkab Tidak asal mengeluarkan Izin pendirin Tower apa lagi jelas-jelas ketika di wilayah tersebut masyarakat menolak,” pungkasnya.

Baca Juga:   Ribuan Massa Bentrok dengan Aparat Polres Purwakarta ?, Ups! Ini Skenario Simulasi Latihan Pengamanan Pemilu 2024
Baca Juga:   Tingkatkan Kerja Sama Di Wilayah Binaan, Babinsa Gandusari Laksanakan Kegiatan Komsos Dengan Aparat Desa

Tim 786

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Adblock Detected!

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.